Liput – 08 April 2026 | Alvira Nur Azizah, mahasiswa berusia 14 tahun 7 bulan, menjadi sorotan nasional setelah berhasil lolos seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 untuk program S1 Farmasi di Universitas Airlangga (Unair). Prestasinya mencatat rekor sebagai salah satu penerima beasiswa termuda yang pernah masuk jurusan Farmasi, sebuah program yang terkenal kompetitif dan menuntut standar akademik tinggi.
Berawal dari pendidikan taman kanak-kanah (TK) yang dimulai jauh lebih dini dibandingkan teman sebayanya, Alvira menunjukkan kecerdasan luar biasa. Ibu Alvira mengaku, anaknya sudah mampu memahami materi TK sehingga guru menolak usulan pengulangan kelas. Ketika mendaftar ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), pihak sekolah sempat terkejut melihat usia Alvira yang masih di bawah rata‑rata siswa. Kepala sekolah sempat mempertimbangkan agar Alvira mengulang kelas empat atau lima, namun pada akhirnya ia tidak diminta mengulang dan tetap melanjutkan pendidikan secara reguler.
Prestasi Alvira tidak berhenti di situ. Selama masa SMP, ia pernah mewakili sekolah dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang Matematika, menambah catatan prestasinya di bidang akademik. Setelah menamatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Farmasi Industri, ia memutuskan melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi dengan tujuan menjadi apoteker handal.
Keputusan untuk melanjutkan ke Unair didasari oleh reputasi fakultas farmasinya yang termasuk terbaik di Indonesia. “UNAIR adalah kampus impian saya karena memiliki program farmasi yang unggul,” ujar Alvira dalam pernyataan yang dikutip dari situs resmi universitas pada 7 April 2026. Ia menambahkan bahwa pilihan SNBP memungkinkan ia masuk tanpa harus mengikuti jalur seleksi mandiri yang biasanya memerlukan persiapan tambahan.
Rutinitas belajar Alvira menjadi contoh disiplin yang menginspirasi. Setiap pulang sekolah, ia istirahat sejenak sebelum memulai sesi belajar dari maghrib hingga pukul delapan malam. Ia menekankan bahwa waktu paling efektif untuk menyerap materi adalah sebelum tidur dan sesaat setelah bangun pagi. Berikut beberapa tips belajar yang ia bagikan:
- Ambil poin‑poin penting dari setiap materi, kemudian hafalkan secara bertahap.
- Manfaatkan waktu malam sebelum tidur untuk mereview catatan.
- Gunakan waktu pagi setelah bangun untuk mengulang kembali materi utama.
- Jaga konsistensi jadwal belajar agar otak terbiasa dengan ritme tertentu.
Meski bangga dengan pencapaiannya, Alvira mengakui ada rasa gugup menjelang perkuliahan. “Dunia kampus berbeda dengan sekolah, jadi saya sedikit nervous, namun saya yakin dapat beradaptasi dengan teman-teman dan lingkungan baru di Unair,” ujarnya dengan mantap.
Alvira juga menyampaikan pesan motivasi untuk teman‑teman sebayanya yang masih berjuang meraih beasiswa. Ia menekankan pentingnya semangat belajar, ketekunan, dan doa. “Jangan lupa berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan,” tuturnya dalam penutup wawancara.
Keberhasilan Alvira menyoroti pentingnya dukungan keluarga, kebijakan fleksibel sekolah, serta motivasi pribadi dalam mengatasi tantangan usia dini. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak pelajar di Indonesia yang bermimpi menembus batas tradisional usia dan prestasi akademik.
Dengan tekad kuat dan strategi belajar yang terstruktur, Alvira Nur Azizah kini siap menapaki jenjang pendidikan tinggi, mengukir prestasi lebih jauh, dan mewujudkan cita‑cita menjadi apoteker profesional yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia kesehatan.