Liput – 15 April 2026 | Pak Tarno, seorang pedagang mainan yang telah dikenal warga Jakarta karena kehadirannya di pinggir jalan, kini kembali menjadi sorotan media setelah serangkaian kejadian yang menambah lapisan drama pada kehidupannya. Pada usia yang tidak lagi muda, pria ini mengalami stroke yang menyebabkan kelumpuhan sebagian tubuhnya. Meskipun harus mengandalkan kursi roda, ia tak berhenti berjualan; setiap pagi ia menata dagangannya di trotoar, menawarkan mainan sederhana kepada anak‑anak yang lewat. Penampilan Pak Tarno yang lemas namun tetap gigih menimbulkan rasa iba sekaligus kekaguman dari para pejalan kaki.
Di balik usaha kerasnya, muncul isu yang lebih menggelitik publik: keinginan Pak Tarno untuk menikah kembali. Pada sebuah talkshow yang dipandu oleh Dewi Perssik, ia hadir bersama Lisa, yang mengaku sebagai istri keduanya. Saat dibicarakan mengenai rencana pernikahan selanjutnya, Pak Tarno memberi kesan enggan, namun Lisa dengan tegas menyatakan bahwa suaminya memang ingin menikah lagi dan ia memberi izin tanpa ragu. “Dia bilang mau nikah lagi, saya izinin,” ujar Lisa, menambahkan bahwa kebahagiaan suaminya menjadi prioritas utama meski kondisi fisiknya masih rapuh.
Pernyataan tersebut memicu pertanyaan tajam dari Dewi Perssik, yang menyoroti kesulitan menemukan pasangan yang bersedia menerima seorang pria berusia lanjut, masih dalam masa pemulihan stroke, dan bergantung pada kursi roda. Lisa menjawab dengan optimisme, menyebut ada perempuan muda yang siap menerima Pak Tarno apa adanya. “Ada, (perempuannya) masih muda juga,” katanya, menambah spekulasi bahwa Pak Tarno mungkin akan menikah dengan wanita yang jauh lebih muda darinya.
Riwayat pernikahan Pak Tarno memang tidak biasa. Menurut saksi dan catatan publik, ia telah mengikat janji suci hampir sepuluh kali, dengan tujuh istri yang telah meninggalkannya setelah ia jatuh sakit. Istri pertamanya bernama Sariah, istri ketiga bernama Dewi, sementara istri kelima diketahui berprofesi sebagai mantan pramugari yang kini jarang terlihat. Daftar singkat beberapa istri terdahulu dapat dilihat pada daftar berikut:
- Sariah – istri pertama
- Dewi – istri ketiga
- Lisa – istri kedua (saat ini)
- Pramugari – istri kelima
Jumlah pernikahan yang berulang menimbulkan perdebatan etika di kalangan netizen, namun bagi Pak Tarno, pernikahan tampak menjadi bagian penting dari identitas sosialnya.
Respons masyarakat terhadap kombinasi antara kondisi medis dan ambisi pribadi Pak Tarno beragam. Sebagian besar netizen mengungkapkan simpati atas perjuangannya mencari nafkah meski harus berjuang melawan efek pasca‑stroke. Mereka memuji ketangguhan mentalnya dan menilai bahwa hak untuk memilih pasangan hidup tetap berlaku, tanpa memandang kondisi kesehatan. Di sisi lain, terdapat pula suara‑suara kritis yang menyoroti ketidakmampuan keluarga untuk menyediakan terapi yang memadai, serta menanyakan mengapa Pak Tarno menolak bantuan medis yang dapat mempercepat pemulihannya. Kritikus berpendapat bahwa keinginan menikah kembali sebaiknya tidak mengesampingkan kebutuhan akan perawatan medis yang intensif.
Kesimpulannya, kisah Pak Tarno mencerminkan kontras antara ketangguhan pribadi, dinamika keluarga, dan ekspektasi sosial. Meskipun stroke mengurangi kebebasannya, ia tetap berjuang di jalanan Jakarta demi menghidupi keluarga, sambil menatap masa depan yang melibatkan pernikahan lagi. Situasi ini menegaskan pentingnya dukungan medis dan emosional yang seimbang, serta menantang persepsi publik tentang hak individu dalam mengambil keputusan pribadi meski berada dalam kondisi kesehatan yang rentan.
