Liput – 15 April 2026 | Bek timnas Indonesia yang baru saja lepas dari saga paspor, Justin Hubner, kembali mencuri perhatian publik setelah penampilan agresifnya dalam laga Fortuna Sittard melawan NAC Breda di Eredivisie 2025/2026. Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Offermans Joosten pada Minggu, 12 April 2026, Hubner mengeksekusi tekel keras yang menimbulkan luka robek pada kaki pemain NAC Breda. Meskipun aksi tersebut tampak berbahaya, wasit tetap menilai tekel tersebut bersih sehingga Hubner tidak menerima hukuman kartu.

Setelah peluit panjang berbunyi, Hubner tidak tinggal diam. Ia melontarkan kritik tajam kepada manajemen NAC Breda, menuding klub tersebut sebagai penyebab utama “passportgate” yang selama ini menghambat pemain naturalisasi Indonesia. Dalam wawancara singkat dengan ESPN, Hubner menegaskan, “Tidak menyenangkan ketika Anda tidak diizinkan berlatih atau bermain karena masalah paspor, dan itu juga karena NAC.” Pernyataan ini menambah panasnya perdebatan mengenai kebijakan administrasi kependudukan di liga Belanda, khususnya bagi pemain naturalisasi yang kini menjadi sorotan.

Karakter keras Hubner di lapangan bukan hal baru. Ia dikenal dengan julukan “El Preman” di kalangan suporter timnas Indonesia karena gaya bermain yang tak kenal kompromi. Sebelumnya, Hubner pernah terlibat dalam duel melawan pemain NAC Breda bernama Lewis Holtby, yang berujung pada cedera kaki lawan. Meski demikian, ia tetap lolos dari hukuman karena wasit menilai niatnya semata-mata untuk menyapu bola, bukan melukai lawan.

Baca juga:

Berbagai insiden keras telah menjadi bagian dari karier Hubner. Pada Desember 2025, ia sempat mendapat kartu merah setelah melakukan tekel brutal terhadap Rayane Bounida dari Ajax Amsterdam. Pelatih Fortuna Sittard, Danny Buijs, bahkan mengkritik keputusan Hubner sebagai tindakan bodoh yang mengorbankan tim. Pada kompetisi internasional, Hubner juga pernah mendapatkan kartu merah dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi setelah melakukan tekel berlebihan pada menit akhir pertandingan.

Baca juga:

Berikut adalah ringkasan statistik disiplin Hubner di musim 2025/2026:

Baca juga:
  • Penampilan di Fortuna Sittard: 21 pertandingan
  • Kartu kuning: 7 kartu
  • Kartu merah: 1 kartu (laga melawan Ajax)
  • Tekel berbahaya yang menimbulkan cedera: 2 insiden (NAC Breda, Holtby)

Selain aksi di atas, Hubner tak hanya mengekspresikan kemarahannya melalui tindakan fisik. Di media sosial, ia kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial yang memicu perdebatan publik. Salah satu postingannya menampilkan foto dirinya menekan pemain Arab Saudi setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia, yang kemudian ia hapus dan minta maaf setelah mendapat kecaman luas. Sikap blak-blakan ini membuatnya memiliki basis penggemar yang loyal, meski juga menimbulkan kritik dari kalangan konservatif.

Baca juga:

Polemik paspor yang disebut “passportgate” melibatkan empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia, termasuk Hubner dan Nathan Tjoe‑A‑On. Kedua pemain sempat dilarang bermain di liga Belanda karena masalah teknis kependudukan, namun akhirnya berhasil mengatasi hambatan tersebut setelah intervensi federasi dan klub. Hubner menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan hanya soal administratif, melainkan hak dasar setiap pemain untuk berkompetisi tanpa diskriminasi.

Baca juga:

Reaksi NAC Breda terhadap sindiran Hubner belum secara resmi diumumkan, namun sejumlah analis sepak bola memperkirakan klub tersebut akan mengajukan klarifikasi kepada otoritas liga. Sementara itu, Fortuna Sittard tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Hubner sebagai bagian penting lini belakang, mengingat kontribusinya dalam menjaga keseimbangan tim pada laga imbang melawan NAC Breda.

Kesimpulannya, aksi keras di lapangan dan kritik terbuka di luar lapangan menegaskan bahwa Justin Hubner tidak akan mundur dari pertempuran, baik melawan lawan di stadion maupun melawan birokrasi yang menghalangi hak pemain naturalisasi. Dengan penyelesaian masalah paspor yang kini telah selesai, Hubner siap melanjutkan kariernya di Eredivisie dan memperkuat Timnas Indonesia di kompetisi internasional mendatang.