Ji Chang Wook Guncang Indonesia: Dari Padel ke Pembangunan Sekolah PAUD, Charity Night, dan Beasiswa SMA 3 Jakarta

Liput – 10 April 2026 | Sejumlah kegiatan yang melibatkan aktor Korea Selatan Ji Chang Wook menorehkan sorotan luas di Indonesia pada pekan pertama April 2026. Keberadaan sang bintang drama tidak hanya sekadar kunjungan wisata, melainkan rangkaian aksi sosial yang menggabungkan olahraga, pendidikan, dan kampanye amal berbasis produk camilan lokal.

Pada 8 April 2026, Ji Chang Wook tiba di Jakarta dan langsung menapaki lapangan padel di Gandaria City. Momen tersebut dibagikan secara langsung melalui media sosial, menimbulkan komentar menggelitik bahwa sang aktor “alergi istirahat”. Hanya satu hari kemudian, ia muncul di SMA Negeri 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, pada jam istirahat siswa. Kedatangan yang tidak terduga itu diikuti dengan pemberian beasiswa kepada 42 pelajar berprestasi yang merupakan bagian dari program beasiswa “One Bite One Dream“.

Program beasiswa tersebut merupakan cabang dari kampanye sosial yang digagas bersama merek camilan Happy Tos. Sejak November 2025, penjualan edisi khusus camilan tersebut telah mengumpulkan dana yang selanjutnya dialokasikan untuk dua proyek utama: pembangunan dua sekolah PAUD ramah lingkungan di Kupang, Nusa Tenggara Timur, serta pemberian beasiswa kepada siswa di Jakarta dan Jawa Timur. Pada 9 April 2026, acara “Happy Tos Charity Night with Ji Chang Wook” digelar di Main Atrium Gandaria City, menandai puncak pencapaian kampanye tersebut. Dalam sambutannya, Ji Chang Wook menekankan bahwa kesuksesan inisiatif bukanlah hasil kerja tunggal, melainkan buah kerja sama antara masyarakat Indonesia, penggemar, serta tim produksi kampanye.

“Rakyat Indonesia, setahu saya, semua suka Happy Tos. Dan juga yang namanya charity itu aksesnya harus gampang. Artinya, makanan ringan adalah salah satu media yang aksesnya gampang untuk melakukan charity,” ujar Ji Chang Wook di atas panggung. Ia menambahkan bahwa pembangunan dua sekolah PAUD—PAUD Cahaya Timur dan PAUD Karmel—telah selesai dibangun di Kupang. Kedua sekolah tersebut dirancang dengan konsep ramah lingkungan, mengintegrasikan penggunaan bahan bangunan berkelanjutan dan sistem pengelolaan air hujan.

Direktur PT Sinar Kencana Agung, Agus Tjokro Wibowo, memuji keterbukaan dan kemudahan berkomunikasi dengan Ji Chang Wook selama proses kolaborasi. “Proses kerja sama itu sendiri sangat lancar karena sikap terbuka sang megabintang. Hal ini membantu kami mengeksekusi tujuan charity project dengan cepat,” jelasnya. Agus juga menyoroti peran mitra yayasan lokal yang memastikan dana tepat sasaran di lapangan.

Selain kontribusi material, Ji Chang Wook juga memberikan sentuhan personal. Ia mengunjungi SMA 3 Jakarta, menyapa siswa, dan menyampaikan motivasi langsung. Beberapa siswa melaporkan bahwa kehadiran aktor tersebut menjadi inspirasi kuat untuk meningkatkan prestasi akademik. Salah satu guru, Mohammad Syarif Hidayat, mencatat bahwa para siswa sempat berfoto bersama dan menuliskan harapan mereka pada papan tulis sekolah.

Kegiatan di lapangan padel dan kunjungan ke SMA menjadi bagian dari strategi promosi yang lebih luas. Ji Chang Wook, yang dikenal lewat serial drama seperti “The Worst of Evil” dan “The Manipulated”, memanfaatkan popularitasnya untuk menarik perhatian publik terhadap isu pendidikan. Ia menegaskan, “Saya tidak mengambil seluruh kredit atas donasi ini. Semua ini berkat kekuatan pembeli dan para penggemar yang mendukung.”

Motivasi pribadi Ji Chang Wook dalam proyek amal ini juga terungkap. Dalam sebuah wawancara di acara charity night, ia mengungkapkan bahwa kenangan masa kecilnya—bermain bersama teman‑teman di sekolah—menjadi inspirasi utama. “Saya ingat kehangatan interaksi sosial di sekolah. Itulah yang ingin saya sumbangkan kembali melalui pendidikan,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, rangkaian aktivitas Ji Chang Wook selama seminggu terakhir mencerminkan sinergi antara dunia hiburan, bisnis, dan filantropi. Dari lapangan padel hingga pembangunan PAUD, serta pemberian beasiswa di SMA, semua langkah tersebut mempertegas komitmen sang aktor untuk memberi dampak positif di tanah air.

Keberhasilan kampanye “One Bite One Dream” tidak hanya terletak pada jumlah dana yang terkumpul, melainkan pada transformasi nyata yang dirasakan oleh masyarakat, terutama anak‑anak di NTT dan pelajar di Jakarta. Dengan melibatkan produk konsumen sehari‑hari, proyek ini menunjukkan bahwa aksi amal dapat dijalankan secara berkelanjutan dan inklusif. Ji Chang Wook mengakhiri kunjungannya dengan harapan agar program serupa dapat terus berlanjut, menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama bagi generasi mendatang.