Liput – 09 April 2026 | Bali kembali mencetak sejarah pada tahun 2025 dengan kedatangan 7,05 juta wisatawan mancanegara, tercatat sebagai jumlah tertinggi sejak pulau ini mulai menjadi magnet pariwisata internasional. Total kunjungan, termasuk wisatawan domestik, mencapai 16,3 juta orang, menegaskan peran strategis pulau Dewata dalam perekonomian nasional.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyoroti kontribusi sektor pariwisata yang menyumbang sekitar 66 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan asumsi nilai tukar Rp16.500 per dolar AS, belanja wisatawan asing diperkirakan mencapai Rp176 triliun, lebih dari setengah devisa pariwisata Indonesia.
| Tahun | Wisatawan Asing (juta) | Total Wisatawan (juta) | Belanja Wisatawan Asing (Rp triliun) |
|---|---|---|---|
| 2025 | 7,05 | 16,3 | 176 |
Data terbaru dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2026, jumlah wisatawan domestik mencapai 963.313 orang, sementara wisatawan mancanegara tercatat 1.645.169 orang. Angka ini menegaskan tren pertumbuhan yang konsisten meski terdapat tantangan keamanan yang baru-baru ini menonjol.
Pada 9 April 2026, Kedutaan Besar Korea Selatan mengeluarkan travel warning yang menimbulkan keprihatinan di kalangan wisatawan Korea. Peringatan tersebut menyebut adanya peningkatan risiko kejahatan terhadap turis asing. Menanggapi, Kapolda Bali, Irjen Daniel Adityajaya, menegaskan pulau tetap aman. Ia menyampaikan bahwa selama periode Januari hingga April 2026, kasus kriminalitas yang melibatkan warga negara asing (WNA) turun 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut dipercepat oleh Operasi Sikat Agung yang dilaksanakan dari 28 Januari hingga 12 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, Polda Bali berhasil mengungkap 166 kasus kriminalitas dan menahan 181 tersangka, meliputi 77 kasus pencurian dengan pemberatan, 15 kasus pencurian dengan kekerasan, serta 89 kasus pencurian kendaraan bermotor. Selain itu, jaringan pencurian kendaraan bermotor yang beroperasi di Bali berhasil dibongkar, memperkuat rasa aman bagi wisatawan.
Untuk meningkatkan pengawasan, Polda Bali memperluas patroli di area wisata utama seperti Seminyak, Canggu, Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Sistem Cakrawasi, yang diluncurkan pada 13 Maret 2026, memungkinkan pemantauan real‑time terhadap pergerakan WNA melalui laporan hotel dan penginapan. Hotline 110 dengan layanan multibahasa 24 jam juga disediakan untuk memudahkan pelaporan gangguan keamanan.
Di samping upaya keamanan, Gubernur Koster menekankan perlunya percepatan infrastruktur. Beberapa proyek prioritas meliputi pembangunan underpass di Jimbaran, penyelesaian jalan nasional Pesanggaran‑Canggu, serta pengembangan jalan wisata Klungkung‑Karangasem. Rencana lain mencakup pembangunan jalan lingkar Bali Utara dan pelabuhan logistik di Karangasem dan Klungkung untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan penyeberangan utama.
Popularitas Bali di kalangan wisatawan Korea Selatan tetap tinggi. Berdasarkan survei dan observasi lapangan, lima destinasi paling diminati adalah Ubud, Nusa Penida, Canggu, Nusa Dua, dan Kintamani. Ubud menawarkan ketenangan dengan hutan tropis, sawah terasering, serta atraksi seperti Tegallalang Rice Terrace dan Sacred Monkey Forest Sanctuary. Nusa Penida menarik wisatawan yang mencari pemandangan dramatis, dengan spot ikonik Pantai Kelingking, Angel’s Billabong, dan Broken Beach. Canggu menjadi pilihan bagi yang menyukai gaya hidup modern, kafe estetis, dan beach club seperti Finns Beach Club. Nusa Dua dikenal sebagai kawasan premium yang cocok untuk honeymoon dan liburan keluarga, dengan resor mewah seperti The St. Regis Bali Resort. Kintamani, meski tidak dijelaskan detail dalam sumber, terkenal dengan pemandangan gunung berapi dan Danau Batur yang menawan.
Secara keseluruhan, meski ada peringatan perjalanan dari Korea Selatan, data kriminalitas yang menurun, operasi keamanan yang intensif, serta komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat infrastruktur menunjukkan Bali tetap menjadi destinasi yang aman dan menarik. Dengan rekam jejak kunjungan wisatawan yang terus memecahkan rekor, pulau ini berada di jalur pertumbuhan yang kuat, asalkan tantangan seperti abrasi pantai, kemacetan, krisis air bersih, dan sampah terus ditangani secara terintegrasi.
Ke depan, sinergi antara otoritas keamanan, pemerintah provinsi, dan pelaku industri pariwisata diharapkan dapat menjaga reputasi Bali sebagai destinasi dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan berkelanjutan.