Drama Penalti Dibatalkan, Mendy Terpuruk, Al-Ahli Berjuang di Puncak Liga Roshen

Liput – 09 April 2026 | Rabu malam (8 April 2026) menjadi saksi salah satu pertandingan paling menegangkan dalam putaran ke‑28 Liga Profesional Roshen. Tim tuan rumah Al‑Fayha menjemput Al‑Ahli Jeddah di Stadion Al‑Fayha dalam duel yang tidak hanya menentukan tiga poin, tetapi juga menambah ketegangan di puncak klasemen.

Pada menit ke‑26 babak pertama, wasit sempat mengangkat bendera penalti setelah bola menyentuh tangan penyerang Al‑Fayha, Fashion Sakala. Keputusan itu langsung memicu sorakan pendukung Al‑Ahli yang melihat peluang besar untuk memperlebar keunggulan. Namun, setelah meninjau tayangan ulang video, wasit menarik kembali keputusan tersebut, menimbulkan kontroversi yang menggemparkan dunia sepak bola Saudi.

Pakar wasit asal Mesir, Mohamed Kamal “Risha”, mengungkapkan kekecewaannya dalam sebuah pernyataan kepada surat kabar Al‑Riyadhiah. Ia menilai, “Al‑Ahli pantas mendapatkan tendangan penalti, dan keputusan wasit untuk tidak memberikannya tidak benar. Bola jelas mengenai tangan Sakala, posisi pemain itu tidak wajar, dan saya rasa wasit terlalu terburu‑buru dalam menarik kembali keputusannya.”

Keputusan yang berubah-ubah itu tidak menghalangi Al‑Ahli untuk tetap berbahasa. Pada menit ke‑36, penyerang asal Inggris, Ivan Toney, berhasil menembus pertahanan Al‑Fayha dan mencetak gol pembuka bagi Al‑Ahli. Gol tersebut menjadi penentu dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan tipis 1‑0 bagi Jeddah.

Sementara itu, kiper Al‑Ahli, Edouard Mendy, kembali merasakan tekanan. Setelah mencatatkan 12 pertandingan tanpa kebobolan, Mendy kebobolan satu gol pada menit‑90‑plus ketika Al‑Fayha memanfaatkan serangan balik. Kekalahan tersebut menodai ambisinya untuk menyamai rekor clean sheet Marcelo Grohe (18 pertandingan) dan menambah beban mental menjelang sisa musim.

Mendy, yang bergabung dengan Al‑Ahli pada musim panas 2023 setelah meninggalkan Chelsea, telah menjadi pilar pertahanan tim. Ia telah tampil dalam 106 laga bersama Al‑Ahli, mencatatkan 47 clean sheet dan kebobolan 103 gol. Namun, tekanan dari persaingan ketat antara Al‑Hilal, Al‑Nassr, dan Al‑Qadsia membuat misi meraih gelar Liga Roshen semakin menantang.

Klasemen Liga Roshen kini semakin rapat. Al‑Ahli berada di posisi ketiga dengan 56 poin, menyamai Al‑Hilal yang menempati peringkat kedua, dan hanya terpaut lima poin dari pemuncak klasemen, Al‑Nassr. Pertandingan melawan Al‑Fayha, yang berada di zona tengah klasemen, menjadi peluang penting bagi Al‑Ahli untuk menutup jarak dengan pemimpin.

Berita lain yang menarik perhatian penggemar sepak bola Saudi adalah keputusan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) yang mencabut gelar Piala Afrika dari Senegal dan menyerahkannya kepada Maroko. Keputusan kontroversial ini berdampak pada moral para pemain Senegal, termasuk Mendy, yang memiliki latar belakang internasional kuat.

Di luar lapangan, dinamika transfer dan kebijakan liga juga menjadi sorotan. Liga Profesional Roshen, yang kini dikenal dengan nama sponsor Roshen, terus berupaya meningkatkan kualitas kompetisi melalui regulasi pemain asing dan pengawasan ketat terhadap keputusan wasit. Kasus penalti Al‑Ahli menjadi contoh nyata pentingnya teknologi VAR dalam mengurangi kesalahan keputusan.

Ke depan, Al‑Ahli akan menjamu tim kuat lainnya pada pekan ke‑30, sementara Mendy bertekad untuk memperbaiki catatan gol kebobolan dan kembali ke jalur clean sheet. Jika Al‑Ahli mampu mengamankan tiga poin berikutnya, peluang mereka menutup jarak dengan Al‑Nassr akan semakin besar, menjelang fase akhir musim yang diprediksi akan berlangsung sengit hingga beberapa minggu terakhir.

Kesimpulannya, drama penalti yang dibatalkan, tekanan pada kiper berpengalaman, serta persaingan ketat di puncak klasemen menjadikan pekan ini sebagai salah satu babak penting dalam perjalanan Liga Profesional Saudi. Penampilan Al‑Ahli selanjutnya akan menjadi indikator apakah mereka dapat mengatasi kontroversi dan kembali menjadi pesaing utama dalam perebutan gelar musim ini.