Kiper Persib Teja Pulang Kampung, Siap Raih Poin Penting di Tanah Kelahiran

Liput – 14 April 2026 | Teja Paku Alam, sang penjaga gawang utama Persib Bandung, kembali ke kampung halamannya di Sumatera Barat menjelang laga tandang melawan Dewa United pada 20 April 2026. Momen ini menjadi sorotan bukan hanya karena kehadirannya di wilayah asal, tetapi juga karena Persib tengah berada di puncak klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan peluang mengamankan poin penting untuk mempertahankan keunggulan.

Sejak awal musim, Teja telah menorehkan 16 clean sheet, satu pertandingan saja yang memisahkannya dari rekor legendaris Yoo Jae‑hoon (17 clean sheet pada musim 2013). Statistik tersebut menempatkannya di antara penjaga gawang paling produktif dalam sejarah kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Namun, dalam wawancara terbarunya, Teja menegaskan bahwa catatan pribadi bukanlah tujuan utama; ia lebih mengutamakan kemenangan tim dan pencapaian tiga gelar juara beruntun bagi Persib.

Keberhasilan itu sempat teruji pada pekan ke‑27 ketika Persib mengalahkan Bali United dengan skor 3‑2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Meskipun tim keluar sebagai pemenang, dua gol Bali United pada menit ke‑81 dan 90+3 membuat Teja kehilangan peluang untuk menyamakan rekor clean sheet Yoo Jae‑hoon. “Pertama-tama saya ucapkan syukur. Yang penting sekarang itu kemenangan dulu,” ujar Teja dengan nada santai namun tetap fokus.

Kondisi klasemen saat ini menunjukkan Persib mengumpulkan 64 poin, unggul empat poin dari Borneo FC. Dengan hanya tujuh pertandingan tersisa, tekanan untuk tetap memimpin semakin besar. Teja mengakui pentingnya menjaga kestabilan pertahanan, namun menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada tiga poin penuh di setiap laga.

“Kami ingin meraih hattrick juara. Itu yang paling saya pikirkan, bukan sekadar catatan clean sheet,” kata Teja, mengingat kembali ambisinya membawa Maung Bandung menjadi juara tiga kali beruntun. Ia menambahkan bahwa pencapaian pribadi, bila tercapai, akan menjadi bonus di samping gelar tim.

Pertandingan tandang melawan Dewa United menjadi ujian pertama setelah kembali ke tanah kelahiran. Dewa United akan menjamu Persib di Stadion Indomilk, Tangerang, yang tidak jauh dari wilayah asal Teja. Kunjungan ini memberi peluang bagi Teja untuk menambah dukungan moral dari keluarga dan kerabat sekaligus mengamankan tiga poin penting. Persib membutuhkan hasil positif untuk mengamankan selisih poin sebelum kompetisi memasuki fase akhir.

Berikut rangkuman statistik clean sheet Teja dibandingkan rekor Yoo Jae‑hoon:

Pemain Clean Sheet Musim
Teja Paku Alam 16 2025/2026 (pekan 27)
Yoo Jae‑hoon 17 2013

Masih ada dua pertandingan nir‑bobol lagi yang diperlukan Teja untuk melampaui rekor tersebut, namun ia tidak menaruh tekanan berlebih pada diri sendiri. Fokusnya tetap pada konsistensi pertahanan, koordinasi dengan bek tengah, dan adaptasi taktik pelatih dalam menghadapi serangan lawan.

Dalam tujuh laga terakhir, Persib dijadwalkan melawan Dewa United, Borneo FC, dan beberapa tim lain yang berada di zona tengah klasemen. Kekuatan mental dan fisik Teja menjadi kunci utama dalam menjaga gawang tetap rapat. Jika Persib dapat mengumpulkan setidaknya lima poin dari sisa pertandingan, peluang besar untuk mengamankan gelar pertama musim ini akan semakin mantap, sekaligus membuka jalan bagi kemungkinan hattrick juara pada musim berikutnya.

Kesimpulannya, kepulangan Teja ke kampung halaman bukan sekadar momen sentimental, melainkan bagian dari strategi Persib untuk memperkuat mental tim menjelang fase krusial. Dengan tekad menempatkan kemenangan tim di atas catatan pribadi, serta dukungan keluarga di Sumatera Barat, Teja siap menambah poin berharga di tanah kelahirannya dan melanjutkan perjuangan Persib meraih tiga gelar juara beruntun.