Vietnam U-17 Siapkan Langkah Besar: Fokus pada Korea Selatan di Piala Asia, Sementara Indonesia Jadi Tantangan di AFF 2026

Liput – 11 April 2026 | Tim Nasional Vietnam U-17 sedang mengukir strategi yang jelas menjelang dua kompetisi penting tahun ini. Setelah mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Hanoi U-17 dalam laga uji coba, pelatih dan manajemen Vietnam menegaskan bahwa target utama mereka adalah mengalahkan Korea Selatan U-17 di Piala Asia U-17 2026, yang akan diselenggarakan di Arab Saudi pada awal Mei. Fokus tersebut tampak menurunkan prioritas mereka terhadap Piala AFF U-17 2026, kompetisi regional yang akan digelar di Jawa Timur, Indonesia, pada 11-24 April.

Grup C Piala Asia menempatkan Vietnam bersama Korea Selatan, Yaman, dan Uni Emirat Arab. Format turnamen mengizinkan juara dan runner‑up grup melaju ke perempat final sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2026. Dengan kualitas lawan yang tinggi, terutama Korea Selatan yang dikenal memiliki skuad teknis dan fisik unggul, Vietnam menyiapkan taktik defensif terorganisir serta serangan balik cepat. Pelatih Vietnam menekankan pentingnya konsistensi mental dan disiplin kartu, mengingat kegagalan mengelola tekanan dapat berujung pada kartu merah yang merugikan.

Sementara itu, Indonesia sebagai tuan rumah Piala AFF U-17 2026 menyiapkan skuad Garuda Muda di bawah asuhan Kurniawan Dwi Yulianto. Dari 26 pemain terpilih, tiga kiper, sembilan bek, tujuh gelandang, dan tujuh penyerang dipilih setelah serangkaian pemusatan latihan dan uji coba, termasuk agenda persahabatan di Thailand. Jadwal Indonesia menampilkan laga pertama melawan Timor Leste pada 13 April di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, diikuti Malaysia pada 16 April, dan akhirnya bertemu Vietnam pada 19 April di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Setiap pertandingan memiliki nilai krusial karena hanya juara grup dan satu runner‑up terbaik yang melaju ke semifinal.

Vietnam sendiri berada di Grup A Piala AFF bersama Indonesia, Myanmar, dan Timor Leste. Meskipun mereka tetap berpartisipasi, sikap media Vietnam Soha.vn menunjukkan bahwa tim tersebut lebih menantikan pertemuan melawan Korea Selatan di Asia Cup daripada laga melawan Indonesia di AFF. Hal ini mencerminkan strategi jangka panjang: mengukir prestasi di level Asia dan dunia sebelum mengincar dominasi regional.

Para pengamat sepak bola, termasuk Mohamad Kusnaeni (Bung Kus), menyoroti pentingnya menjaga kestabilan mental pemain muda. Ia mengingatkan bahwa grafik permainan harus terus meningkat, terutama pada laga penutup grup melawan Vietnam, di mana Indonesia diharapkan menampilkan penampilan terbaik. Bung Kus menambahkan bahwa menghindari kartu merah dan cedera menjadi prioritas utama pelatih Kurniawan, mengingat turnamen singkat dan intensitas tinggi.

Di sisi lain, Vietnam menyiapkan skuad yang dipilih secara ketat. Meskipun detail nama pemain belum dipublikasikan secara luas, keberhasilan 3-0 melawan Hanoi menandakan kualitas ofensif yang mampu menembus pertahanan lawan. Pelatih Vietnam berencana mengoptimalkan kombinasi antara pemain cepat di sisi sayap dan striker yang memiliki insting gol tajam, mengingat Korea Selatan biasanya mengandalkan penguasaan bola di tengah lapangan.

Persaingan antara Vietnam dan Indonesia dalam dua turnamen ini menambah warna pada dinamika sepak bola Asia Tenggara. Indonesia mengandalkan dukungan suporter rumah, fasilitas latihan di Surabaya, serta pengalaman Kurniawan yang pernah melatih tim usia muda di tingkat klub. Vietnam, di sisi lain, mengandalkan kepercayaan diri yang terbukti lewat hasil uji coba dan tekad menembus Piala Asia serta Piala Dunia. Kedua tim diprediksi akan menampilkan pertandingan sengit pada 19 April, yang sekaligus menjadi ujian kesiapan Vietnam menjelang agenda Asia Cup.

Kesimpulannya, Vietnam U-17 menatap Piala Asia 2026 sebagai panggung utama, sambil tetap melaksanakan komitmen di Piala AFF 2026. Dengan fokus pada Korea Selatan, disiplin mental, dan strategi serangan balik, mereka berharap dapat melaju ke perempat final dan mengamankan tiket ke Piala Dunia. Indonesia, sebagai tuan rumah, berupaya memanfaatkan momentum dukungan lokal dan persiapan matang untuk menahan tantangan Vietnam serta tim-tim lain di grup. Pertarungan kedua tim ini tidak hanya menjadi sorotan regional, tetapi juga indikasi arah perkembangan sepak bola muda di Asia dalam lima tahun ke depan.