Liput – 12 April 2026 | Presiden Moldova, Maia Sandu, menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) penarikan diri negara itu dari Commonwealth of Independent States (CIS) pada Kamis, 9 April 2026. Tindakan ini menandai puncak proses yang telah dimulai sejak Januari 2026, ketika parlemen Moldova mulai memfinalisasi pembatalan semua persetujuan dalam CIS. Penandatanganan tersebut sekaligus menegaskan penolakan Moldova terhadap kesepakatan yang selama ini diatur oleh blok yang dipimpin Rusia.
Keputusan itu tidak lepas dari konteks geopolitik regional pasca invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sejak saat itu, Moldova menangguhkan partisipasinya dalam CIS, menilai keanggotaan tersebut tidak memberikan manfaat ekonomi signifikan. Mayoritas perdagangan Moldova kini mengalir melalui hubungan bilateral dengan Uni Eropa, sehingga ketergantungan pada jaringan CIS dianggap semakin usang. Langkah ini selaras dengan ambisi pemerintah Chisinau untuk mempercepat proses integrasi ke Uni Eropa.
Secara historis, Moldova mengikuti jejak dua negara tetangga yang juga keluar dari CIS: Ukraina, yang resmi mengakhiri keanggotaannya pada 2018 setelah aneksasi Krimea, dan Georgia, yang meninggalkan blok pada 2009 setelah perang singkat dengan Rusia pada 2008. Kedua contoh tersebut menjadi referensi bagi pembuat kebijakan Moldova dalam menilai konsekuensi politik dan ekonomi dari pengunduran diri.
Selain aspek politik, pemerintah Moldova juga mengumumkan rencana gugatan hukum terhadap Rusia. Menteri Luar Negeri, Mihai Popsoi, menjelaskan bahwa Moldova akan menuntut Rusia atas kerusakan infrastruktur energi yang disebabkan oleh serangan, serta pencemaran Sungai Dniester. Meskipun Popsoi mengakui peluang keberhasilan yang terbatas, ia menegaskan pentingnya tindakan hukum sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepatuhan pada hukum internasional.
Langkah ini menuai kritik dari oposisi pro‑Rusia, terutama mantan presiden Vladimir Voronin, yang memperingatkan risiko ekonomi bagi warga Moldova, terutama mereka yang bekerja di Rusia. Voronin menilai penarikan diri dari CIS dapat memperumit hubungan kerja lintas batas dan menurunkan arus investasi dari negara‑negara anggota CIS. Pemerintah, bagaimanapun, menegaskan bahwa manfaat jangka panjang dari integrasi dengan UE lebih besar daripada potensi kerugian jangka pendek.
Sejumlah kebijakan tambahan juga memperkuat arah baru Moldova. Pada Februari 2026, Pusat Kebudayaan Rusia di Chisinau ditutup setelah insiden pelanggaran wilayah udara oleh drone Rusia. Penutupan ini menandakan penurunan hubungan budaya yang sebelumnya dijaga melalui kerjasama CIS.
- Penandatanganan RUU penarikan diri: 9 April 2026
- Proses hukum terhadap Rusia: dimulai April 2026
- Penutupan Pusat Kebudayaan Rusia: Februari 2026
- Target integrasi UE: jangka menengah
Kesimpulannya, keputusan Moldova untuk keluar dari CIS menegaskan pergeseran geopolitik yang signifikan di wilayah Eropa Timur. Dengan menolak pengaruh Rusia dan menatap ke arah Uni Eropa, Moldova berupaya memperkuat kedaulatan ekonomi dan politiknya. Meskipun terdapat tantangan, terutama dari pihak oposisi yang khawatir akan dampak ekonomi, langkah ini dipandang sebagai upaya proaktif untuk menyesuaikan diri dengan realitas keamanan dan perdagangan pasca‑konflik regional. Keberhasilan kebijakan ini akan sangat dipengaruhi pada kemampuan Moldova mengamankan dukungan finansial dan teknis dari Uni Eropa serta menavigasi hubungan bilateral dengan Rusia yang kini semakin tegang.