Liput – 10 April 2026 | Pasar Bitcoin (BTC/USD) kembali menjadi sorotan utama setelah serangkaian peristiwa penting mengguncang persepsi investor. Di satu sisi, tokoh terkenal yang pernah memprediksi krisis keuangan 2008 kini memperingatkan kemungkinan Bitcoin jatuh menjadi nol, menimbulkan kecemasan di kalangan pemegang aset kripto. Di sisi lain, para trader besar dan platform derivatif Deribit melaporkan lonjakan minat pada opsi call $80.000, menandakan ekspektasi bullish yang kuat. Sementara itu, negara Bhutan menggerakkan sebagian besar cadangan Bitcoin milik dana kekayaan negara, menambah dimensi geopolitik dan kebijakan fiskal terhadap aset digital.
Berikut rangkaian perkembangan utama yang membentuk lanskap Bitcoin saat ini:
- Prediksi Keruntuhan Total: Seorang analis yang pernah menebak kejatuhan pasar saham pada tahun 2008 kini berpendapat bahwa Bitcoin dapat mengalami penurunan drastis hingga nilai nol. Meskipun tidak menyebutkan nama, pernyataan tersebut menambah tekanan pada sentimen pasar yang sudah rentan.
- Taruhan Bullish $80.000: Data Deribit menunjukkan bahwa kontrak opsi call pada level $80.000 kini menjadi yang paling populer, dengan open interest melebihi $1,6 miliar. Taruhan ini mengalahkan posisi put $60.000 yang sebelumnya dominan. Lonjakan ini dipicu oleh harapan akan penurunan harga minyak akibat gencatan senjata rapuh antara Amerika Serikat dan Iran, yang diyakini dapat membuka jalan bagi pemotongan suku bunga Federal Reserve.
- Analisis Teknikal: Grafik harian Bitcoin menampilkan pergerakan di sekitar garis tren menurun yang ditarik sejak puncak tertinggi $126.000 pada Oktober 2025. Penembusan di atas garis tren tersebut dengan volume kuat dapat menandai akhir fase bearish dan membuka peluang kenaikan menuju $75.000‑$80.000, bahkan melaju ke $100.000 menjelang Juni 2026 jika momentum berlanjut.
- Perdebatan Analis: Bloomberg menyoroti peringatan Mike McGlone yang mengancam Bitcoin akan turun ke $10.000 jika gagal menembus $75.000. Sebaliknya, Fundstrat dengan Tom Lee berpendapat bahwa pasar telah mencapai dasar terendah dan potensi pemulihan sudah mulai terasa. Perbedaan pandangan ini mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi meski data on‑chain menunjukkan akumulasi ulang oleh dompet dengan kepemilikan 10.000+ BTC.
- Bhutan Gerakkan Cadangan Bitcoin: Pemerintah Bhutan memindahkan total 694,7 BTC dari dana kekayaan negara dalam dua transaksi besar—175 BTC pada awal Maret dan 519,7 BTC pada 25 Maret. Pada harga sekitar $71.300 per BTC, nilai totalnya mencapai hampir $37 juta. Cadangan yang tersisa masih sekitar 4.453 BTC (sekitar $315 juta) dikelola oleh Druk Holding and Investments Ltd., yang memanfaatkan energi hidroelektrik berlebih untuk menambang Bitcoin sejak 2019. Penjualan ini diduga bertujuan mendanai proyek Gelephu Mindfulness City, sebuah zona ekonomi berbasis aset digital.
Pengaruh geopolitik, khususnya gencatan senjata di Timur Tengah, menjadi faktor penyeimbang yang menurunkan harga minyak dan memperkuat prospek kebijakan moneter yang longgar. Hal ini, bersamaan dengan peningkatan penggunaan kartu kripto yang menembus $115 juta pada Januari 2026, menunjukkan pergeseran kembali Bitcoin ke fungsi asli sebagai medium pembayaran, bukan sekadar aset spekulatif.
Data on‑chain juga menegaskan bahwa arus masuk bersih ke dompet besar kembali meningkat, menandakan kepercayaan institusional yang pulih. Namun, risiko tetap tinggi: eskalasi kembali konflik Iran‑AS dapat mengangkat kembali harga minyak, menekan likuiditas pasar dan memicu penurunan harga Bitcoin secara signifikan.
Secara keseluruhan, pasar Bitcoin berada pada persimpangan kritis. Di satu sisi, optimisme bullish didorong oleh opsi $80.000, akumulasi ulang institusional, dan dukungan kebijakan moneter. Di sisi lain, peringatan keruntuhan total dan perdebatan analisis teknikal menimbulkan ketidakpastian yang dapat memicu volatilitas tajam. Investor harus mengawasi perkembangan geopolitik, data ekonomi utama seperti GDP AS kuartal keempat, serta level teknikal kunci di $75.000 dan $100.000 untuk menilai arah selanjutnya.
Dengan lebih dari $1,6 miliar terbuka pada opsi call $80.000 dan Bhutan yang terus menyesuaikan portofolio Bitcoin-nya, dinamika pasar akan tetap dipengaruhi oleh interaksi antara kebijakan fiskal, geopolitik, dan sentimen investor. Keputusan para pelaku pasar dalam beberapa minggu ke depan akan menentukan apakah Bitcoin berhasil menembus batas psikologis $80.000 atau kembali terperosok ke zona risiko yang lebih rendah.