Conte Tegaskan Mimpi Scudetto Tetap Hidup Meski Napoli Gagal Menang vs Parma, Sementara Ia Membantah Spekulasi ke Azzurri

Liput – 13 April 2026 | Napoli kembali menempel Inter Milan di klasemen Serie A 2025/2026 setelah menutup laga melawan Parma dengan hasil imbang 1-1 di Ennio Tardini pada Minggu (12/04/2026). Gol pembuka Parma dicetak oleh Gabriel Strefezza hanya 33 detik setelah peluit pertama, menimbulkan tekanan dini bagi tim Asisten Italia. Napoli berusaha membalas sepanjang pertandingan, namun hanya mampu menyamakan kedudukan lewat gol Scott McTominay pada menit ke-70 setelah menerima umpan silang. Statistik menunjukkan Napoli menguasai bola sebesar 74,5 % dan melakukan 37 umpan silang, namun hanya mencatat lima tembakan tepat sasaran.

Pelatih Napoli, Antonio Conte, menilai bahwa perbedaan tipis antara tim yang menang dan kalah menjadi penyebab utama kegagalan mengamankan tiga poin. “Kami harus lebih fokus, terutama setelah kebobolan begitu cepat. Pertandingan ini memang menjadi pertarungan antara serangan dan pertahanan,” ujar Conte dalam konferensi pasca‑pertandingan. Ia menambahkan, meski Napoli masih berada di posisi kedua dengan 66 poin, jarak sembilan poin dari pemuncak klasemen Inter Milan masih menjadi tantangan besar menjelang enam pertandingan terakhir.

Selain menanggapi hasil imbang, Conte juga menegaskan bahwa mimpi Scudetto klubnya belum padam. “Masih ada enam laga lagi. Kami harus terus berjuang, menambah poin sebanyak mungkin, dan berharap tim di atas kami tidak memperkuat posisi mereka,” kata Conte. Ia menyoroti lima kemenangan beruntun yang diraih Napoli sebelum laga melawan Parma, serta menegaskan bahwa timnya tetap kompetitif meski harus menghadapi tekanan dari rival terdekat.

Tak hanya fokus pada kompetisi domestik, Conte juga harus menjawab spekulasi media mengenai ketersediaannya untuk kembali memimpin tim nasional Italia. Setelah pengunduran diri Gennaro Gattuso sebagai pelatih Azzurri, nama Conte sempat menjadi sorotan utama. Pada 13 April 2026, ia mengeluarkan pernyataan tegas melalui konferensi pers, membantah bahwa ia menyatakan kesiapan untuk mengambil alih jabatan tersebut. “Saya tidak pernah mengatakan saya tersedia untuk apa pun. Saya masih memiliki satu tahun kontrak dengan Napoli, dan saya akan berbicara dengan presiden klub pada akhir musim,” ujarnya. Ia menambahkan, jika kata‑kata beliau terus dipelintir, ia tidak akan lagi memberikan komentar kepada media.

Konten tersebut menegaskan komitmen profesional Conte kepada Napoli, terutama mengingat persaingan ketat di puncak klasemen. Dengan AC Milan berada di posisi ketiga dengan 63 poin, Napoli harus memastikan tidak kehilangan poin penting pada sisa pertandingan. Jadwal mendatang mencakup laga kandang melawan Lazio pada 18 April, diikuti Cremonese pada 24 April, serta pertemuan krusial melawan Como, Bologna, Pisa, dan Udinese. Setiap laga menjadi peluang bagi Napoli untuk mengurangi jarak dengan Inter dan memperkuat peluang meraih Scudetto.

Analisis taktik Conte menyoroti perubahan pola permainan setelah kebobolan awal melawan Parma. Ia menginstruksikan pemain untuk menyeimbangkan tekanan menyerang dengan kestabilan pertahanan, terutama menahan serangan balik lawan. Meski Napoli mencatat 37 umpan silang, efektivitasnya masih rendah, terbukti hanya menghasilkan satu gol. Conte berencana meningkatkan akurasi crossing dan memanfaatkan kecepatan sayap seperti Victor Osimhen untuk menciptakan peluang lebih tajam.

Secara statistik, kiper Parma Emil Audero mencatat 94 penyelamatan dalam 21 laga Serie A 2025/2026, menjadikannya penjaga gawang dengan penyelamatan terbanyak musim ini. Penampilan Audero menambah tantangan bagi serangan Napoli yang harus mengatasi pertahanan solid lawan.

Dengan tekanan dari media, persaingan di liga, dan harapan para pendukung, Antonio Conte berada pada persimpangan penting dalam kariernya. Keputusan untuk tetap berfokus pada Napoli dan menolak spekulasi seputar Azzurri menunjukkan dedikasi kuatnya terhadap proyek klub. Apabila Napoli mampu mengoptimalkan strategi dan mempertahankan konsistensi, mimpi Scudetto masih memiliki peluang untuk terwujud menjelang penutupan musim.