Liput – 08 April 2026 | Golden State Warriors‘ star Stephen Curry kembali menjadi sorotan setelah mengakhiri kontrak dengan Under Armour pada November 2025 dan memulai “sneaker free agency” yang tak terduga selama musim 2025‑26. Selama periode tersebut, Curry mengenakan lebih dari 70 pasang sepatu, masing‑masing dipilih untuk menghormati pemain NBA, WNBA, serta merek‑merek sneaker global.
Menjelang akhir musim, Curry mengumumkan kerja sama dengan rumah lelang internasional Sotheby’s untuk mengadakan lelang daring semua sepatu yang ia pakai. Lelang akan dibuka 13‑28 April 2026, dengan seluruh hasil disumbangkan kepada Eat. Learn. Play. Foundation, yayasan amal yang ia dirikan bersama istrinya Ayesha. “Setiap pasang sepatu menceritakan sebuah kisah. Koleksi ini menangkap babak unik dalam karier saya selama tahun bebas agen,” kata Curry dalam pernyataan resmi.
Selain nilai filantropi, aksi Curry juga menimbulkan kegembiraan di kalangan penggemar sneaker. Ia tidak hanya memakai model ikonik seperti Air Jordan 12 “Flu Game” untuk menghormati Michael Jordan, tetapi juga menampilkan sepatu khusus pemain WNBA seperti Nike Sabrina 3 “By You” yang dirancang bersama Sabrina Ionescu. Bahkan ia sempat mengenakan sepatu tenis On THE ROGER Pro Fire, pertama kalinya sebuah sepatu tenis dipakai di lapangan NBA.
- 1. Nike Kobe 6 Protro “Mambacita Sweet 16” – dipakai pada malam pertama kebebasan agen, memperingati Kobe Bryant dan putrinya Gianna.
- 2. On THE ROGER Pro Fire – menandai kolaborasi lintas olahraga antara basket dan tenis.
- 3. Nike Sabrina 3 “By You” – model kustom yang menampilkan nomor 30 Curry dan mantra “ICDAT”.
- 4. Air Jordan 12 Retro “Flu Game” – penghormatan kepada Jordan pada pertandingan melawan Utah Jazz.
- 5. Nike Kobe Protro 4 “CHBL” – warna eksklusif China, dipakai saat Curry mencetak 48 poin melawan Portland Trail Blazers.
Keputusan Curry untuk mengoleksi dan memamerkan sepatu‑sepatu tersebut bukan sekadar aksi pemasaran. Ia menegaskan tujuan sosial: “Setiap dolar yang terkumpul akan mendukung Eat. Learn. Play, membantu anak‑anak di Oakland mendapatkan nutrisi, pendidikan, dan tempat bermain yang aman.”
Pertandingan terakhir Curry sebelum lelang juga menambah catatan positif. Pada 6 April 2026, ia mencetak 29 poin meski Warriors mengalami kekalahan 122‑115 dari Houston Rockets. Penampilan tersebut menegaskan bahwa meskipun berada dalam fase “free agency” sneaker, performa lapangan Curry tetap berada di puncak. Quinn Cook, mantan rekan tim, menyatakan, “Stephen Curry adalah point guard terbaik yang pernah ada. Kemampuannya mengatur tempo dan memimpin tim tak tertandingi.”
Pengaruh Curry melampaui statistik. Selama “sneaker free agency”, ia berkeliling Amerika mengenakan sepatu dari merek-merek seperti Nike, Jordan Brand, Adidas, Reebok, Li‑Ning, ANTA, New Balance, Puma, dan lainnya. Setiap pilihan menjadi narasi visual yang menghubungkan generasi pemain, menghormati legenda, serta mengangkat profil WNBA. Langkah ini mengukuhkan posisi Curry sebagai tokoh budaya pop yang memanfaatkan platformnya untuk menyebarkan pesan positif.
Lelang Sotheby’s diperkirakan menghasilkan nilai total antara tiga puluh hingga lima puluh juta dolar, mengingat beberapa pasang diperkirakan bernilai hingga 50.000 dolar masing‑masing. Selain menggalang dana, lelang ini juga menciptakan momentum baru dalam dunia koleksi sneaker sport, menginspirasi atlet lain untuk mengintegrasikan nilai sosial dalam koleksi pribadi mereka.
Dengan kombinasi prestasi di lapangan, dedikasi sosial, dan inovasi budaya, Stephen Curry terus menulis babak baru dalam sejarah NBA. Lelang sepatu yang akan datang bukan hanya tentang barang koleksi, melainkan tentang mengubah setiap langkahnya menjadi kontribusi nyata bagi generasi mendatang.