Liput – 08 April 2026 | JAKARTA – Perseteruan antara YouTuber Muhammad Jannah, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Bigmo, dan selebgram Azizah Salsha berakhir dengan perdamaian yang disaksikan oleh publik melalui unggahan media sosial. Pada Senin, 6 April 2026, Bigmo bersama ibunya, Putri Regia, mengunjungi rumah keluarga Azizah Salsha yang berlokasi di kantor DPP Ikatan Keluarga Minang, kawasan Mulawarman, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh ayah Azizah, Andre Rosiade, serta kedua orang tua Bigmo.
Dalam rangkaian foto dan video berjumlah tujuh slide yang dibagikan di akun Instagram @bigmoskyy, Bigmo mengekspresikan rasa terima kasih atas kelapangan dada Azizah dan Andre yang membuka pintu rumah mereka. “Terimakasih kak @azizahsalsha_ & pak @andre_rosiade atas waktu dan kelapangan dadanya untuk membuka pintu untuk saya dan bunda saya,” tulisnya di caption, disertai permohonan maaf yang tulus atas kegaduhan yang terjadi.
Pernyataan maaf tersebut mencakup tidak hanya dirinya, tetapi juga adik tirinya, Adimas Firdaus, yang lebih dikenal dengan nama Resbob. Resbob sebelumnya menuduh Azizah berselingkuh dalam sebuah siaran langsung, yang kemudian memicu laporan polisi oleh Azizah ke Bareskrim Polri pada Agustus 2025. Kasus fitnah dan pencemaran nama baik ini sempat menjadi sorotan media nasional, menimbulkan perdebatan sengit di dunia maya.
Selama pertemuan, kedua belah pihak duduk bersama di sebuah meja, membahas penyelesaian secara kekeluargaan. Bigmo menyampaikan, “Saya mewakili abang saya, Resbob, meminta maaf setulus-tulusnya atas kegaduhan yang abang saya buat.” Azizah menanggapi dengan komentar singkat di Instagramnya, “Thankuu Bigmo atas permintaan maaf dan klarifikasinya. Maaf juga kalau ada salah kata. Semoga ini menjadi pelajaran untuk kita semua agar lebih bijak dalam bersosial media dan membuat konten.”
Bigmo menambahkan dalam postingannya bahwa pertemuan tersebut memberi pelajaran berharga, khususnya bagi para konten kreator yang sering berinteraksi di platform digital. “Semoga ini juga jadi pelajaran untuk kita semua agar berkonten dan bersosial media ke arah lebih positif dan bermanfaat,” tulisnya pada Rabu, 8 April 2026.
Berbagai media online, termasuk Okezone, DetikHot, dan Kompas.com, melaporkan peristiwa ini secara serupa, menyoroti sikap lapang dada Azizah dan Andre yang memilih pendekatan damai daripada melanjutkan proses hukum. Dalam sebuah wawancara singkat, Andre Rosiade menyatakan dukungannya terhadap penyelesaian kekeluargaan, mengingat dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh perseteruan publik terhadap citra keluarga dan masyarakat luas.
Penyelesaian ini juga menandai berakhirnya proses investigasi Bareskrim terhadap Bigmo dan Resbob. Meskipun penyelidikan tidak sepenuhnya dihentikan, pihak kepolisian memberi sinyal bahwa tidak ada tuntutan lanjutan jika kedua belah pihak terus menjaga hubungan baik dan tidak mengulangi tindakan serupa.
Kasus ini menjadi contoh penting bagi ekosistem digital Indonesia, di mana penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat berujung pada konflik hukum dan reputasi. Para pengamat media menekankan perlunya edukasi literasi digital bagi semua kalangan, terutama generasi muda yang menjadi konsumen utama konten online.
Dengan selesainya perseteruan ini, fokus kini beralih pada upaya bersama untuk menciptakan konten yang lebih konstruktif. Bigmo berjanji akan lebih selektif dalam mengangkat isu, sementara Azizah mengajak para netizen untuk bersikap lebih kritis dan mengedepankan etika dalam berinteraksi di dunia maya. Kedua pihak berharap peristiwa ini menjadi titik balik positif bagi industri kreatif digital di Indonesia.
Kesimpulannya, pertemuan damai antara Bigmo, Azizah Salsha, dan Andre Rosiade menegaskan pentingnya komunikasi terbuka, rasa hormat, serta tanggung jawab moral dalam era digital. Momen ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pelaku konten kreatif, agar ke depannya mereka dapat berkontribusi pada lingkungan media sosial yang lebih sehat dan produktif.