Liput – 06 April 2026 | Pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 menyajikan pertandingan yang tak akan cepat dilupakan bagi para pecinta sepak bola Indonesia. Di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil mengalahkan Persija Jakarta dengan skor tipis 3-2. Pertandingan yang berlangsung panas ini menghasilkan lima gol, dua kartu, serta aksi gemilang dari penyerang asal Mali, Moussa Sidibe, yang mencetak dua gol, termasuk gol penentu pada masa tambahan waktu.
Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi. Hanya satu menit setelah peluit pertama, Persija sudah memetik poin pertama melalui sundulan Rayhan Hannan yang memanfaatkan umpan terobosan dari Allano. Gol cepat tersebut menempatkan Persija di posisi unggul dan memaksa Bhayangkara bermain lebih defensif pada fase awal.
Pada menit ke-27, Bhayangkara berhasil menyamakan kedudukan berkat gol pertama Moussa Sidibe. Penyerang muda itu menemukan ruang di area pertahanan lawan dan mengeksekusi tembakan yang melesat ke sudut kanan gawang, menjadikan skor 1-1. Gol tersebut bertahan hingga jeda babak pertama, menandakan ketangguhan mental tim tuan rumah.
Masuk babak kedua, drama semakin memuncak. Jordi Amat dari Persija menerima kartu merah setelah terlibat dalam duel keras di lini tengah, membuat Persija harus bermain dengan sepuluh pemain. Meskipun kalah satu orang, Persija tidak menyerah. Pada menit ke-62, Fabio Calonego mengeksekusi tendangan bebas yang melengkung melewati tembok pertahanan Bhayangkara, memberi Persija kembali keunggulan 2-1.
Namun, Bhayangkara tidak tinggal diam. Dendy Sulistyawan, yang tampil impresif di lini tengah, menambah satu gol lagi bagi timnya melalui tendangan bebas pada menit ke-86. Gol ini menyamakan kembali skor menjadi 2-2 dan memicu kegembiraan di tribun penonton Lampung.
Menjelang akhir laga, Frengky Missa, pemain sayap kiri Bhayangkara, memainkan peran penting dengan melaksanakan man-to-man marking yang ketat terhadap Allano Lima, winger andalan Persija. Pendekatan disiplin Missa berhasil mengekang gerakan Allano, sehingga peluang serangan Persija berkurang signifikan pada fase-fase krusial pertandingan.
Detik-detik terakhir menjadi sorotan utama. Pada masa tambahan waktu, Moussa Sidibe kembali tampil sebagai pahlawan. Memanfaatkan umpan terobosan dari rekan setimnya, Sidibe menembus garis pertahanan dan menempatkan bola ke sudut atas gawang, memastikan kemenangan 3-2 untuk Bhayangkara. Gol penentu ini tidak hanya memberi tiga poin penting, tetapi juga menegaskan kemampuan Sidibe dalam mengatasi tekanan.
Usai pertandingan, Sidibe mengungkapkan bahwa mentalitas tim menjadi faktor penentu. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan kepercayaan diri, terutama setelah kembali beraksi di level tertinggi Liga 1. “Kami sudah tahu Persija adalah tim kuat. Mengalahkan mereka di kandang kami, terutama pada menit-menit akhir, membuat kami sangat bangga,” ujar Sidibe dalam sesi wawancara pasca laga.
Keberhasilan ini memperpanjang tren positif Bhayangkara Presisi Lampung FC, yang kini mencatat enam kemenangan beruntun dan menancapkan diri di posisi papan atas klasemen. Di sisi lain, Persija harus mengevaluasi strategi mereka, terutama setelah kehilangan Jordi Amat dan kesulitan menahan serangan balik Bhayangkara.
Secara statistik, pertandingan ini mencatat total lima gol, dua kartu merah, serta tiga tendangan bebas yang berujung gol. Kemenangan dramatis ini menambah warna pada kompetisi Liga 1 musim ini, memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di antara klub-klub papan atas.
Dengan hasil ini, Bhayangkara Presisi Lampung FC melanjutkan perjuangan meraih gelar juara, sementara Persija Jakarta harus bangkit kembali untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, satu momen dapat mengubah keseluruhan cerita, dan para pemain harus selalu siap menulis sejarah di lapangan.