Syifa Hadju & El Rumi Guncang Pre‑Wedding dengan Busana Adat Jawa & Gorontalo, Simbol Cinta dan Budaya Nusantara

Liput – 06 April 2026 | Menjelang pernikahan yang direncanakan pada akhir 2026, aktris Syifa Hadju dan pasangan pria pilihannya, El Rumi, kembali memikat publik lewat rangkaian foto pre‑wedding yang mengusung dua tema budaya tradisional: adat Jawa dan adat Gorontalo. Foto‑foto yang diunggah pada 5‑6 April 2026 ini tidak hanya menampilkan estetika visual yang memukau, namun juga menyiratkan pesan kuat tentang penghargaan terhadap warisan budaya Indonesia.

Segmen pertama menampilkan pasangan dalam balutan kebaya putih bersulam halus dan beskap berwarna lembut, dipadukan dengan kain batik lilit yang meniru motif keraton Surakarta. Syifa mengenakan kebaya lengan panjang dengan bordir mutiara dan liontin, sementara El Rumi memadukan beskap berwarna pastel dengan celana batik serasi. Riasan wajah Syifa dipoles flawless dengan blush on coklat keemasan, lipstik nude glossy, serta sanggul modern yang dihiasi tusuk konde, menambah kesan elegan sekaligus sakral.

Tak lama kemudian, kamera beralih ke konsep kedua yang menonjolkan keunikan adat Gorontalo. Kedua calon pengantin tampil dalam busana berwarna merah‑emas, lengkap dengan mahkota besar berbulu merah‑putih serta aksesori berbentuk bunga dan ukiran khas Gorontalo. Syifa memakai kebaya panjang berwarna merah dengan detail bordir emas, dipadukan bawahan kain yang dihiasi beads buatan Studio BOH. El Rumi mengenakan setelan merah dengan aksen gold dan topi ikonik Gorontalo, menciptakan tampilan bak bangsawan tradisional yang megah.

Keberagaman kostum tersebut mencerminkan latar belakang keluarga masing‑masing. Syifa menurunkan darah Gorontalo dari ibunya, Shendy Hadju, sehingga pemilihan busana Gorontalo menjadi wujud penghormatan pribadi terhadap akar nenek moyangnya. Sementara El Rumi, yang memiliki keturunan Jawa, Sunda, dan Jerman, menyeimbangkan identitasnya dengan menampilkan elemen Jawa pada sesi foto pertama. Kombinasi ini memperlihatkan sinergi budaya yang semakin relevan di tengah era globalisasi.

Lokasi pemotretan pun tak kalah menarik. Sesi adat Jawa diabadikan di dalam keraton Kasunanan Surakarta, menambah nuansa historis dan sakral pada setiap frame. Sementara foto Gorontalo difoto di studio dengan latar belakang yang meniru arsitektur tradisional Gorontalo, lengkap dengan ornamen kayu dan kain tenun. Kedua set foto dibarengi dengan caption puitis dan hashtag #theLastforSYIFA, menegaskan komitmen pasangan ini untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan keseriusan.

Reaksi netizen pun sangat positif. Banyak yang memuji keberanian Syifa menampilkan dua budaya sekaligus, menyebutnya sebagai “perwujudan cinta sekaligus kebanggaan budaya”. Beberapa komentar menyoroti detail aksesori, seperti mahkota emas berbulu dan perhiasan Cartier senilai ratusan juta rupiah, yang menambah kesan mewah namun tetap berakar pada tradisi.

  • Busana Jawa: kebaya putih, beskap pastel, batik lilit, riasan natural.
  • Busana Gorontalo: kebaya merah‑emas, beads, mahkota bunga, detail bordir emas.
  • Latar belakang: Keraton Surakarta dan studio bertema Gorontalo.
  • Makna budaya: penghormatan pada warisan keluarga masing‑masing.
  • Respon publik: pujian luas atas estetika dan nilai budaya.

Pre‑wedding ini juga menjadi bagian dari strategi promosi pernikahan yang diprediksi melibatkan lebih dari 2.000 tamu, sesuai bocoran resepsi yang beredar. Dengan menggabungkan elemen modern, tradisional, serta sentuhan mewah, Syifa Hadju dan El Rumi berhasil menciptakan momen yang tidak hanya layak diabadikan, namun juga menjadi contoh bagaimana selebriti dapat mengangkat budaya lokal ke panggung internasional.

Secara keseluruhan, rangkaian foto pre‑wedding Syifa Hadju & El Rumi menjadi bukti bahwa fashion dapat menjadi media edukatif sekaligus estetis. Dengan menonjolkan dua budaya sekaligus, pasangan ini mengirimkan pesan kuat bahwa cinta tidak melupakan akar, melainkan merayakannya dengan cara yang kreatif dan menginspirasi.