Erick Thohir Ungkap Persiapan Piala Presiden 2026: Format Baru, Libatkan Pemerintah Daerah, dan Peluang Kembalinya Klub Asing

Liput – 13 April 2026 | Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Piala Presiden 2026 sedang dalam tahap penggodokan serius. Pengumuman ini disampaikan pada penutupan Piala Presiden 2025 di Studio 8 SCTV, Senayan City, Jakarta, Minggu 12 April 2026. Erick menjelaskan bahwa edisi kedelapan turnamen pramusim bergengsi ini masih memiliki ruang untuk inovasi, baik dari segi format kompetisi maupun partisipasi klub luar negeri.

Menurut Erick, proses perencanaan masih berada pada fase konseptual dan akan dilanjutkan dalam dua hingga tiga bulan ke depan. “Piala Presiden yang kedelapan ini sedang kita godok lagi. Nanti seperti apa, nanti kita diskusikan karena memang kita masih punya waktu dua tiga bulan ke depan,” ujarnya kepada wartawan. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota, untuk memastikan dukungan logistik dan finansial yang optimal.

Erick menambahkan, “Intinya kami juga mau semua gubernur, bupati harus berkontribusi supaya sepak bola ini bisa terus bergelora. Tidak hanya tanggung jawab PSSI, Presiden, dan Maruarar Sirait, tetapi juga pemerintah daerah harus ambil bagian untuk nama besar daerahnya.” Pernyataan ini menegaskan bahwa ekosistem sepak bola Indonesia dipandang sebagai kolaborasi antara klub, manajer, media, sponsor, regulator, serta aparat keamanan.

Sementara itu, Maruarar Sirait, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025 dan Menteri Perumahan serta Kawasan Permukiman, menegaskan bahwa keputusan akhir masih menunggu arahan resmi dari PSSI. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang saling mendukung di antara semua pemangku kepentingan, mengingat kompleksitas penyelenggaraan turnamen yang bertepatan dengan agenda internasional.

Berbeda dengan edisi 2025 yang digelar pada bulan Juli, jadwal Piala Presiden 2026 belum pasti. Erick mengakui adanya tantangan penjadwalan karena tahun 2026 juga menjadi tahun Piala Dunia FIFA. “Belum tahu karena memang kompleksitas tahun ini kan ada kejuaraan Piala Dunia, dan klub-klub sendiri baru selesai pertandingan Piala Dunia Klub kemarin,” jelasnya. Meskipun demikian, ia menyatakan masih ada peluang bagi klub luar negeri untuk kembali berpartisipasi, mengingat kesuksesan klub seperti Port FC (Thailand) yang menjadi juara pada edisi sebelumnya.

Berikut beberapa poin utama yang sedang dipertimbangkan dalam penyusunan format baru Piala Presiden 2026:

  • Peningkatan Peran Pemerintah Daerah: Mengundang dukungan gubernur, bupati, dan wali kota untuk menyediakan fasilitas, sponsor, dan promosi lokal.
  • Partisipasi Klub Luar Negeri: Menjajaki kembali undangan untuk klub-klub Asia dan Eropa sebagai upaya meningkatkan daya tarik kompetisi.
  • Penyesuaian Jadwal: Mengatur kalender agar tidak bentrok dengan Piala Dunia 2026 serta kompetisi domestik Liga 1 dan Liga 2.
  • Format Turnamen: Membuka kemungkinan format grup, babak playoff, atau sistem gugur langsung untuk menyesuaikan jumlah tim yang berpartisipasi.
  • Pengembangan Klub Daerah: Memberi slot khusus bagi klub-klub dari provinsi, kabupaten, atau kota yang belum pernah berpartisipasi secara reguler.

Erick juga menekankan bahwa keputusan akhir akan dirumuskan dalam rapat internal PSSI dan akan disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan pada minggu mendatang. Ia berharap formulasi akhir dapat diumumkan paling lambat Kamis mendatang, sehingga semua pihak memiliki waktu yang cukup untuk persiapan logistik dan teknis.

Dengan adanya peluang kembali melibatkan tim asing, Piala Presiden 2026 diharapkan dapat menjadi ajang pertarungan yang lebih kompetitif dan menarik bagi penonton nasional. Selain meningkatkan standar kompetisi, kehadiran klub luar negeri diyakini dapat memberikan pengalaman berharga bagi pemain muda Indonesia dalam berhadapan dengan taktik dan gaya permainan internasional.

Secara keseluruhan, visi Erick Thohir menekankan kolaborasi lintas sektor, fleksibilitas format, serta adaptasi terhadap kalender kompetisi global. Jika semua elemen dapat terkoordinasi dengan baik, Piala Presiden 2026 berpotensi menjadi turnamen pramusim yang tidak hanya menyiapkan tim nasional untuk tantangan internasional, tetapi juga memperkuat ekosistem sepak bola domestik dari tingkat paling atas hingga level daerah.