Liput – 06 April 2026 | Sabtu (04/04/2026) malam, Real Madrid menelan kekalahan mengejutkan 1-2 di hadapan tuan rumah Mallorca dalam laga pekan ke-30 La Liga di Stadion Son Moix. Gol pembuka dicetak oleh pemain Mallorca pada menit awal, diikuti oleh gol balasan Real Madrid, namun gol penentu dari Mallorca pada menit akhir mengamankan tiga poin penting bagi tim asal Pulau Balear.
Kekalahan ini menambah tekanan pada Los Blancos yang kini berada di posisi kedua klasemen dengan 69 poin, tertinggal tujuh poin dari pemuncak Barcelona yang telah mengumpulkan 79 poin setelah menang 2-1 atas Atletico Madrid pada hari yang sama. Mallorca, yang berjuang di zona aman, naik menjadi peringkat ke-17 dengan total 31 poin.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, mengakui bahwa hasil tersebut memperberat situasi timnya. “Jelas situasinya menjadi lebih sulit dibandingkan sebelum pertandingan dimulai,” ujar Arbeloa dalam konferensi pers pasca laga. Ia menekankan pentingnya fokus pada delapan pertandingan tersisa dan menegaskan tujuan utama tetap memenangkan semua laga yang belum dimainkan.
Menurut Arbeloa, kegagalan pada babak kedua disebabkan oleh kurangnya tekanan efektif di zona pertahanan lawan. “Kami tidak mampu menekan lawan secara efektif di area pertahanan Mallorca. Ada kecemasan karena kondisi kami yang tertinggal, dan seharusnya ada kesabaran yang harus kami tunjukkan,” tambahnya. Ia juga menyoroti performa Kylian Mbappe yang kembali menjadi starter setelah absen 42 hari, namun tidak mampu menggerakkan permainan secara maksimal.
Analisis taktik menunjukkan bahwa Mallorca menyusun rencana khusus untuk mengeksploitasi kelemahan Mbappe, terutama dalam hal pressing rendah. Data dari Diario SPORT dan Cadena SER mengindikasikan bahwa Mbappe memiliki kontribusi pressing di bawah rata-rata tim, memberikan ruang bagi pemain Mallorca untuk menguasai sisi kanan lapangan dan menciptakan serangan berulang. Dengan menargetkan area tersebut, Mallorca berhasil menempatkan Maffeo dalam posisi bebas yang menghasilkan gol penentu.
- Kekurangan pressing Mbappe memberi ruang bagi lawan.
- Mallorca memanfaatkan kelebihan sisi kanan untuk membongkar lini tengah Madrid.
- Real Madrid gagal menyesuaikan taktik selama pertandingan.
Berikut ringkasan poin klasemen sebelum dan sesudah pertandingan:
| Tim | Poin Sebelum | Poin Sesudah |
|---|---|---|
| Real Madrid | 69 | 69 |
| Barcelona | 76 | 79 |
| Mallorca | 30 | 31 |
Reaksi media tidak kalah tajam. Tomas Roncero, wakil petinggi redaksi harian AS, menyatakan bahwa Real Madrid “sudah kehilangan La Liga” dan menyoroti kehilangan semangat kompetitif serta kurangnya kepemimpinan di lapangan. Ia menyoroti peran Federico Valverde sebagai contoh pemain yang masih menunjukkan karakter kepemimpinan, namun menekankan perlunya sosok lain yang dapat menggerakkan tim secara kolektif.
Ke depannya, Real Madrid harus mengoptimalkan delapan laga tersisa, termasuk laga krusial melawan Bayern Munchen di fase grup Liga Champions. Arbeloa menegaskan bahwa fokus harus tetap pada peningkatan kualitas permainan, baik secara defensif maupun ofensif, serta menuntut pemain memberikan usaha 200 persen di setiap pertandingan.
Secara keseluruhan, kekalahan dari Mallorca menandai titik balik bagi Real Madrid dalam perburuan gelar. Dengan selisih poin yang semakin melebar, tekanan pada pemain dan staf teknis semakin besar. Bagaimana tim asuhan Arbeloa mampu bangkit dan mengembalikan performa akan menjadi sorotan utama dalam beberapa minggu ke depan.