Liput – 05 April 2026 | Jalan Al Nassr menuju gelar Saudi Pro League 2025/2026 semakin menegangkan meski tim asuhan Cristiano Ronaldo mencatatkan serangkaian kemenangan yang mengukuhkan posisinya di puncak klasemen. Di satu sisi, Ronaldo kembali menunjukkan kelas dunia dengan mencetak dua gol dalam kemenangan 5-2 atas Al Najma pada 3 April 2026, membawa total gol karirnya mendekati 1.000. Di sisi lain, rekan sekutu sekaligus rival tajam, penyerang asal Inggris Tony, terus memperpanjang keunggulan dirinya di derajat pencetak gol terbanyak Roshen Professional League, mencetak gol ke-26 dan menyalip Julian Quintonis dari Al Qadisiyah.
Namun, tekanan tak berhenti pada kompetisi utama. Di tingkat U‑21, Al Nassr berada di urutan kelima Joi Elite League dengan 35 poin, hanya satu poin di belakang Al Qadisiyah dan tiga poin di belakang Al Ittifaq. Pertandingan penentu pada putaran ke‑20, khususnya Derby Riyadh melawan Al Hilal, menjadi titik kritis bagi Al Nassr untuk kembali ke empat besar dan mengamankan tiket langsung ke perempat final. Al Hilal menempati puncak klasemen dengan 40 poin, sementara Al Nassr harus menang untuk menghindari kehilangan peluang kejuaraan.
Berikut rangkaian fakta penting yang membentuk lanskap kompetitif Al Nassr saat ini:
- Kristiano Ronaldo: Memimpin tim dengan dua gol pada pertandingan melawan Al Najma, total gol liga 23, menempati posisi ketiga pencetak gol terbanyak.
- Tony: Menjadi top scorer liga dengan 26 gol, unggul dua gol dari Quintonis (Al Qadisiyah).
- Al Hilal vs Al Nassr (Derby Riyadh): Pertarungan yang menentukan apakah Al Nassr dapat kembali ke empat besar; Al Hilal sudah mengamankan tempat perempat final.
- Joi Elite League U‑21: Al Nassr berada di peringkat kelima, memerlukan kemenangan melawan Al Hilal untuk naik ke posisi empat.
- Rekor terakhir: Al Nassr belum meraih kemenangan dalam hampir 40 hari, mengalami empat kekalahan beruntun sebelum Derby.
Dalam laga terakhir sebelum derby, Al Nassr mengalami kekalahan 4-2 dari Al Taawoun, menambah tekanan pada skuad yang dipimpin Ronaldo. Sementara itu, Tony mencetak gol beruntun dalam tiga pertandingan berurutan melawan Damac, Al Ittihad, dan Al Qadsia, menegaskan ancaman bagi perburuan gelar pencetak gol terbanyak.
Strategi pelatih Al Nassr kini berfokus pada memanfaatkan pengalaman veteran sekaligus memberi ruang bagi pemain muda yang tampil di Joi Elite League. Sisi positifnya, performa Sadio Mané tetap konsisten; meski usianya memasuki 30-an, gerakannya di lapangan masih mampu membuka ruang dan menciptakan peluang, terutama dalam fase satu‑law‑one melawan Al Najma.
Di papan atas klasemen Pro League, Al Nassr kini memimpin Al Hilal dengan selisih enam poin, menandai pergeseran dinamika setelah serangkaian kemenangan beruntun. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting pemain asing seperti Ronaldo, Mané, dan juga kontribusi lokal yang terus berkembang. Namun, konsistensi tetap menjadi tantangan, mengingat jadwal padat dan persaingan ketat di setiap putaran.
Berikut ringkasan statistik tim dalam lima pertandingan terakhir di Saudi Pro League:
| Pertandingan | Skor | Gol Ronaldo | Gol Tony |
|---|---|---|---|
| Al Nassr vs Al Najma (3 Apr) | 5-2 | 2 | 0 |
| Al Nassr vs Al Taawoun (30 Mar) | 2-4 | 0 | 0 |
| Al Nassr vs Al Fateh (27 Mar) | 1-1 | 0 | 0 |
| Al Nassr vs Al Najma (24 Mar) | 1-1 | 0 | 0 |
| Al Nassr vs Damac (21 Mar) | 2-3 | 0 | 0 |
Jika Al Nassr berhasil mengatasi tekanan dan mengalahkan Al Hilal di derby, peluang mereka untuk mengamankan posisi empat besar di liga U‑21 serta memperkuat posisi di liga utama akan meningkat drastis. Di sisi lain, kegagalan dalam laga tersebut dapat menurunkan moral tim dan memberi ruang bagi pesaing lain seperti Al Ittifaq dan Al Qadisiyah untuk melaju.
Secara keseluruhan, musim ini menampilkan duel menarik antara dua bintang utama: Ronaldo yang berjuang menambah rekor gol pribadi dan memimpin Al Nassr kembali ke puncak, serta Tony yang mengincar trofi pencetak gol terbanyak. Kedua narasi ini menjadi sorotan utama bagi para penggemar sepak bola Saudi, sekaligus menambah drama kompetisi hingga akhir musim.
Dengan hanya beberapa putaran tersisa, setiap laga menjadi krusial bagi Al Nassr untuk mempertahankan momentum, mengatasi tekanan, dan akhirnya mengukir gelar yang telah lama ditunggu.