Jaecoo J5 EV Turun Harga, Kini Dijual Rp389 Juta dan Memimpin Penjualan Mobil Listrik Maret 2026

Liput – 15 April 2026 | Jakarta, 15 April 2026 – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Jaecoo, resmi menurunkan harga model andalannya, J5 EV, menjadi Rp389 juta. Penyesuaian harga ini diumumkan menjelang peluncuran penjualan resmi pada kuartal kedua 2026 dan langsung memicu lonjakan permintaan, menjadikan J5 EV mobil listrik terlaris di Indonesia pada Maret 2026.

Penurunan harga sebesar sekitar 9,4 persen dari harga sebelumnya (Rp429 juta) merupakan strategi Jaecoo untuk memperluas basis konsumen di tengah persaingan ketat dengan merek-merek China lainnya, khususnya BYD. Langkah ini terbukti efektif, karena data distribusi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan J5 EV mencapai 2.959 unit pada bulan Maret, melampaui semua kompetitor.

Berikut adalah rangkuman penjualan mobil listrik terlaris di Indonesia selama Maret 2026, yang menegaskan posisi dominan J5 EV:

Peringkat Model Unit Terjual
1 Jaecoo J5 EV 2.959
2 BYD Sealion 07 1.236
3 BYD M6 976
4 Geely EX2 949
5 BYD Atto 1 672
6 Denza D9 455
7 Wuling Darion EV 301
8 VinFast VF3 258
9 AION V 238
10 AION UT 242

Data tersebut menunjukkan penurunan total distribusi mobil listrik nasional sebesar 14,15 persen pada Maret 2026 (10.572 unit) dibandingkan Februari 2026 (12.314 unit). Meskipun terjadi penurunan kuantitas, pergeseran pangsa pasar menguntungkan Jaecoo yang berhasil masuk tiga besar mobil listrik terlaris di semua segmen.

Strategi penurunan harga J5 EV dipadukan dengan peningkatan jaringan dealer dan layanan purna jual. Jaecoo menegaskan bahwa penurunan harga tidak mempengaruhi spesifikasi teknis; kendaraan tetap dilengkapi motor listrik berdaya 150 kW, baterai berkapasitas 70 kWh, dan jangkauan hingga 450 km dalam siklus NEDC. Selain itu, perusahaan menawarkan paket layanan baterai swap selama tiga tahun, yang menjadi nilai tambah bagi konsumen yang mengutamakan kemudahan pengisian.

Reaksi pasar terhadap penyesuaian harga tampak positif. Dealer-dealer melaporkan lonjakan reservasi J5 EV sebesar 35 persen dalam dua minggu pertama setelah pengumuman harga. Analis otomotif menilai langkah ini dapat mempercepat adopsi mobil listrik di kelas menengah atas, yang sebelumnya terhambat oleh harga premium.

Di sisi lain, kompetitor utama BYD mengalami penurunan penjualan Atto 1, yang turun ke posisi kelima dengan 672 unit. BYD masih mempertahankan dua model di atas, yakni Sealion 07 (1.236 unit) dan M6 (976 unit), namun tren penurunan pangsa pasar menandakan adanya tantangan baru dalam mempertahankan dominasi merek China di Indonesia.

Penurunan harga Jaecoo J5 EV juga berdampak pada dinamika pasar mobil listrik secara keseluruhan. Menurut data Gaikindo, total penjualan mobil listrik pada tiga bulan pertama 2026 meningkat 95,9 persen menjadi 33.150 unit, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan ramah lingkungan, asalkan harga tetap kompetitif.

Dengan langkah penyesuaian harga, Jaecoo menargetkan untuk menembus penjualan tahunan minimal 15.000 unit pada tahun 2026, sekaligus memperluas jaringan layanan di luar Pulau Jawa. Perusahaan juga berencana meluncurkan varian SUV berukuran lebih besar pada akhir tahun, yang diharapkan akan menambah variasi pilihan bagi konsumen.

Kesimpulannya, penurunan harga Jaecoo J5 EV menjadi faktor kunci yang mengubah lanskap penjualan mobil listrik di Indonesia pada Maret 2026. Kombinasi harga yang lebih terjangkau, spesifikasi tetap tinggi, serta strategi distribusi yang agresif memungkinkan Jaecoo menggeser posisi dominan BYD dan meneguhkan dirinya sebagai pemimpin pasar dalam segmen EV kelas menengah atas.