Liput – 13 April 2026 | Empat astronot misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi pada Sabtu 11 April 2026 setelah menempuh perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan. Pesawat Orion mendarat di Samudra Pasifik dan selanjutnya dipindahkan ke Ellington Field, Johnson Space Center, Houston, di mana mereka disambut dengan sorak sorai, tepuk tangan meriah, serta pelukan hangat dari Administrator NASA Jared Isaacman.
Misi Artemis II, yang menjadi penerbangan uji coba pertama manusia pada program Artemis, menandai langkah penting dalam upaya NASA menyiapkan landasan bagi eksplorasi Mars dan misi-misi berawak lainnya di masa depan. Dengan empat anggota kru yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, dan Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada, tim ini berhasil menembus jarak lebih dari 200.000 mil dari Bumi, melintasi orbit lunar, dan kembali dengan data ilmiah serta pengalaman berharga.
Setelah pendaratan, para astronot langsung bertemu kembali dengan keluarga mereka di area pemulihan. Wiseman, sang komandan misi, menyampaikan rasa keterikatan yang kuat di antara keempatnya. Ia berkata, ‘Victor, Christina, dan Jeremy, kita terikat selamanya, dan tak seorang pun di sini yang akan pernah tahu apa yang baru saja kita alami berempat.’ Ia menambahkan, ‘Ini tidak mudah, berada lebih dari 200.000 mil jauhnya dari rumah. Sebelum diluncurkan rasanya seperti mimpi terindah di dunia, tapi begitu berada di luar sana, yang kamu inginkan hanyalah kembali ke keluarga dan teman-temanmu.’
Victor Glover mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. ‘Saya ingin mengucap syukur kepada Tuhan di depan umum, dan saya ingin mengucap syukur lagi, karena rasa syukur atas apa yang kami lihat, apa yang kami lakukan, dan berada bersama orang-orang yang bersama saya, jauh lebih besar daripada tantangan saya dalam mencoba menggambarkan apa yang kami alami; rasa syukur itu terlalu besar untuk hanya muat dalam satu tubuh,’ ujar Glover, sambil menambahkan terima kasih kepada keluarga yang telah mendukungnya sepanjang misi.
Christina Koch menyoroti arti kebersamaan dalam sebuah kru. Ia menceritakan momen emosional ketika perawat di kapal pemulihan Angkatan Laut memintanya untuk berpelukan, dan ia menganggap pelukan tersebut sebagai salah satu simbol keindahan manusia dalam menandai awal dan akhir misi. ‘Sebuah kru adalah kelompok yang selalu ada bersama, apa pun yang terjadi, yang terus berjuang bersama setiap saat dengan tujuan yang sama, yang rela berkorban tanpa pamrih demi satu sama lain,’ kata Koch. Ia juga mengingat kembali pemandangan Bumi kecil yang terlihat dari jendela Orion, menambah kesadaran akan kerentanan planet kita.
Jeremy Hansen, perwakilan Kanada, menambahkan warna unik pada dinamika kru dengan istilah ‘joy train’ yang diciptakan sejak awal pelatihan. ‘Kami punya istilah di kru kami yang kami ciptakan sejak lama, yaitu joy train,’ ujar Hansen, mengekspresikan kegembiraan dan semangat yang dirasakan seluruh tim serta dukungan global yang menyaksikan misi tersebut.
Keberhasilan Artemis II tidak hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga simbol persatuan internasional dalam eksplorasi luar angkasa. Kedatangan kru di Houston menegaskan komitmen NASA untuk melibatkan mitra internasional, seperti Badan Antariksa Kanada, dalam upaya menjelajahi ruang angkasa lebih jauh.
Secara keseluruhan, misi Artemis II menutup babak penting dalam program Artemis, sekaligus membuka pintu bagi misi-misi selanjutnya yang lebih ambisius, termasuk pendaratan manusia di Bulan dan persiapan menuju Mars. Pengalaman yang dibawa pulang oleh Wiseman, Glover, Koch, dan Hansen menjadi fondasi pengetahuan dan inspirasi bagi generasi mendatang, menegaskan bahwa eksplorasi luar angkasa tetap menjadi usaha kolektif yang menantang namun sarat makna.