Direksi BCA Serok BBCA Saham Saat Diskon, Peluang Besar bagi Investor

Liput – 20 April 2026 | Jakarta, 19 April 2026 – Di tengah volatilitas pasar saham Indonesia, jajaran direksi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan aksi agresif dengan menambah kepemilikan saham pada harga yang masih dalam kondisi diskon.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjadi yang terdepan dengan membeli saham senilai sekitar Rp7,93 miliar pada Maret 2026. Tak lama kemudian, Wakil Presiden Direktur John Kosasih mengikuti jejak tersebut dengan transaksi sebesar Rp4,37 miliar. Dua direktur lainnya, Vera Eve Lim dan Santoso, juga mempertebal posisi mereka masing‑masing dengan nilai Rp3,46 miliar dan Rp3,84 miliar.

Selain empat petinggi tersebut, Frengky Chandra Kusuma yang masih berada dalam jajaran direksi telah mengakumulasi saham senilai Rp2,87 miliar sejak 2025. Lianawaty Suwono menambah sekitar 300 ribu lembar saham dengan nilai Rp2,1 miliar pada akhir Januari 2026.

Aksi pembelian ini terjadi selama kuartal I‑2026, ketika harga BBCA bergerak volatil. Pada penutupan Jumat, 17 April 2026, saham BCA diperdagangkan pada level Rp6.425, turun 1,53 % dari hari sebelumnya.

Direksi Nilai Transaksi (miliar Rp) Keterangan
Hendra Lembong (Presiden Direktur) 7,93 Pembelian pada Maret 2026
John Kosasih (Wakil Presiden Direktur) 4,37 Pembelian pada Maret 2026
Vera Eve Lim 3,46 Pembelian pada Q1‑2026
Santoso 3,84 Pembelian pada Q1‑2026
Frengky Chandra Kusuma 2,87 Akuisisi sejak 2025
Lianawaty Suwono 2,10 300 ribu saham, akhir Jan 2026

Pengamat pasar modal, Rendy Yefta, mencatat bahwa BBCA diperdagangkan dengan price‑to‑earnings ratio (PER) sekitar 15 kali, jauh di bawah PER bank digital yang mendekati 64 kali. Ia menilai bahwa perbedaan valuasi tersebut menandakan bahwa harga BBCA masih berada di bawah nilai wajarnya, mengingat bank ini memiliki basis dana murah (CASA) yang kuat serta pertumbuhan laba yang stabil.

Strategi pembelian saham oleh manajemen dalam kondisi harga melemah sering disebut “buy on weakness”. Menurut Rendy, aksi ini dapat diinterpretasikan sebagai sinyal kepercayaan internal terhadap prospek jangka panjang BCA, sekaligus membuka peluang bagi investor eksternal yang mencari entry point yang lebih menarik.

Secara keseluruhan, aksi kolektif direksi BCA mengirim pesan positif kepada pasar: selain memperkuat struktur kepemilikan internal, langkah ini menunjukkan keyakinan bahwa BBCA akan terus menghasilkan laba yang konsisten dan meningkatkan nilai pemegang saham di masa depan.