Liput – 06 April 2026 | Jumat, 3 April 2026, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur wilayah Bandung Kulon. Pada siang hari, sebatang pohon besar tumbang di Jalan Bojong Raya, Kelurahan Caringin, menimpa sebuah mobil Suzuki Carry yang dikemudikan oleh Diding Nuryaman, 45 tahun. Dampak langsungnya, Diding tewas di lokasi dan menimbulkan kepanikan serta kemacetan lalu lintas di area tersebut.
Setelah kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandung segera melakukan evakuasi, mengevakuasi jenazah, serta membersihkan puing-puing pohon yang menghalangi arus lalu lintas. Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), serta pihak kepolisian berkoordinasi cepat untuk memulihkan akses jalan agar tidak mengganggu mobilitas warga.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan duka mendalam atas kehilangan Diding Nuryaman. “Kami sangat prihatin atas peristiwa yang tidak kami harapkan ini. Kematian Diding menjadi duka kita bersama,” ujarnya dalam konferensi pers di Pendopo Kota Bandung pada Senin, 6 April 2026. Farhan menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus meningkatkan upaya mitigasi risiko pohon tumbang, terutama pada musim hujan yang cenderung ekstrem.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Bandung melalui DPKP bekerja sama dengan PT Asuransi Bumida dalam program Asuransi Public Liability menyalurkan santunan kematian sebesar Rp50 juta kepada istri korban, Lisna, dan empat anaknya. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu perekonomian keluarga yang ditinggalkan, meskipun tidak dapat menggantikan kehadiran sang almarhum.
- Nama korban: Diding Nuryaman, 45 tahun
- Lokasi kejadian: Jalan Bojong Raya, Caringin, Bandung Kulon
- Jenis kendaraan: Suzuki Carry
- Jumlah santunan: Rp50.000.000
- Penerima santunan: Istri Lisna dan empat anak (tiga masih pelajar)
Insiden ini bukanlah yang pertama kalinya pohon tumbang menimpa infrastruktur publik di Bandung. Pada minggu yang sama, puluhan pohon lainnya roboh di berbagai titik kota, memicu kemacetan dan menimbulkan kerusakan pada jaringan listrik serta properti warga. BMKG memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat terus berlanjut menjelang peralihan musim, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama.
Pemerintah Kota Bandung menegaskan rencana evaluasi menyeluruh terhadap penanaman dan perawatan pohon di area publik. Program inspeksi rutin akan dipercepat, dengan prioritas pada pohon-pohon yang berada di dekat jalan utama, trotoar, dan fasilitas umum. Selain itu, kolaborasi dengan pihak asuransi publik diharapkan dapat memberikan perlindungan finansial bagi korban bencana serupa di masa mendatang.
Warga Caringin dan sekitarnya mengapresiasi respons cepat pihak berwenang. “Kami merasa lega karena tim penyelamat datang tepat waktu, namun tetap berharap agar kejadian serupa tidak terulang,” kata seorang warga yang tidak disebutkan namanya. Komunitas setempat juga mulai membentuk satgas lingkungan untuk memantau kondisi pohon secara mandiri, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.
Kasus Diding Nuryaman menjadi pengingat keras bahwa perubahan iklim dan cuaca ekstrem menuntut penyesuaian kebijakan perkotaan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan anggaran mitigasi bencana, memperkuat sistem peringatan dini, serta meningkatkan kesadaran publik melalui kampanye edukasi tentang bahaya pohon tumbang.
Dengan santunan yang diberikan dan langkah-langkah preventif yang dijanjikan, diharapkan keluarga korban dapat bangkit kembali secara finansial, dan masyarakat Bandung dapat merasa lebih aman dari ancaman serupa di masa depan.