Drama di Eerste Divisie: Persaingan Sengit, Kontroversi Paspor, dan Langkah Tim Muda Belanda

Liput – 19 April 2026 | Musim 2025/2026 Eerste Divisie semakin menegangkan dengan persaingan ketat antara klub-klub ambisius yang berjuang meraih promosi ke Eredivisie. Di tengah sorotan publik, beberapa kisah menarik muncul, mulai dari penampilan gemilang pemain naturalisasi Indonesia hingga polemik paspor yang melibatkan klub-klub besar Belanda.

Sabtu malam, Willem II berhasil mengalahkan Jong AZ dengan skor 2-1 di Stadion Willem II. Gol penentu datang dari Nathan Tjoe-A-On, bek naturalisasi Indonesia yang sebelumnya sempat menjadi sorotan karena masalah paspor. Tjoe-A-On mencetak gol pada menit ke-67 setelah menerima umpan silang dari gelandang tengah, lalu mengamankan kemenangan dengan tembakan jarak jauh pada menit ke-82. Penampilan defensif tim juga solid, membatasi Jong AZ hanya mencetak satu gol pada menit ke-55.

  • Willem II: 2 gol (Tjoe-A-On 67′, 82′)
  • Jong AZ: 1 gol (menit ke-55)
  • Penguasaan bola: Willem II 58% vs Jong AZ 42%
  • Tembakan tepat sasaran: Willem II 6, Jong AZ 4

Statistik menunjukkan bahwa pertahanan Willem II kembali menunjukkan ketangguhan, terutama dalam duel udara dimana mereka memenangkan 12 dari 15 duel. Kemenangan ini menempatkan Willem II pada posisi ke-3 klasemen Eerste Divisie, menambah tekanan pada klub-klub lain yang masih berjuang.

Sementara itu, di tingkat tertinggi Eredivisie, kiper PSV Eindhoven, Nick Olij, masih berada di bawah bayang-bayang posisi cadangan. Olij, yang dibeli dengan biaya tiga juta euro dari Sparta Rotterdam pada musim panas lalu, belum mencatat satu menit pun bermain untuk tim utama. Namun, pada Kamis mendatang, ia dijadwalkan memulai pertandingan melawan PEC Zwolle, memberi harapan bahwa ia akhirnya akan mendapatkan debut yang lama ditunggu.

Olij mengaku merasa siap: “Saya selalu siap untuk bermain, dan hari ini saya akan membuktikan diri di lapangan.” Pernyataan ini menambah antisipasi para pendukung PSV yang menantikan kontribusi baru di lini pertahanan.

Di sisi lain, kontroversi paspor pemain naturalisasi Indonesia kembali mencuat lewat kasus NAC Breda. Klub yang kini berlaga di Eerste Divisie mengajukan banding setelah kekalahan 0-6 melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026. Permasalahan muncul ketika bek Go Ahead Eagles, Dean James, yang telah dinaturalisasi menjadi warga Indonesia, ternyata tidak memiliki izin kerja yang sah di Belanda. Kasus serupa melibatkan Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner, dan Tim Geypens, yang semuanya harus menunggu keputusan KNVB.

KNVB akhirnya memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran hukum, sehingga pemain-pemain tersebut dapat kembali berlatih dan bermain. Namun, permintaan NAC Breda untuk mengulang pertandingan ditolak, memicu kemarahan klub-klub Eredivisie seperti Ajax, Feyenoord, dan FC Twente yang menilai tindakan NAC tidak sportif.

Polemik ini menyoroti tantangan administratif yang dihadapi pemain naturalisasi dalam kompetisi Belanda, serta dampaknya pada dinamika kompetisi Eerste Divisie. Jika regulasi tidak diselaraskan, klub-klub di divisi kedua dapat kehilangan pemain kunci, mempengaruhi persaingan promosi.

Secara keseluruhan, Eerste Divisie kini berada pada persimpangan penting. Dengan persaingan ketat di papan atas, penampilan menonjol pemain seperti Tjoe-A-On, serta isu-isu non-teknis seperti paspor, liga ini menjadi laboratorium bagi kebijakan sepak bola Belanda. Para pengamat memprediksi bahwa klub-klub yang mampu mengelola aspek administratif sekaligus menampilkan performa konsisten akan menjadi kandidat kuat promosi ke Eredivisie musim depan.

Ke depan, perhatian akan tertuju pada debut Nick Olij di PSV serta keputusan akhir mengenai kasus paspor yang masih menggantung. Bagaimana klub Eerste Divisie menanggapi tantangan ini akan menjadi penentu utama dalam menentukan peta persaingan Liga Belanda dua tahun ke depan.