Liput – 14 April 2026 | Pertandingan penutup musim reguler NBA antara Oklahoma City Thunder dan Phoenix Suns berlangsung dengan intensitas tinggi, memperlihatkan kontras antara semangat juang Thunder yang masih muda dan dominasi Suns yang mengandalkan bintang-bintang berpengalaman. Laga yang digelar di arena rumah Suns ini berakhir dengan skor telak 135-103 untuk kemenangan Phoenix, namun bukan tanpa drama dan momen penting yang patut dicatat.
Salah satu sorotan utama datang dari penampilan Lu Dort, guard pertahanan Thunder, yang berjuang keras melawan serangan berkecepatan Suns. Meskipun Dort mencatat beberapa steal penting, ia tidak mampu menahan serangan berantai Devin Booker dan Kevin Durant yang berhasil mencetak poin secara beruntun. Booker, yang kembali dari cedera pergelangan kaki, menampilkan performa luar biasa dengan 33 poin, 6 rebound, dan 4 assist, membuktikan bahwa ia kembali berada dalam kondisi prima menjelang playoff.
Sementara itu, Shai Gilgeous‑Alexander (SGA) yang biasanya menjadi motor serangan Thunder, tampak terbatas akibat kelelahan. Dalam laporan cedera akhir sebelum pertandingan, tim medis Thunder menyebutkan bahwa SGA mengalami rasa tidak nyaman di lutut kanan, namun tetap bermain. Ia mencetak 24 poin, namun efisiensi tembakannya menurun dibandingkan rata‑rata musim reguler. Devin Booker, di sisi lain, dipastikan dalam kondisi fit dan siap memimpin Suns menutup musim dengan kemenangan.
Thunder memilih untuk memberi istirahat tambahan kepada bintang mereka, termasuk SGA dan Josh Giddey, pada kuarter pertama. Keputusan ini memicu perdebatan di kalangan penggemar, mengingat peluang tim untuk menguji taktik akhir musim berkurang. Namun, pelatih Mark Daigneault menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah menjaga kebugaran pemain menjelang playoff, mengingat Thunder masih berada dalam perburuan tempat di klasemen barat.
Kemenangan Suns tidak hanya menambah catatan kemenangan mereka, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai salah satu tim unggulan di Wilayah Barat. Kevin Durant, yang kembali dari cedera lutut, menambah 28 poin dan 9 rebound, menunjukkan bahwa ia kembali menjadi ancaman utama bagi lawan. Selain itu, Nikola Jokić, meski tidak bermain, disebut-sebut dalam komentar pelatih Suns sebagai motivator tim, menginspirasi pemain muda untuk tampil lebih baik.
Berikut adalah rangkuman penilaian pemain (player grades) yang dirilis oleh analis setelah pertandingan:
- Lu Dort (OKC): 6/10 – Pertahanan solid, namun kurang kontribusi ofensif.
- Shai Gilgeous‑Alexander (OKC): 7/10 – Memimpin serangan, namun terbatas oleh kelelahan.
- Josh Giddey (OKC): 5/10 – Waktu bermain terbatas, belum menunjukkan potensi penuh.
- Devin Booker (PHX): 9/10 – Penampilan dominan, kembali ke performa puncak.
- Kevin Durant (PHX): 8/10 – Efektif di kedua sisi lapangan, mengendalikan tempo.
Meski hasil akhir terasa menyakitkan bagi Thunder, terdapat catatan positif yang dapat dibawa ke playoff. Nikola Jokić (meski tidak terlibat langsung dalam pertandingan ini) disebut sebagai inspirasi bagi Thunder, terutama dalam hal kerja tim dan ketangguhan mental. Sementara itu, para pemain muda seperti Chet Holmgren menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan, meski penampilannya masih terbatas pada menit-menit pendek.
Keputusan Thunder untuk memberikan istirahat tambahan pada pemain inti mereka menimbulkan pertanyaan mengenai strategi mereka di babak playoff. Apakah mereka akan mengandalkan kebugaran sebagai keunggulan, ataukah harus menyesuaikan taktik ofensif untuk mengimbangi kehadiran bintang-bintang seperti Suns? Analisis selanjutnya akan sangat tergantung pada hasil pertandingan pertama playoff, terutama jika mereka bertemu kembali dengan tim-tim kuat dari Wilayah Barat.
Secara keseluruhan, pertandingan ini memperlihatkan dua sisi yang berbeda: Suns yang menutup musim dengan kepercayaan diri tinggi, dan Thunder yang masih mencari keseimbangan antara kebugaran dan kebutuhan untuk mengasah strategi. Kedua tim kini menatap masa depan dengan harapan, dan para penggemar NBA di seluruh dunia menantikan konfrontasi selanjutnya di babak playoff yang semakin mendebarkan.
