Bos Dewa United Dorong Pembentukan Yayasan Peduli Atlet, Janji Rp500 Juta untuk Pahlawan Olahraga

Liput – 21 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Pada acara “Clash of Legends” yang digelar di Ballroom Fairmont Hotel, pemilik klub Dewa United, Jerry Hermawan Lo, menegaskan kembali pentingnya perhatian terhadap nasib atlet setelah mengakhiri kariernya. Dalam sambutan yang dihadiri oleh sejumlah legenda sepak bola dunia, ia mengumumkan rencana pendirian Yayasan Peduli Atlet yang akan difokuskan pada bantuan finansial, kesehatan, dan reintegrasi sosial bagi para pahlawan olahraga Indonesia.

Acara tersebut menjadi sorotan khusus karena kehadiran ikon-ikon sepak bola seperti Ronaldo Nazario, Patrick Kluivert, dan Rivaldo, yang turut serta dalam persiapan laga eksibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno keesokan harinya. “Profesi atlet memang memberikan kebanggaan luar biasa, namun masa produktifnya sangat singkat. Sayangnya banyak dari mereka yang terpaksa menjual barang pribadi atau bahkan berjuang melunasi biaya pengobatan setelah pensiun,” ujar Jerry.

Jerry mencontohkan beberapa kasus tragis, termasuk mantan juara bulu tangkis dunia Verawaty Fajrin yang sempat menjual raketnya untuk menutupi biaya pengobatan sebelum meninggal pada 2021, petinju legendaris Ellyas Pical yang berjuang secara ekonomi, serta atlet dayung Leni Haini dan kiper mantan timnas Kurnia Meiga yang kini hidup dalam keterbatasan.

Dalam rangka menanggapi masalah tersebut, Jerry berjanji akan menyalurkan dana awal sebesar Rp500 juta untuk Yayasan Peduli Atlet. “Saya siap berdiri di barisan paling depan, menyumbang pertama, dan berharap yayasan dapat mengelola dana dengan transparan untuk menemukan atlet‑atlet yang terlantar,” tegasnya di hadapan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon, serta Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Kelompok Atlet Persentase Mengalami Kesulitan Ekonomi
Sepak Bola 28 %
Bulu Tangkis 34 %
Olahraga Lain 31 %

Data di atas merupakan hasil survei independen yang dilakukan pada akhir 2025, mengungkapkan bahwa hampir sepertiga atlet profesional di Indonesia mengalami masalah keuangan setelah pensiun. Hal ini memicu urgensi pendirian Yayasan Peduli Atlet sebagai platform yang dapat menyalurkan bantuan secara terstruktur.

Selain komitmen sosial, Jerry juga menyoroti peranannya dalam sektor ketahanan pangan melalui JHL Group. “Dalam lima tahun ke depan, Indonesia tidak hanya akan mencapai swasembada pangan, tetapi juga menjadi eksportir utama. Keberhasilan di bidang pangan akan mendukung kesejahteraan atlet melalui program gizi yang terintegrasi,” ujarnya.

Para legenda yang hadir, termasuk Ronaldo, mengungkapkan dukungan mereka terhadap inisiatif tersebut. “Kami berharap inisiatif ini menjadi contoh bagi klub dan perusahaan lain di Indonesia untuk lebih peduli pada atlet yang telah mengharumkan nama tanah air,” kata Rivaldo.

Dengan dukungan pemerintah, PSSI, serta dunia bisnis, Yayasan Peduli Atlet diharapkan dapat meluncurkan program beasiswa pendidikan, asuransi kesehatan, serta bantuan modal usaha bagi atlet yang telah pensiun. Langkah konkret ini diharapkan dapat mengubah narasi “pahlawan terlantar” menjadi “pahlawan yang tetap diberdayakan” di masa depan.

Inisiatif ini menandai babak baru dalam kebijakan dukungan terhadap atlet Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan di lapangan harus diikuti dengan kesejahteraan yang berkelanjutan di luar lapangan.