Liput – 09 April 2026 | Liverpool FC tengah berada di persimpangan penting menjelang akhir musim 2025/2026. Kabar kepergian Mohamed Salah yang akan meninggalkan Anfield pada musim panas mendatang memaksa manajemen Merseyside untuk mencari penerus yang mampu mengisi kekosongan di lini serang. Di sisi lain, klub Inggris ini juga harus mengatasi tekanan pada klasemen Premier League, terutama menjelang laga menegangkan melawan Fulham pada pekan ke-32.
Menurut laporan terbaru, Liverpool telah menaruh mata pada pemain sayap kiri muda asal Pantai Gading, Bazoumana Toure, yang saat ini berlabuh di TSG Hoffenheim. Toure, berusia 20 tahun, menonjol di Bundesliga dengan kecepatan luar biasa, kemampuan menembus pertahanan, dan kontribusi assist yang signifikan. Dalam 26 penampilan lintas kompetisi, ia berhasil mencatat sebelas assist serta dua gol. Kontraknya dengan Hoffenheim berlaku hingga 2029, namun Liverpool diperkirakan bersedia mengeluarkan sekitar 40 juta euro untuk merekrutnya, jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan tawaran untuk Yan Diomande dari RB Leipzig yang diperkirakan mencapai 100 juta euro.
Keunggulan Toure tidak hanya terletak pada statistik, melainkan juga pada penampilan internasionalnya bersama timnas Pantai Gading. Pada pertandingan persahabatan melawan Skotlandia (0-1) yang berlangsung di Stadion Goodison, ia menampilkan ketangguhan fisik dan kecepatan yang memukau para pencari bakat Liverpool. Di Piala Afrika, Toure mencatat tiga gol dalam tiga penampilan singkat sebagai pengganti, menambah nilai jualnya menjelang bursa transfer musim panas.
Sementara itu, kabar kepergian Mohamed Salah resmi dikuatkan oleh sang pemain sendiri. Dalam pernyataan singkat, Salah mengungkapkan bahwa ia akan mengakhiri masa baktinya di Liverpool pada akhir musim, meskipun sebelumnya memperpanjang kontrak hingga 2027. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi Liverpool untuk tetap bersaing di Liga Champions. Pilihan utama yang dibicarakan oleh manajemen adalah Michael Olise dari Bayern Munich, meski Bayern tampaknya enggan melepasnya dengan tawaran yang diperkirakan mencapai 200 juta euro.
Di tengah proses pencarian pengganti, Liverpool harus tetap fokus pada kompetisi domestik. Pada 11 April 2026, Liverpool akan menjamu Fulham di Anfield. Laga ini menjadi ujian penting mengingat Liverpool saat ini berada di posisi kelima klasemen dengan risiko kehilangan peluang Champions League jika tidak mengamankan poin. Fulham, yang dipimpin Marco Silva, baru saja mencatat kemenangan 3-1 atas Burnley dan menempati peringkat sembilan dengan 13 kemenangan dalam 31 pertandingan.
Analisis pra-pertandingan menunjukkan bahwa Liverpool tengah mengalami penurunan performa ofensif; hanya mencetak satu gol dalam tiga pertemuan terakhir. Cedera juga menjadi faktor krusial, dengan beberapa pemain kunci seperti Alisson Becker, Conor Bradley, Giovanni Leoni, Stefan Bajcetic, dan Wataru Endo absen. Di pihak Fulham, Kevin dan Kenny Tete juga diragukan kehadirannya. Namun, pemain muda Hugo Ekitike, yang telah mencetak 11 gol dan memberikan empat assist dalam 28 pertandingan liga, diprediksi menjadi ancaman utama di lini serang Liverpool.
Prediksi akhir dari para ahli memperkirakan Liverpool akan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 berkat keunggulan taktik yang diusung Arne Slot. Namun, catatan sejarah terbaru mengingatkan pada tekanan mental para pendukung. Seorang suporter Liverpool baru-baru ini dijuluki “penggemar paling sial” setelah timnya kalah dalam setiap pertandingan yang ia saksikan, menambah beban psikologis bagi klub dan pendukungnya.
Selain isu transfer dan performa, Liverpool juga mendapat sorotan media internasional setelah kekalahan telak melawan Paris Saint-Germain (PSG) yang dianggap menandakan kerentanan klub di kompetisi Eropa. Kritik tajam mengalir dari media nasional, menyebut Liverpool “khawatir” dan “terbagi” setelah duel melawan PSG yang memperlihatkan ketidaksiapan dalam menghadapi tekanan tinggi.
Keseluruhan, Liverpool berada dalam fase transisi yang menuntut keputusan strategis cepat. Pengganti Salah, baik itu Toure atau pemain lain, harus dapat menyesuaikan diri dengan intensitas Liga Premier. Di samping itu, kemampuan tim mengatasi cedera, memanfaatkan kedalaman skuad, dan mengembalikan kepercayaan pendukung menjadi faktor penentu keberhasilan musim ini. Dengan pertandingan melawan Fulham di depan mata, Liverpool memiliki kesempatan untuk mengukir kemenangan penting yang dapat mengembalikan momentum menuju akhir musim dan memastikan tempat di Liga Champions musim depan.