Wabup Badung Gelar Literasi Digital, Berikan Tips Aman Transaksi Online untuk UMKM

Liput – 22 April 2026 | Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, memimpin acara literasi digital yang diadakan pada Selasa, 21 April 2024, di Ruangan Kertha Gosana Puspem Badung. Acara ini diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Badung dan dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Pembangunan Bali, serta pelaku UMKM, siswa, dan mahasiswa setempat.

Dalam sambutannya, Wabup Badung menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menekankan bahwa program Sidi Kumbara bukan sekadar platform aplikasi, melainkan wujud semangat gotong‑royong digital yang bertujuan mempermudah promosi, mempercepat transaksi, dan menata keuangan secara rapi, tentunya dengan tetap memperhatikan keamanan.

“Literasi digital sangat penting, terutama bagi generasi Z, milenial, dan pelaku UMKM di Badung. Era cashless menuntut pengetahuan yang cukup agar tidak terjebak penipuan,” ujar Bagus Alit Sucipta. Ia menambahkan bahwa pemahaman tentang risiko transaksi online harus menjadi bagian integral dari proses digitalisasi.

Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, OJK Bali, dan Bank Pembangunan Bali yang menyampaikan materi tentang keamanan transaksi digital. Berikut beberapa poin penting yang disampaikan:

  • Verifikasi Identitas: Selalu pastikan bahwa situs atau aplikasi yang digunakan memiliki sertifikat SSL dan menampilkan ikon gembok pada bilah alamat.
  • Gunakan Password yang Kuat: Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Hindari penggunaan tanggal lahir atau nama yang mudah ditebak.
  • Aktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA): Fitur ini menambah lapisan keamanan dengan meminta kode verifikasi tambahan selain password.
  • Waspada Phishing: Jangan klik tautan atau membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal. Selalu periksa alamat email atau nomor telepon resmi.
  • Monitor Transaksi Secara Berkala: Periksa riwayat transaksi pada rekening bank atau dompet digital untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Selain itu, para ahli menyoroti pentingnya edukasi berkelanjutan. “Digitalisasi khususnya di sektor pembayaran merupakan sebuah keniscayaan. Namun, tanpa pemahaman yang memadai, manfaatnya dapat berubah menjadi risiko,” kata perwakilan OJK.

Wabup Badung juga menyoroti peran kolaboratif antara pemerintah, lembaga keuangan, dan komunitas digital. Ia berharap sinergi ini dapat memperkuat ekosistem digital UMKM Badung, sekaligus menjaga kearifan lokal Bali yang tetap lestari dalam proses modernisasi.

Ketua SMSI Badung, I Nyoman Sarmawa, mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Badung dan semua pihak yang berkontribusi. Ia menilai bahwa acara ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan upaya strategis untuk menyiapkan pelaku ekonomi daerah menghadapi tantangan digital di masa depan.

Acara diakhiri dengan sesi tanya‑jawab dimana peserta mengajukan pertanyaan seputar keamanan pembayaran online, cara mengoptimalkan platform Sidi Kumbara, serta langkah-langkah melaporkan transaksi mencurigakan. Semua pihak sepakat bahwa edukasi berkelanjutan dan peningkatan kesadaran digital menjadi kunci utama untuk mengurangi potensi penipuan.

Dengan keberhasilan acara literasi digital ini, diharapkan UMKM Badung dapat meningkatkan daya saingnya, memanfaatkan pasar digital secara optimal, dan tetap menjaga keamanan transaksi online. Langkah ini menjadi bagian penting dari visi pemerintah Kabupaten Badung untuk menjadikan daerah sebagai contoh sukses digitalisasi ekonomi yang berkelanjutan.