Liput – 11 April 2026 | FC Twente kembali menunjukkan performa gemilang di tengah kompetisi Eredivisie 2025/2026 setelah menumbangkan Ajax dengan skor 2-1 di Stadion De Grolsch Veste. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin penting, tetapi juga menempatkan Twente semakin dekat dengan posisi dua besar, bersaing ketat melawan Feyenoord dan NEC. Dengan tekanan yang semakin besar, Twente kini menjadi ancaman nyata bagi tiga klub tradisional Belanda.
Hingga pekan ke-27, Twente berada di urutan keempat klasemen dengan total 54 poin, hanya selisih dua poin dari Feyenoord (posisi kedua) dan empat poin dari NEC (posisi ketiga). Formasi ofensif yang dipimpin oleh striker asal Brasil, Gabriel Silva, mencatat 28 gol musim ini, sementara lini pertahanan tetap solid, mencatat hanya 19 kebobolan. Statistik tersebut menegaskan bahwa Twente bukan sekadar tim menengah, melainkan kompetitor yang mampu menghalangi ambisi klub-klub besar.
Salah satu faktor kunci keberhasilan Twente adalah kontrak baru bek kiri berusia 20 tahun, Mats Rots. Klub telah mengaktifkan opsi perpanjangan hingga pertengahan 2028, mengamankan pemain yang selama ini menjadi incaran Ajax, Feyenoord, dan PSV. Rots, yang juga merupakan anggota timnas U-21 Belanda, tampil dalam 38 pertandingan resmi bersama tim utama, mencetak lima gol dan memberikan empat assist. Statistik lengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:
| Pertandingan | Gol | Assist | Menit Bermain |
|---|---|---|---|
| 38 | 5 | 4 | 2.842 |
Transfermarkt menilai nilai pasar Rots kini mencapai €10 juta, dan perpanjangan kontrak ini meningkatkan nilai jual klub secara signifikan. Meskipun kemungkinan Rots pindah dalam dua musim ke depan tampak kecil, kepastian kontrak memberi Twente fleksibilitas finansial untuk memperkuat skuad di posisi lain.
Di luar laga melawan Ajax, Twente dijadwalkan menghadapi Volendam pada pekan ke-28. Prediksi awal menunjukkan pertandingan yang ketat, mengingat Volendam memiliki pertahanan disiplin. Namun, dengan momentum kemenangan dan kedalaman skuad, Twente diprediksi dapat mencatatkan setidaknya satu poin. Selain itu, agenda selanjutnya meliputi pertemuan melawan PEC Zwolle dan kemudian melawan Feyenoord pada pekan ke-30, yang akan menjadi ujian besar bagi ambisi klub.
Secara taktis, pelatih Twente, Jan de Boer, menekankan pola permainan menyerang cepat melalui sayap kanan yang didukung oleh gelandang kreatif, Lorenzo van Dijk. Sistem 4‑3‑3 yang diterapkan memungkinkan transisi cepat dari pertahanan ke serangan, memanfaatkan kecepatan Rots di sisi kiri. Pertahanan juga diperkuat oleh pengalaman bek tengah, Marco van Leeuwen, yang berhasil menutup celah demi celah lawan.
Reaksi dari rival tidak dapat diabaikan. Setelah kekalahan melawan Twente, manajer Ajax Oscar Garcia menyatakan perlunya “karakter kuat” untuk bangkit kembali, sementara Feyenoord dan PSV telah memperkuat tim scouting mereka untuk memantau perkembangan pemain-pemain kunci Twente, khususnya Rots. Tekanan kompetitif ini menandakan bahwa Twente tidak lagi dianggap sebagai tim menengah, melainkan sebagai pengusir gelar.
Kesimpulannya, kombinasi kemenangan krusial melawan Ajax, perpanjangan kontrak Mats Rots, serta konsistensi taktik menempatkan FC Twente dalam posisi strategis untuk menantang tiga raksasa Belanda. Jika klub dapat mempertahankan performa ini hingga akhir musim, peluang untuk mengamankan tiket langsung ke Liga Champions tidak lagi sekadar impian, melainkan agenda realistis yang dapat mengubah lanskap sepak bola Belanda.