Liput – 18 April 2026 | Bali kembali menjadi sorotan musik Indonesia setelah band legendaris Sheila On 7 resmi dikonfirmasi akan tampil pada festival POLIPONI yang digelar pada 4 Juli 2026 di Bali United Training Center, Gianyar. Konser ini tidak hanya menandai kembalinya Duta cs ke Pulau Dewata setelah hampir dua tahun vakum, melainkan juga memperlihatkan sinergi baru antara Sheila On 7 dan promotor musik Letralive.
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Gianyar pada 16 April 2026, bassist Adam Muhammad Subarkah – yang lebih dikenal dengan Adam Subarkah – menjelaskan bahwa keputusan untuk kembali ke panggung Bali bukan sekadar kebetulan. “Kami selalu merasakan ikatan khusus dengan Bali, karena kota ini selalu menyambut kami dengan energi penonton yang khas. Tahun ini kami merasa berjodoh dengan Letralive, sehingga kesempatan menggelar konser besar di Bali akhirnya terwujud,” ungkapnya dengan antusias.
Letralive, hasil kolaborasi antara Thunder Production dan Sky Entertainment, memposisikan diri sebagai promotor yang mengutamakan kualitas eksekusi serta pengalaman penonton. Direktur Operasional Letralive, Radita Kus Hartono, menegaskan bahwa POLIPONI merupakan langkah awal untuk memperkenalkan konsep “konser yang baik dan benar”. Menurutnya, acara ini tidak hanya mengandalkan nama besar musisi, melainkan juga menekankan pada produksi matang, pengelolaan tertata, dan relevansi dengan kebutuhan audiens masa kini.
Festival POLIPONI mengusung tagline “Si Paling Konser”, yang juga merupakan akronim dari Panggung Keliling. Ide utama di balik konsep tersebut adalah membawa festival ke berbagai kota di Indonesia, dimulai dari Malang pada Juni 2026 dan berlanjut ke Bali sebagai destinasi utama. Ari Wulu, yang ditunjuk sebagai Creative Director, menambahkan bahwa setiap aspek – mulai dari alur masuk venue, kenyamanan selama pertunjukan, hingga proses keluar – dirancang agar penonton merasakan pengalaman yang mulus dan menyenangkan.
Penampilan Sheila On 7 dijadwalkan menjadi magnet utama acara. Band yang dibentuk pada akhir 1990-an ini telah mengukir sejarah panjang dengan hits seperti “Dan” dan “Sephia”. Kembalinya mereka ke panggung besar di Bali disambut hangat oleh para penggemar yang selama ini menantikan kesempatan melihat Duta cs secara langsung. Adam Subarkah menambahkan, “Selalu menyenangkan bagi Sheila On 7 untuk bisa kembali dekat dengan para penggemar, terutama di Bali yang memiliki energi audiens yang unik. Kami juga melihat keseriusan Letralive dalam menciptakan pengalaman konser yang tertata dan nyaman, sehingga gagasan tentang ‘konser yang baik dan benar’ dapat dirasakan oleh penonton.”
Selain Sheila On 7, line-up POLIPONI akan diisi oleh sejumlah musisi papan atas, termasuk grup folk-blues lokal Dialog Dini Hari (DDH) dan artis lain yang belum diumumkan secara resmi. Penyelenggaraan festival di Bali United Training Center dipilih karena lokasinya yang berada di tepi pantai, memberikan nuansa eksklusif sekaligus mengoptimalkan akustik terbuka.
Berita tentang kolaborasi antara Sheila On 7 dan Letralive ini juga menyingkap alasan lama vakum band. Selama hampir dua tahun terakhir, anggota band fokus pada proyek pribadi, rekaman solo, dan penulisan materi baru. Adam Subarkah menjelaskan, “Kami memang sempat mengurangi penampilan live untuk memberi ruang pada proses kreatif. Namun, ketika kesempatan datang melalui Letralive, kami melihatnya sebagai momen yang tepat untuk kembali ke panggung dan memberikan sesuatu yang istimewa bagi para penggemar.”
Penggemar kini dapat membeli tiket secara daring melalui portal resmi POLIPONI. Tiket dibagi dalam tiga kategori: VIP, Premium, dan Reguler, masing-masing menawarkan fasilitas berbeda mulai dari akses backstage, tempat duduk khusus, hingga merchandise eksklusif. Penjualan tiket pada tahap awal dilaporkan hampir habis, mencerminkan tingginya antusiasme publik terhadap konser ini.
Dengan agenda yang matang, dukungan promotor berpengalaman, serta komitmen Sheila On 7 untuk menampilkan penampilan terbaik, POLIPONI 2026 di Bali diprediksi akan menjadi salah satu konser terbesar tahun ini. Kembalinya Duta cs ke panggung Bali tidak hanya menandai akhir masa vakum, tetapi juga menegaskan kembali posisi mereka sebagai ikon musik Indonesia yang terus relevan di era modern.