Liput – 08 April 2026 | NASA kembali mencetak sejarah dengan misi berawak Artemis II, yang tidak hanya menandai perjalanan manusia terjauh dari Bumi sejak era Apollo, tetapi juga menjadi panggung eksklusif bagi teknologi konsumen terdepan. Setiap anggota kru Orion—Reid Wiseman, Victor Glover, dan dua astronot lainnya—dilengkapi dengan iPhone 17 Pro Max, sekaligus peralatan fotografi profesional seperti GoPro HERO 4 Black, Nikon D5, dan Nikon Z9. Kombinasi ini memungkinkan mereka mengabadikan momen-momen langka di ruang angkasa dengan kualitas yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Selama fase flyby akhir, ketika Orion mendekati permukaan Bulan untuk melontarkan kapsul kembali ke Bumi, Wiseman terlihat memanfaatkan kamera live streaming iPhone-nya untuk memotret kawah Chebyshev dengan perbesaran 8×. Lampu kabin dimatikan total untuk menghindari pantulan, sehingga hasil foto menampilkan detail tepi kawah yang tajam. Foto tersebut masih belum dipublikasikan secara resmi, namun NASA menjanjikan rilis dalam beberapa hari mendatang melalui situs resmi dan akun Flickr mereka.
Selain foto detail permukaan Bulan, kru juga berhasil mengabadikan dua fenomena astronomi yang sangat jarang terlihat dari perspektif lunar: gerhana matahari total dan “Earthset”—pemandangan Bumi terbenam di balik horizon Bulan. Victor Glover menggambarkan gerhana matahari total yang berlangsung selama sekitar 53 menit, menyoroti corona matahari yang bersinar melingkari tepi bulan. Sementara itu, foto Earthset menampilkan Bumi setengah gelap dengan awan berputar di atas wilayah Australia dan Oseania, serta kawah Ohm yang tampak bertepi bertingkat.
Penggunaan iPhone 17 Pro Max dalam konteks ini menandai kolaborasi pertama antara Apple dan misi luar angkasa berawak yang melibatkan perangkat konsumen dalam operasi kritis. Apple menyatakan bahwa iPhone 17 Pro Max telah melewati serangkaian uji ketahanan khusus, termasuk radiasi kosmik, suhu ekstrem, dan getaran selama peluncuran. Kamera utama 48 MP dengan sensor LiDAR diklaim mampu menangkap kontras tinggi meski dalam kondisi cahaya minim, sementara mode ProRAW memberikan fleksibilitas pasca‑pemrosesan bagi ilmuwan dan desainer grafis NASA.
Berbagai foto yang dihasilkan—dari gambar close‑up kawah Chebyshev hingga panorama luas gerhana matahari—akan diunggah ke repositori publik NASA. Data visual ini tidak hanya berfungsi sebagai materi edukasi bagi publik, tetapi juga membantu ilmuwan memetakan struktur geologis Bulan dengan resolusi yang lebih tinggi. Misalnya, detail tekstur pada dinding kawah Chebyshev dapat memberikan petunjuk tentang komposisi material lunak yang terbentuk setelah tumbukan meteorit.
- Perangkat utama: iPhone 17 Pro Max (48 MP, LiDAR, ProRAW)
- Perlengkapan tambahan: GoPro HERO 4 Black, Nikon D5, Nikon Z9
- Foto utama: Kawah Chebyshev (8×), Gerhana Matahari Total, Earthset
- Pengujian: Ketahanan radiasi, suhu -150 °C hingga +120 °C, getaran peluncuran
Keseluruhan, keberhasilan Artemis II dalam menggabungkan eksplorasi luar angkasa dengan teknologi konsumen menunjukkan arah baru bagi misi-misi masa depan. Dengan data visual yang kaya, baik komunitas ilmiah maupun publik dapat menikmati perspektif unik yang sebelumnya hanya dapat diakses oleh fotografer profesional. Ke depannya, diharapkan lebih banyak kolaborasi serupa, memperluas batas antara hiburan, pendidikan, dan pengetahuan ilmiah.