Liput – 06 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Auto2000 resmi memperkenalkan teknologi baterai terbaru yang dipasang pada Toyota New Veloz Hybrid EV. Menurut pernyataan Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, baterai lithium‑ion kompak berkapasitas 0,7 kW menjadi kunci utama peningkatan efisiensi bahan bakar dan pengurangan emisi pada mobil keluarga ini.
Baterai tersebut terletak strategis di bawah jok penumpang depan, sebuah penempatan yang meniru desain pada New Kijang Innova Zenix Hybrid EV. Penempatan ini tidak hanya menjaga ruang kabin dan bagasi tetap lega, tetapi juga membantu menyeimbangkan pusat gravitasi kendaraan sehingga handling menjadi lebih stabil.
Berikut adalah spesifikasi teknis utama yang diungkapkan Auto2000:
- Kapasitas baterai: 0,7 kW (lithium‑ion)
- Daya maksimum yang dihasilkan: 80 PS (sekitar 59 kW) untuk motor listrik
- Efisiensi bahan bakar: hingga 28,9 km per liter (konsumen melaporkan rata‑rata 23,5 km/l pada kondisi jalan perkotaan)
- Sistem pengisian otomatis: mengandalkan tenaga mesin bensin dan regenerative braking tanpa perlu mencari stasiun pengisian khusus
- Aki pendukung 12 Volt: menyuplai listrik untuk lampu, audio, klakson, dan ECU, tetap memerlukan perawatan rutin
Sistem pengisian otomatis menjadi keunggulan signifikan bagi pengguna yang sering bepergian ke daerah terpencil. Selama pengereman atau ketika mesin bensin beroperasi, energi kinetik kendaraan dikonversi kembali menjadi listrik dan disimpan ke dalam baterai utama. Dengan mekanisme ini, pengemudi tidak perlu khawatir kehabisan daya listrik meskipun tidak memiliki akses ke stasiun pengisian listrik (SPKLU).
Auto2000 menekankan pentingnya menjaga ventilasi pada kisi‑kisi penutup baterai. Menutup atau menutupi kisi tersebut dapat menyebabkan overheating dan memperpendek usia pakai baterai, sebagaimana telah dipelajari dari pengalaman pengguna New Kijang Innova Zenix Hybrid EV.
Dalam konteks ekonomi operasional, Veloz Hybrid EV menunjukkan performa yang kompetitif dibandingkan mobil listrik murni seperti BYD M6. Simulasi penggunaan harian dengan rute Jakarta‑Tangerang sejauh 60 km selama 30 hari menunjukkan biaya bahan bakar Veloz Hybrid sekitar Rp 922.500 per bulan (dengan asumsi konsumsi 23,5 km/l dan harga Pertamax Rp 12.300 per liter). Sementara BYD M6 memerlukan biaya listrik sekitar Rp 810.000 per bulan (tarif listrik SPKLU Rp 2.500 per kWh). Meskipun biaya energi BYD M6 lebih rendah, Veloz Hybrid menawarkan fleksibilitas pengisian bahan bakar yang lebih mudah di seluruh jaringan SPBU, serta tidak terikat pada infrastruktur pengisian listrik yang masih terbatas di luar kota‑kota besar.
Selain efisiensi, Toyota menekankan komitmen lingkungan dengan mengurangi emisi CO₂ melalui penggunaan motor listrik yang menghasilkan torsi 141 Nm, melengkapi tenaga mesin bensin 1.500 cc (2NR‑VEX) yang menghasilkan 111 PS dan torsi 121 Nm. Kombinasi ini memungkinkan akselerasi yang responsif sekaligus konsumsi bahan bakar yang lebih hemat.
Pengguna juga diingatkan untuk melakukan perawatan rutin pada aki 12 Volt, karena meskipun baterai utama mengisi otomatis, aki kecil tetap berperan penting dalam menyalakan mesin bensin dan sistem kelistrikan kendaraan.
Kesimpulannya, baterai lithium‑ion berkapasitas 0,7 kW pada New Veloz Hybrid EV tidak hanya meningkatkan efisiensi hingga 28,9 km/l, tetapi juga menyederhanakan proses pengisian daya melalui sistem otomatis yang memanfaatkan energi mesin dan pengereman. Dengan harga yang bersahabat dan jaringan purna jual Toyota yang luas, Veloz Hybrid EV menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia yang menginginkan kombinasi antara hemat bahan bakar, rendah emisi, dan kenyamanan penggunaan sehari‑hari.