Feyenoord Gagal Menang, PSV Raih Gelar Eredivisie ke-3 Berturut-turut

Liput – 06 April 2026 | Rotterdam, 5 April 2026 – Persaingan tajam di puncak klasemen Eredivisie berakhir dengan kepastian yang mengejutkan bagi pendukung Feyenoord. Pada Minggu sore, Feyenoord hanya mampu menahan imbang 0-0 melawan Volendam di Stadion Kras Stadion, sementara rival sekutu mereka, PSV Eindhoven, mengamankan kemenangan 4-3 atas Utrecht pada Sabtu lalu. Dengan hasil tersebut, PSV mengukuhkan gelar juara Liga Belanda untuk ketiga kalinya secara beruntun dan menyegel keunggulan 17 poin yang tak dapat ditembus oleh Feyenoard dengan lima putaran pertandingan tersisa.

Keputusan pertandingan melawan Volendam mempertegas kegagalan Feyenoord dalam menambah poin kritis. Tim asuhan Arne Slot menelan tekanan berat sejak menit-menit awal ketika Volendam menampilkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Meskipun beberapa peluang tercipta, terutama melalui tendangan silang dari Orkun Kökçü yang hampir berujung gol lewat kepala, kiper Volendam, Maarten Stekelenburg, tampil gemilang menahan setiap percobaan.

Di sisi lain, PSV menunjukkan performa menyerang yang mengesankan melawan Utrecht. Empat gol yang dicetak, termasuk dua gol cepat dari striker muda Donyell Malen, menambah jarak mereka di klasemen. Kemenangan tersebut menegaskan konsistensi PSV sejak awal musim, mengukir 27 gelar juara domestik, termasuk tiga kali berturut-turut sejak 2024.

Sementara sorotan utama tetap pada keputusan gelar, insiden lain mencuri perhatian publik. Mantan kapten Belanda, Robin van Persie, baru-baru ini mendapat reaksi keras dari para pendukungnya sendiri ketika mereka menyanyikan “shame on you” selama sesi foto bersama tim. Van Persie, yang kini berperan sebagai konsultan taktik di Feyenoord, menanggapi dengan tenang, menyatakan bahwa kritik tersebut menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk memperbaiki penampilan di sisa musim.

Berikut adalah tabel klasemen sementara setelah putaran ke-27:

Pos Tim Poin
1 PSV Eindhoven 79
2 Feyenoord Rotterdam 62
3 Ajax Amsterdam 58

Dengan selisih poin yang lebar, Feyenoord kini harus mengandalkan kemenangan konsisten di lima laga terakhir untuk menutup jarak, sebuah tugas yang tampak semakin berat mengingat performa menyerang mereka yang belum kembali pada level optimal. Analisis taktik menunjukkan bahwa sistem permainan yang mengandalkan pressing tinggi belum dapat menahan serangan balik lawan, terutama bila lini pertahanan tengah masih belum menemukan keseimbangan.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa musim ini menjadi titik balik bagi Feyenoord. Jika mereka tidak mampu mengoptimalkan strategi dan memanfaatkan potensi pemain muda seperti Mohamed Ihattaren serta pengganti yang handal di posisi sayap, peluang mereka untuk mengganggu dominasi PSV akan semakin kecil. Di sisi lain, PSV diprediksi akan melanjutkan dominasi mereka, mengingat kedalaman skuad dan kepemimpinan pelatih Ruud van Nistelrooy yang telah terbukti efektif.

Kesimpulannya, gelar Eredivisie 2025/2026 kini berada di tangan PSV Eindhoven, sementara Feyenoord harus menghadapi realita bahwa jarak poin yang luas menuntut perubahan drastis dalam pendekatan taktik dan mentalitas tim. Fans Feyenoord diharapkan tetap mendukung tim dengan harapan bahwa sisa pertandingan dapat menjadi ajang pembuktian diri dan memicu kebangkitan kembali di musim berikutnya.