Liput – 04 April 2026 | Sabtu malam di Stadion Cars Jeans Stadion, ADO Den Haag menorehkan kemenangan dramatis 4-2 melawan Jong Ajax, menambah jarak mereka dengan pemuncak klasemen Keuken Kampioen Divisie menjadi tujuh poin. Kemenangan ini datang setelah tim asuhan Óscar García bangkit dari ketertinggalan 0-2 pada menit ke-15. Skye Vink membuka skor untuk Ajax, namun Daryl van Mieghem menyamakan kedudukan hanya dua menit kemudian. Pada babak kedua, Jinairo Johnson secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri yang memberi ADO keunggulan pertama, diikuti dengan serangan tajam Juho Kilo dan penutup Steven van der Sloot yang memastikan angka empat untuk tuan rumah.
Di Venlo, VVV-Venlo mengalahkan SC Cambuur 3-0 dengan hattrick Dean Zandbergen, menutup peluang Cambuur untuk mengejar gelar meskipun mereka sudah memastikan promosi ke Eredivisie. Kekalahan ini memperlebar selisih poin antara Cambuur dan pemimpin, sekaligus menegaskan dominasi ADO Den Haag di papan atas.
Hasil lain pada pekan ini memperlihatkan dinamika kompetisi: Almere City mengalahkan TOP Oss 3-2, Roda JC mengukir kemenangan 3-0 atas FC Dordrecht, serta Willem II berhasil menahan Jong PSV dengan skor tipis 1-0. Pertarungan sengit juga terjadi antara FC Eindhoven dan De Graafschap yang berakhir imbang 2-2 setelah gol penentu pada menit tambahan.
Sementara itu, di luar lapangan, perhatian publik beralih ke kontroversi administratif yang melibatkan pemain timnas Indonesia yang berkompetisi di liga Belanda. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi apa yang disebut media sebagai “pasport gate”, yakni masalah izin kerja dan dokumen tinggal pemain Indonesia di Eredivisie serta Eerste Divisie.
Menurut informasi yang diperoleh, empat pemain Indonesia—Dean James (Go Ahead Eagles), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe‑A‑On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen)—tercatat dalam daftar Dinas Imigrasi Naturalisasi Belanda sebagai pemain yang status izinnya dipertanyakan. Akibatnya, mereka dilarang tampil dalam pertandingan resmi dan latihan tim masing‑masing hingga masalah administrasi terselesaikan. PSSI menegaskan akan memberikan dukungan penuh serta berkoordinasi dengan otoritas Belanda untuk melindungi hak‑hak pemain.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyatakan bahwa federasi sudah menerima laporan lengkap tentang kasus ini dan sedang menyiapkan langkah‑langkah konkret, termasuk kemungkinan pengajuan banding atau perbaikan dokumen. “Kami akan segera merilis pernyataan resmi dan berupaya secepat mungkin agar pemain dapat kembali berkontribusi baik bagi klub maupun timnas,” ujarnya dalam konferensi pers singkat di Jakarta.
Isu ini menimbulkan gelombang reaksi di kalangan klub dan pemain lain. NAC Breda, yang melaporkan status Dean James kepada operator liga, mengklaim bahwa pelanggaran regulasi dapat merusak integritas kompetisi. Di sisi lain, beberapa klub Eredivisie seperti Ajax dan Feyenoord mengonfirmasi bahwa pemain mereka yang berstatus Indonesia, seperti kiper Maarten Paes, telah mengurus semua persyaratan administratif dengan cermat dan tidak terpengaruh oleh kasus ini.
Pengaruh masalah paspor ini tidak hanya dirasakan oleh pemain, tetapi juga oleh timnas Indonesia secara keseluruhan. Dean James, yang baru saja tampil dalam laga FIFA Matchday melawan Lebanon, terpaksa absen dari sesi latihan timnas setelah larangan kompetisi domestik. Hal ini menambah tantangan bagi pelatih Timnas Indonesia dalam mempersiapkan skuad menjelang kualifikasi Piala Dunia.
Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan bahwa kompetisi Eerste Divisie tidak hanya dipenuhi aksi-aksi menegangkan di lapangan, tetapi juga dinamika administratif yang dapat memengaruhi karier pemain internasional. Bagi ADO Den Haag, kemenangan melawan Jong Ajax menjadi langkah penting menuju gelar, sementara bagi pemain Indonesia, penyelesaian isu paspor menjadi prioritas utama untuk memastikan mereka dapat kembali berkompetisi tanpa hambatan.
Ke depan, para pengamat menanti bagaimana PSSI akan menavigasi proses hukum dan diplomatik dengan otoritas Belanda, serta apakah masalah ini akan berimplikasi pada kebijakan transfer dan penempatan pemain Indonesia di Eropa. Sementara itu, kompetisi Eerste Divisie terus berlanjut dengan persaingan ketat, menjanjikan aksi-aksi menarik menjelang akhir musim.