Liput – 15 April 2026 | Babak kembali perempat final UEFA Europa Conference League 2025/26 menjanjikan aksi dramatis, dengan dua laga menegangkan yang akan digelar pada hari Kamis, 16 April 2026. Di satu sisi, AEK Athens menyambut Rayo Vallecano di OPAP Arena, sementara di sisi lain AZ Alkmaar menanti Shakhtar Donetsk di AFAS Stadion. Kedua tim berada dalam posisi terdesak, masing-masing harus mengejar selisih tiga gol untuk tetap hidup di kompetisi.
AEK Athens masuk ke laga leg kedua dengan beban tiga gol setelah kehilangan 0-3 di Stadion Vallecas. Meski demikian, sang tuan rumah memiliki catatan kuat di kandang, dengan lima kemenangan dari tujuh pertandingan Conference League di rumah musim ini. Marko Nikolić, pelatih AEK, menekankan pentingnya memanfaatkan keunggulan lapangan dan mengingatkan bahwa klub pernah menorehkan remontada legendaris pada 1976/77 ketika mengalahkan Queens Park Rangers lewat adu penalti setelah tertinggal tiga gol.
Rayo Vallecano, yang berada di urutan ke-13 klasemen La Liga dengan tiga poin di atas zona degradasi, berharap dapat mengulangi performa impresifnya di laga pertama. Tim Spanyol ini mencatat kemenangan tiga poin di fase grup dan berhasil menembus babak 16 besar dengan mengalahkan Samsunspor 3-2. Meskipun baru saja mengalami kekalahan 0-3 di luar rumah melawan Mallorca, Rayo masih memiliki rekor solid di Conference League dengan hanya satu kekalahan dari lima pertandingan tandang.
Berikut perkiraan susunan pemain kedua tim di OPAP Arena:
| AEK Athens | Rayo Vallecano |
|---|---|
| Strakosha | Batalla |
| Rota, Moukoudi, Relvas | Ratiu, Lejeune, Felipe, Chavarria |
| Pilios | Lopez, Ciss |
| Koita, Pineda, Marin, Pereyra | Akhomach, Palazon, Garcia |
| Gacinovic, Varga | De Frutos |
Namun, AEK harus berjuang tanpa kaptennya Petros Mantalos yang cedera otot di babak pertama, serta Luka Jović yang absen karena skorsing. Di sisi Rayo, beberapa pemain seperti Randy Nteka dan Abdul Mumin tidak terdaftar di skuad Conference League, sehingga pilihan pemain terbatas.
Sementara itu, di Belanda, AZ Alkmaar bertekad mengubah nasib setelah menelan kekalahan 0-3 di Krakow melawan Shakhtar Donetsk. Pelatih Lee Roy Echteld menyoroti kemenangan 3-0 melawan Heerenveen sebagai inspirasi, mengingat timnya telah mencatat tujuh kemenangan beruntun di AFAS Stadion, tiga di antaranya dengan selisih tiga gol atau lebih.
Shakhtar Donetsk, yang berada di posisi kedua klasemen Premier Liga Ukraina, memasuki laga kedua dengan keunggulan tiga gol berkat gol cepat Pedrinho serta brace Alisson Santana. Rekor tandang mereka di Conference League sangat mengesankan: lima kemenangan beruntun dan tak terkalahkan dalam delapan pertandingan (W6, D2). Mereka mengandalkan soliditas pertahanan yang telah membantu mereka mempertahankan selisih tiga gol di semua pertemuan sebelumnya.
Perkiraan susunan pemain AZ Alkmaar di AFAS Stadion:
| AZ Alkmaar | Shakhtar Donetsk |
|---|---|
| Goalkeeper (nama tidak disebut) | Goalkeeper (nama tidak disebut) |
| Backline (3-4-3 atau 4-2-3-1) | Backline |
| Troy Parrott, Sven Mijnans | Pedrinho, Alisson Santana |
| Kees Smit (midfielder) | Arda Turan (coach) |
AZ menghadapi beberapa masalah cedera; Peer Koopmeiners, Jizz Hornkamp, dan Denso Kasius masih dirawat. Meski begitu, kehadiran talenta muda Kees Smit menjadi faktor penting. Smit, yang baru berusia 20 tahun, telah menjadi sorotan Eropa berkat performa gemilangnya di Eredivisie dan penampilan mengesankan di babak grup Conference League. Statistiknya menunjukkan rata‑rata akurasi operan 87,8% dengan kontribusi 61 peluang penciptaan, menjadikannya penggerak utama serangan AZ.
Kedua laga leg kedua ini tidak hanya menentukan siapa yang melaju ke semifinal pertama Conference League sejak 1976/77 bagi AEK, dan pertama kalinya bagi AZ sejak 2019/20 Europa League. Kedua tim harus mengadopsi strategi ofensif namun tetap menjaga pertahanan, mengingat mereka harus menutup defisit tiga gol dalam waktu 90 menit.
Jika AEK berhasil membalikkan keadaan, mereka akan menulis ulang sejarah klub dengan mengingat kembali keberhasilan mereka melawan QPR dua dekade lalu. Sementara itu, AZ berpeluang menegaskan kebangkitan sepak bola Belanda di kompetisi Eropa, dengan harapan Kees Smit dapat menambah reputasinya yang kini sudah menarik perhatian klub-klub top Eropa.
Dengan intensitas yang tinggi, penonton di kedua stadion diprediksi akan menyaksikan pertarungan taktik antara pelatih berpengalaman dan pemain muda yang sedang naik daun. Hasil akhir masih belum pasti, namun satu hal yang pasti: Europa Conference League musim ini akan memberikan drama remontada yang sulit dilupakan.