Liput – 16 April 2026 | RATCHABURI, Thailand – Pada Rabu sore, 15 April 2026, Tim Nasional Putri Indonesia berhasil mengamankan peringkat ketiga pada turnamen FIFA Series Women 2026 setelah mengalahkan tim Kaledonia Baru dengan skor akhir 4-2. Pertandingan perebutan tempat ketiga berlangsung di Ratchaburi Stadium (juga dikenal sebagai Dragon Solar Park), dan menampilkan penampilan gemilang dari penyerang muda Sheva Imut serta kontribusi penting pemain lainnya.
Sejak menit pertama, Indonesia menunjukkan pola serangan yang agresif. Meskipun belum tercipta peluang berbahaya pada menit-menit awal, Claudia Scheunemann sudah aktif menekan pertahanan lawan. Pada menit kelima, serangan Indonesia dipatahkan, dan pada menit keenam tendangan Scheunemann berhasil ditangkap kiper Kaledonia Baru. Kedua tim saling menyerang, namun gawang tetap terkunci hingga pertengahan babak pertama.
Gol pertama Indonesia tercipta pada menit ke-19 melalui Emily Nahon. Memanfaatkan umpan sudut, Nahon berhasil menurunkan badan dan menempelkan bola ke dalam gawang, memberikan keunggulan 1-0 bagi Garuda Pertiwi. Tak lama berselang, pada menit ke-28, Sheva Imut menambah keunggulan dengan tendangan jarak jauh yang melengkung ke pojok kiri atas gawang lawan, menjadikan skor 2-0. Gol tersebut menegaskan peran penting Sheva sebagai ancaman utama dalam serangan Indonesia.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan 2-0 bagi Indonesia. Pertahanan yang dipimpin oleh Iris De Rouw dan penjaga gawang lainnya berhasil menahan serangan balasan Kaledonia Baru, yang belum mampu menyamakan kedudukan.
Memasuki babak kedua, Indonesia meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-52, Sheva Imut kembali menunjukkan ketajamannya dengan aksi individu cepat di sisi kanan lapangan, menghasilkan gol kedua bagi dirinya (brace). Gol ini menegaskan dominasi Indonesia dengan skor 3-0. Empat menit kemudian, pada menit ke-58, Claudia Scheunemann menambah gol keempat Indonesia lewat tembakan keras yang meluncur lurus ke sudut gawang, mengukuhkan keunggulan 4-0.
Kaledonia Baru berusaha bangkit pada menit ke-60 melalui gol dari Julia Honakoko, yang memperkecil selisih menjadi 4-1. Upaya mereka tidak berhenti di situ; pada menit ke-80, pemain bek Kaledonia Baru mencetak gol kedua lewat tendangan mendatar ke sudut kanan atas, menutup skor akhir menjadi 4-2. Meskipun demikian, Indonesia berhasil menahan tekanan hingga peluit akhir, memastikan posisi ketiga pada turnamen bergengsi tersebut.
Pelatih asal Jepang, Satoru Mochizuki, mengapresiasi performa timnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi taktik serta semangat juang yang ditunjukkan oleh para pemain, terutama Sheva Imut yang menjadi figur kunci dalam kemenangan ini. “Kami bangga dengan kerja keras seluruh skuad. Sheva menunjukkan kualitas individu yang luar biasa, namun kemenangan ini hasil kerja tim yang solid,” ujar Mochizuki dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Susunan pemain Indonesia dalam laga tersebut meliputi: Iris De Rouw; Gea Yumanda (Remini 46′), Vivi Oktavia, Allya Afianti, Emily Nahon; Helsya Maeisyaroh, Viny Silfianus (Nafeeza Nori 61), Rosdillah Nurrohmah (Isa 46′), Sheva Imut; Claudia Scheunemann, Shifana Nadhifa (Aulia 46′). Sementara Kaledonia Baru menurunkan susunan yang tidak diungkap secara lengkap dalam laporan resmi.
Kemenangan 4-2 ini menandai pencapaian penting bagi Timnas Putri Indonesia, yang terus mengukir prestasi di kancah internasional. Penampilan gemilang Sheva Imut, yang mencetak tiga gol (brace plus satu gol tambahan), menegaskan posisinya sebagai bintang muda yang patut diperhitungkan. Di samping itu, kontribusi Emily Nahon dan Claudia Scheunemann menunjukkan kedalaman skuad yang mampu memberikan dampak signifikan dalam kompetisi.
Keberhasilan meraih posisi ketiga di FIFA Series 2026 diharapkan dapat memperkuat motivasi tim jelang kompetisi berikutnya, termasuk kualifikasi Piala Dunia Wanita 2026. Selain itu, pencapaian ini memberikan dorongan positif bagi pengembangan sepak bola wanita di Indonesia, meningkatkan eksposur media, dan menarik dukungan lebih luas bagi program pembinaan pemain muda.
Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola putri Indonesia di panggung dunia. Dengan dukungan pelatih, staf, dan suporter, Garuda Pertiwi menunjukkan bahwa mereka siap bersaing dan meraih prestasi lebih tinggi di masa depan.