7 Fakta Mengejutkan Artemis II: Misi Berawak Pertama ke Bulan sejak 1972 yang Memecahkan Rekor Apollo

Liput – 10 April 2026 | NASA kembali menorehkan sejarah dengan peluncuran Artemis II, misi berawak pertama yang menargetkan orbit bulan sejak Apollo 13 pada 1970‑1972. Mengangkat harapan era baru penjelajahan luar angkasa, misi ini tidak hanya menandai kembalinya astronaut ke wilayah lunar, tetapi juga memperkenalkan teknologi canggih serta pencapaian rekam jejak yang melampaui era Apollo.

Awak Artemis II terdiri dari empat astronaut: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch dari Amerika Serikat, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada. Mereka memulai penerbangan pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida, dengan kapsul Orion yang diberi nama “Integrity”. Selama sepuluh hari, mereka mengelilingi bulan, melakukan pengamatan, dan kembali ke Bumi dengan pendaratan di Samudra Pasifik pada 10 April. Berikut tujuh fakta penting yang menonjol dari misi ini.

  1. Rekor Jarak Terjauh Manusia: Artemis II melampaui jarak terjauh yang pernah dicapai manusia, mencapai 452 km di atas permukaan Bumi, mengalahkan rekor 400,171 km yang ditetapkan oleh Apollo 13 pada 1970.
  2. Pengamatan Totalitas Bulan yang Langka: Dari dalam kapsul Orion, awak menyaksikan totalitas matahari oleh bulan selama hampir 54 menit—durasi yang jauh lebih lama dibandingkan totalitas yang dapat dilihat dari permukaan Bumi.
  3. Foto-foto Eksklusif Sisi Jauh Bulan: NASA merilis gambar pertama sisi jauh bulan yang tidak pernah terlihat dari Bumi, termasuk close‑up kawah Vavilov di tepi cekungan Hertzsprung, cekungan Orientale dengan lava purba, serta wilayah tepi timur Cekungan Kutub Selatan‑Aitken yang menampilkan batas antara siang dan malam.
  4. Uji Coba Sistem Deep‑Space: Misi ini berfungsi sebagai platform uji coba kritis untuk sistem pendukung kehidupan, navigasi, dan komunikasi yang diperlukan dalam eksplorasi luar angkasa dalam (deep‑space) menuju misi Artemis III dan seterusnya.
  5. Keberadaan Astronaut Wanita Pertama di Bulan: Christina Koch menjadi astronaut wanita pertama yang akan mengorbit bulan, menandai langkah signifikan bagi representasi gender dalam program luar angkasa.
  6. Kolaborasi Internasional: Kehadiran astronaut Kanada Jeremy Hansen menegaskan kerjasama lintas‑nasional dalam program Artemis, membuka pintu bagi partisipasi lebih luas di masa depan.
  7. Penggunaan Teknologi Orion Terbaru: Kapsul Orion dilengkapi dengan jendela observasi berukuran besar yang memungkinkan pengambilan foto Bumi berwarna biru redup serta permukaan bulan bertekstur, memperkaya data ilmiah dan visual untuk publik.

Selama fase kembali ke Bumi, foto-foto yang diabadikan pada 6 April menampilkan Bumi biru dengan awan putih di balik siluet bulan berkerut, serta menyoroti kawah Ohm dengan tepi bertingkat dan dasar datar. NASA menegaskan bahwa foto-foto ini tidak hanya bersifat estetis, melainkan memberikan wawasan geologi penting tentang pembentukan kawah serta aktivitas vulkanik kuno di bulan.

Artemis II juga berperan sebagai batu loncatan bagi misi Artemis III, yang dijadwalkan meluncur pada 2027 dengan tujuan pendaratan manusia di kutub selatan bulan. Keberhasilan Artemis II memberikan konfirmasi bahwa sistem berawak dapat beroperasi secara stabil dalam lingkungan deep‑space, menyiapkan landasan bagi kehadiran manusia yang berkelanjutan di lunar.

Dengan pencapaian rekaman jarak terjauh, foto sisi jauh bulan, serta partisipasi astronaut internasional, Artemis II menegaskan kembali komitmen NASA untuk menjelajahi ruang angkasa lebih jauh lagi. Keberhasilan misi ini tidak hanya menambah babak baru dalam sejarah penjelajahan luar angkasa, tetapi juga menginspirasi generasi berikutnya untuk menatap bintang.