Liput – 11 April 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap muda berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan utama setelah menampilkan aksi dramatis di Circuit of the Americas (COTA). Pada ajang Red Bull Rookies Cup 2025, Veda berhasil menempati posisi runner-up, namun yang paling menarik perhatian publik adalah manuver agresifnya pada balapan penutup di COTA, yang berhasil mengamankan podium meski menuai protes dari pesaing.
Manuver tersebut terjadi pada lap ke‑12, ketika Veda berada di posisi ketiga. Menggunakan teknik overtaking yang dianggap “jahat” oleh sejumlah tim, ia memotong jalur pembalap di depan dengan memanfaatkan area pengereman yang sempit. Meski kontroversial, aksi itu berhasil menempatkan Veda di posisi kedua, dan akhirnya ia menyelesaikan balapan di posisi ketiga setelah serangkaian duel sengit. Keberanian Veda untuk mengambil risiko tinggi di lintasan yang terkenal menantang ini menjadi bukti bahwa ia tidak hanya mengandalkan kecepatan, melainkan juga kecerdasan taktik balap.
Keberhasilan di COTA menambah daftar prestasi Veda yang sudah mengesankan. Berikut rangkuman singkat pencapaian pentingnya dalam tiga tahun terakhir:
- 2023: Juara Asian Talent Cup.
- 2024: Debut di Red Bull Rookies Cup, mencatat dua podium.
- 2025: Runner‑up Red Bull Rookies Cup, termasuk podium di COTA.
- 2026: Debut di Moto3 bersama Honda Team Asia; finis kelima di Thailand, podium pertama di Brasil, dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara dengan 27 poin.
Penampilan Veda di Moto3 2026 menunjukkan konsistensi yang luar biasa bagi seorang rookie. Meskipun gagal menyelesaikan balapan di Amerika Serikat, poin yang dikumpulkan tetap menempatkannya di papan atas klasemen sementara, hanya 38 poin tertinggal dari pemimpin, Maximo Quiles. Statistik tersebut mengukuhkan Veda sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di kelas menengah.
Pengamat MotoGP Hendry Wibowo mengungkapkan bahwa Veda telah menarik perhatian tim‑tim papan atas untuk musim 2027. “Saya dapat bocoran bahwa Veda sudah mulai diintip‑intip oleh banyak tim papan atas di Moto3. Saya sempat bertemu seorang narasumber dari Indonesia yang kebetulan dekat dengan tim‑tim di Moto3, Moto2, dan MotoGP,” kata Hendry dalam program Morning Zone yang tayang di YouTube Official Okezone. Ia menambahkan bahwa tawaran yang sedang dibahas mencakup tim-tim yang berkompetisi di puncak klasemen Moto3, sekaligus membuka peluang bagi Veda untuk melaju ke Moto2 atau bahkan MotoGP dalam jangka menengah.
Secara teknis, manuver di COTA menimbulkan perdebatan mengenai batas etika dalam balap motor. Beberapa tim mengklaim bahwa Veda melanggar aturan jalur aman, sementara lainnya berpendapat bahwa aksi tersebut berada dalam ruang taktik yang diperbolehkan. Komite penyelenggara balap belum mengeluarkan sanksi resmi, namun insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi Veda untuk menyeimbangkan agresivitas dengan sportivitas.
Di luar lintasan, Veda juga aktif dalam program pengembangan bakat motor di Indonesia. Sebagai alumni Asian Talent Cup 2023, ia sering memberikan motivasi kepada generasi muda melalui klinik balap dan sesi pelatihan di beberapa daerah, termasuk provinsi asalnya, Jawa Tengah. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat basis penggemar, tetapi juga menegaskan komitmen Veda terhadap pertumbuhan olahraga motor di tanah air.
Melihat perjalanan kariernya yang cepat naik, banyak analis menilai bahwa Veda memiliki potensi untuk menjadi pionir pembalap Indonesia di level dunia. Kombinasi kecepatan, kecerdasan balap, serta keberanian mengambil risiko pada lintasan bergengsi seperti COTA menjadi faktor utama yang mendorong tim‑tim papan atas untuk mempertimbangkan kontrak jangka panjang.
Kesimpulannya, aksi kontroversial Veda di COTA bukan sekadar drama balap semata, melainkan cermin dari ambisi dan kesiapan mentalnya untuk bersaing di level tertinggi. Dengan penawaran tim papan atas yang sudah mulai berdatangan, Veda Ega Pratama berada pada titik kritis yang dapat menentukan arah kariernya hingga Moto3 2027 dan seterusnya. Penggemar dan pihak industri motor Indonesia menantikan langkah selanjutnya, berharap talenta muda ini dapat mengukir sejarah baru bagi pembalap Indonesia di arena internasional.