Liput – 20 April 2026 | Idul Adha 2026 atau yang lebih dikenal dengan Lebaran Haji semakin dekat, menimbulkan antisipasi kuat di kalangan umat Islam Indonesia. Banyak warga yang sudah mulai menyiapkan kurban, mengatur liburan keluarga, bahkan menyesuaikan agenda kerja dengan harapan dapat merayakan hari suci tersebut secara optimal. Menjawab pertanyaan publik, beberapa lembaga utama – pemerintah melalui Kementerian Agama, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah – telah mengeluarkan prediksi resmi mengenai tanggal pelaksanaan Idul Adha 2026.
Di sisi lain, Nahdlatul Ulama juga menggunakan pendekatan serupa, mengandalkan kombinasi hisab dan rukyat. NU mengacu pada kriteria “imkanur rukyah MABIMS”, yakni tinggi hilal minimal tiga derajat dan elongasi enam koma empat derajat. Berdasarkan almanak yang disusun oleh NU, 10 Zulhijjah 1447 H diprediksi jatuh pada 27 Mei 2026, sehingga perayaan Idul Adha kemungkinan besar akan bersamaan dengan prediksi pemerintah.
Berbeda dengan kedua pihak sebelumnya, Muhammadiyah mengumumkan tanggal Idul Adha lewat maklumat resmi yang memanfaatkan metode Hisab Hakiki Kontemporer. Dengan mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), Muhammadiyah menetapkan 10 Zulhijjah 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026. Pendekatan ini menekankan perhitungan astronomi mutakhir tanpa mengandalkan rukyat tradisional, namun hasilnya tetap sejalan dengan prediksi pemerintah dan NU.
Kejadian ketiga lembaga ini menyepakati tanggal yang sama menjadi fenomena langka. Selama bertahun‑tahun, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah sering kali menghasilkan perbedaan satu atau dua hari antara pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. Keseragaman ini diharapkan dapat meminimalisir kebingungan umat serta memudahkan koordinasi logistik, terutama dalam pelaksanaan kurban dan penyebaran zakat.
Pemerintah tidak hanya mengeluarkan prediksi tanggal Idul Adha, tetapi juga merancang rangkaian libur nasional dan cuti bersama yang melingkupi hari raya tersebut. Jadwal resmi yang telah diumumkan mencakup:
- Rabu, 27 Mei 2026 – Libur nasional Idul Adha
- Kamis, 28 Mei 2026 – Cuti bersama
- Jumat, 29 Mei 2026 – Opsional, dapat diambil cuti tambahan oleh perusahaan
- Sabtu–Minggu, 30–31 Mei 2026 – Libur akhir pekan
Dengan susunan ini, masyarakat berkesempatan menikmati libur panjang hingga lima hari, memberikan ruang lebih luas untuk ibadah, kegiatan sosial, serta perjalanan ke kampung halaman.
Jadwal libur yang dirancang pemerintah juga memperhitungkan kebutuhan sektor ekonomi. Sektor transportasi, pariwisata, serta perdagangan daging kurban diproyeksikan mengalami lonjakan signifikan selama periode ini. Oleh karena itu, koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, telah dimulai sejak awal tahun untuk memastikan kelancaran arus logistik serta keamanan selama masa libur panjang.
Meski prediksi tanggal Idul Adha 2026 sudah cukup konsisten, keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat yang biasanya dilaksanakan beberapa minggu sebelum awal Zulhijjah. Sidang ini akan meninjau data hisab terbaru, laporan rukyat dari seluruh provinsi, serta pertimbangan astronomi terkini. Apabila ada perbedaan signifikan antara perhitungan dan pengamatan, keputusan akhir dapat bergeser satu atau dua hari.
Secara keseluruhan, jadwal Lebaran Haji 2026 menunjukkan potensi perayaan serentak oleh pemerintah, NU, dan Muhammadiyah. Keberhasilan sinkronisasi ini tidak hanya memberi kepastian kepada umat Islam, tetapi juga menurunkan risiko kebingungan yang dapat mempengaruhi pelaksanaan ibadah kurban serta aktivitas ekonomi terkait. Masyarakat diharapkan tetap memantau pengumuman resmi menjelang sidang isbat untuk memastikan kepastian tanggal yang tepat.
Dengan prediksi yang hampir seragam, umat Indonesia dapat menyiapkan diri secara matang—mulai dari penyediaan hewan kurban, penyesuaian jadwal kerja, hingga perencanaan liburan keluarga. Harapannya, Idul Adha 2026 akan menjadi momentum kebersamaan yang kuat, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman metode penentuan kalender Islam di tanah air.