Rapor Debutan Indonesia di BAC 2026: Ubed & Raymond/Joaquin Tertahan, Ali/Devin Melaju ke Perempat Final

Liput – 10 April 2026 | Kejuaraan Asia Bulu Tangkis (BAC) 2026 yang berlangsung di Ningbo Olympic Sports Center, China, menyuguhkan rangkaian penampilan yang penuh dinamika bagi para debutan Indonesia. Dari lima wakil yang melaju ke perempat final, tiga pasangan muda harus mengakui kegagalan lebih awal, sementara satu pasangan ganda putra berhasil menembus babak empat besar, menambah harapan bagi timnas bulu tangkis tanah air.

Mohammad Zaki Ubaidillah, yang akrab disapa Ubed, tampil di nomor tunggal putra dan terhenti di babak 32 besar setelah menurunkan kemenangan pertama melawan Koki Watanabe dari Jepang dengan skor 21-15, 14-21, 18-21. Ubed mengakui bahwa perubahan momentum pada game kedua membuatnya kehilangan ritme, dan keputusan wasit pada bola yang diperdebatkan pada game penentuan turut mengganggu fokusnya. Ia menekankan pentingnya mental pantang menyerah, menyatakan bahwa lawan Jepang memiliki “rasa tidak mau kalah” yang kuat sehingga menjadi pelajaran berharga untuk meningkatkan konsistensi di pertandingan krusial.

Di sektor ganda putra, pasangan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin juga harus menelan kepahitannya di babak 32 besar. Menghadapi duo Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju, mereka terpaksa menyerah dengan skor 21-11, 15-21, 23-25. Raymond menilai kecepatan permainan lawan serta strategi drive yang cepat menjadi faktor penentu, sementara Nikolaus menambahkan bahwa perubahan tempo di game pertama – lawan yang justru memperlambat tempo – membuat mereka kesulitan membaca pola serangan. Kedua pemain mengakui bahwa pada game ketiga mereka tidak mampu mengendalikan poin-poin penentu, terutama pada setting point di mana mereka tidak pernah memimpin.

Sementara dua pasangan lainnya masih berjuang, pasangan ganda putra Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi berhasil menembus perempat final. Setelah mengalahkan wakil Thailand Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa‑Nga dalam laga yang menuntut stamina tinggi, mereka kini bersiap menghadapi pasangan peringkat satu dunia. Ali menyatakan bahwa persiapan fisik dan taktik khusus menjadi fokus utama, menambahkan bahwa pengalaman di babak 16 besar telah memperkuat kepercayaan diri mereka untuk menantang lawan elit.

Keberhasilan Ali/Devin tidak lepas dari performa kolektif tim Indonesia di turnamen ini. Ganda putri Indonesia mencatat prestasi gemilang, dengan pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum mengalahkan unggulan keempat tuan rumah Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dan pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menaklukkan wakil Korea Selatan Baek Ha‑na/Lee So‑hee dengan skor dua straight set. Di nomor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengukir kemenangan dramatis melawan wakil China Chen Bo Yang/Liu Yi (21‑17, 25‑23), menegaskan kedalaman kualitas pemain Indonesia di level ganda.

  • Ubed: Kalah 21‑15, 14‑21, 18‑21 vs Koki Watanabe (Jepang).
  • Raymond/Nikolaus: Kalah 21‑11, 15‑21, 23‑25 vs Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan).
  • Ali/Devin: Melaju ke perempat final, menunggu lawan peringkat satu dunia.
  • Rachel/Febi: Mengalahkan unggulan keempat tuan rumah.
  • Amallia/Fadia: Menang dua set melawan Korea Selatan.

Secara keseluruhan, rapor debutan Indonesia di BAC 2026 menampilkan dualitas antara kegagalan dan harapan. Meskipun dua pasangan ganda putra dan satu tunggal harus mengakui batasan pengalaman, mereka tetap menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran mental dan taktik. Di sisi lain, keberhasilan Ali/Devin serta dominasi ganda putri mengukuhkan posisi Indonesia sebagai kekuatan utama di panggung benua. Menatap ke depan, PBSI diharapkan dapat memanfaatkan pelajaran dari kekalahan Ubed dan Raymond/Nikolaus untuk memperkuat program pembinaan mental, sekaligus memberikan dukungan teknis bagi pasangan yang masih dalam proses menapaki jenjang internasional.