Zaskia Adya Mecca Kekecewaan Besar: Sidang Pemukulan Staf Batal Tanpa Pemberitahuan Resmi

Liput – 09 April 2026 | Zaskia Adya Mecca kembali menjadi sorotan publik setelah sidang dugaan pemukulan terhadap karyawannya, Faisal, dibatalkan secara mendadak pada Selasa, 7 April 2026, tanpa ada pemberitahuan resmi. Kekecewaan sang aktris dan produser diungkapkan lewat video di akun Instagram pribadinya, mengisahkan situasi sepi di Pengadilan Militer II-08 Jakarta saat ia, suami Hanung Bramantyo, serta dua saksi tiba pada pukul 09.50 WIB.

Dalam unggahan tersebut, Zaskia menyampaikan bahwa lampu ruang sidang masih mati, petugas pun tampak kebingungan ketika ditanya mengenai jadwal. Ia menekankan bahwa sejak Oktober 2025 tidak ada perkembangan terkait kasus yang sudah memasuki bulan ketujuh, sehingga kehadiran mereka di pengadilan terasa sia-sia. “Harusnya siapa yang mengabarkan kalau sidang batal? Lalu kapan dijadwalkan ulang?” ujar Zaskia, menyoroti lemahnya mekanisme komunikasi dalam proses peradilan militer.

  • 22 September 2025: Insiden pemukulan terjadi di jalan raya Jakarta Selatan, melibatkan oknum anggota TNI berinisial NC yang menampar Faisal, karyawan Zaskia, saat mengantar anaknya ke sekolah.
  • Oktober 2025: Kasus dilaporkan ke Oditurat Militer II-07, kemudian diproses melalui Pengadilan Militer II-08.
  • 7 April 2026: Sidang dijadwalkan, namun dibatalkan tanpa pemberitahuan.
  • 8 April 2026: Sidang digelar kembali, namun majelis hakim menunda lanjutan ke 15 April 2026.

Menanggapi keluhan tersebut, Pengadilan Militer II-08 Jakarta mengeluarkan pernyataan permohonan maaf secara terbuka. Pengadilan menjelaskan bahwa penundaan sidang merupakan permintaan Oditurat Militer II-07, yang pada hari yang sama harus memprioritaskan pelimpahan berkas perkara lain, yakni kasus penyiraman air keras yang melibatkan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. Pihak pengadilan menegaskan bahwa pemanggilan para pihak merupakan kewenangan Oditurat Militer, bukan pengadilan, dan meminta publik untuk tidak menilai peristiwa ini hanya dari satu sisi.

Zaskia menambahkan bahwa meskipun pelaku telah teridentifikasi, ia tidak bermaksud mengungkapkan identitas atau data pribadi pelaku kepada publik. Ia lebih mengharapkan proses hukum berjalan sesuai prosedur, serta berharap pelaku mendapatkan pelajaran moral tanpa harus mengalami “efek domino” sanksi sosial. “Btw mas pelaku, ku tidak membenci kamu, ku cuma berharap kamu tidak melakukan hal tersebut ke orang lain ke depannya,” tulisnya dalam Instagram story.

Sidang lanjutan pada 8 April 2026 memang berlangsung, namun fokus utama tetap pada pemeriksaan saksi dan peninjauan barang bukti. Majelis hakim memutuskan menunda proses lebih lanjut hingga 15 April 2026 untuk pemeriksaan saksi lanjutan. Zaskia mengaku lega karena akhirnya sidang dapat digelar, namun tetap menekankan pentingnya transparansi dan pemberitahuan resmi kepada semua pihak yang terlibat.

Kasus ini menyoroti tantangan komunikasi dalam sistem peradilan militer Indonesia. Keterlambatan informasi tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi korban dan keluarganya, tetapi juga memengaruhi kepercayaan publik terhadap institusi militer. Ahli hukum menilai bahwa prosedur pemanggilan dan pembatalan sidang sebaiknya diatur dengan standar notifikasi tertulis yang jelas, termasuk melalui media resmi pengadilan, guna menghindari kebingungan serupa di masa mendatang.

Ke depannya, Pengadilan Militer berjanji akan melakukan evaluasi internal dan memperbaiki sistem layanan. Zaskia berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama dalam menegakkan hak korban tanpa harus menunggu proses yang berlarut-larut. Ia menutup dengan harapan agar pelaku dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus menegaskan bahwa keadilan harus tetap berjalan tanpa hambatan administratif.