Liput – 08 April 2026 | Vivo T5 Pro akan resmi meluncur di Indonesia pada kuartal kedua 2026, menandai kembalinya seri T setelah vakum beberapa tahun. Smartphone ini menonjolkan tiga keunggulan utama: baterai berkapasitas 9.020 mAh yang dibungkus dalam bodi tipis, refresh rate layar 144 Hz, dan chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 yang diklaim cukup kuat untuk menangani tugas berat serta game modern.
Poster resmi yang dipajang di platform e‑commerce Flipkart menegaskan bahwa Vivo T5 Pro akan menjadi “ponsel tertipis yang dilengkapi baterai 9.020 mAh”. Dengan ketebalan yang belum diungkap secara pasti, namun diperkirakan berada di kisaran 7‑8 mm, perangkat ini akan menantang standar desain smartphone midrange yang biasanya mengorbankan kapasitas baterai demi kehalusan.
Berikut rangkuman spesifikasi utama Vivo T5 Pro:
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Chipset | Qualcomm Snapdragon 7s Gen 4 (6 nm) |
| Layar | 6,5 inci AMOLED, resolusi Full HD+, refresh rate 144 Hz |
| Baterai | 9.020 mAh, dukungan pengisian cepat 90 W |
| RAM / Penyimpanan | 8 GB RAM + 128 GB UFS 3.1 (varian lain 12 GB/256 GB) |
| Kamera Belakang | Triple kamera: 64 MP utama, 8 MP ultra‑wide, 2 MP makro |
| Kamera Depan | 16 MP |
| Sistem Operasi | OriginOS berbasis Android 13 |
Keunggulan baterai menjadi sorotan utama. Kapasitas 9.020 mAh menempatkan Vivo T5 Pro di atas rata‑rata smartphone midrange yang biasanya berada di kisaran 5.000‑5.500 mAh. Baterai besar ini dikombinasikan dengan pengisian cepat 90 W, memungkinkan pengisian penuh dalam waktu kurang dari 30 menit menurut data uji pabrikan. Bagi gamer dan pengguna konten yang menghabiskan banyak waktu di layar, daya tahan yang dapat bertahan hingga dua hari penuh menjadi nilai jual yang signifikan.
Di sisi performa, Snapdragon 7s Gen 4 menawarkan CPU octa‑core dengan inti utama berkecepatan hingga 2,4 GHz, serta GPU Adreno yang dioptimalkan untuk rendering grafis pada refresh rate tinggi. Kombinasi ini diharapkan dapat memberikan pengalaman gaming mulus pada 144 Hz tanpa mengorbankan efisiensi daya, sebuah tantangan teknis yang penting mengingat ukuran baterai yang besar.
Desain tipis menjadi tantangan lain. Vivo mengklaim bahwa T5 Pro akan menjadi ponsel teringan di kelasnya, menyaingi rival seperti Samsung Galaxy A57 5G yang hanya 6,9 mm tebal dan 179 gram berat. Meski belum ada data resmi mengenai berat Vivo T5 Pro, perkiraan awal menempatkannya di sekitar 190 gram, masih cukup nyaman digenggam.
Selain spesifikasi teknis, Vivo T5 Pro sudah lolos sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan Postel Komdigi, menandakan kesiapan produksi lokal dan kepatuhan regulasi Indonesia. Sertifikasi ini mempercepat proses impor dan distribusi, sehingga peluncuran resmi pada Q2 2026 dapat terjadi tanpa hambatan birokrasi.
Persaingan di segmen midrange Indonesia semakin ketat. Samsung Galaxy A57 5G, yang dirilis pada awal 2026, menonjolkan layar 120 Hz, chipset Exynos 1680, serta fitur AI Awesome Intelligence. Di sisi lain, Redmi A7 Pro 5G menargetkan konsumen dengan harga di bawah Rp2,3 juta dan baterai 6.300 mAh. Dengan harga yang belum diumumkan secara resmi, Vivo T5 Pro diprediksi akan berada di kisaran Rp4,5‑5,5 juta, menempatkannya di antara dua segmen tersebut.
Strategi Vivo tampak berfokus pada diferensiasi melalui daya tahan baterai yang luar biasa serta pengalaman visual yang halus. Jika pasar Indonesia memang mengutamakan masa pakai baterai untuk aktivitas gaming dan streaming, Vivo T5 Pro memiliki peluang kuat untuk merebut pangsa pasar yang signifikan.
Secara keseluruhan, peluncuran Vivo T5 Pro menandai langkah ambisius perusahaan dalam mengembalikan seri T ke panggung kompetisi Indonesia. Kombinasi bodi tipis, baterai jumbo, dan chipset kencang menjanjikan pengalaman yang seimbang antara performa dan daya tahan. Konsumen akan menunggu detail harga dan ketersediaan varian warna, namun ekspektasi pasar menunjukkan antisipasi tinggi terhadap produk yang mampu menyatukan dua hal yang biasanya berlawanan: kehalusan desain dan kekuatan baterai.