Liput – 21 April 2026 | Bobotoh, sebutan bagi suporter Persib Bandung, kembali menunjukkan kegigihannya meski harus menonton laga tandang di Banten International Stadium tanpa kehadiran fisik di tribun. Pada Senin (20/4/2026), Persib menampakkan performa solid melawan Dewa United, namun keputusan gol yang melibatkan VAR memicu kemarahan massa biru di media sosial.
Gol pertama Dewa United pada menit ke-24 datang dari Alex Martins setelah menerima umpan silang dari Alexis Messidorо. Sebelum melaksanakan umpan, Messidorо sempat kehilangan kontrol bola yang tampak keluar lapangan. Wasit Yoko Supriyanto memilih melanjutkan permainan dan, setelah berkonsultasi dengan tim VAR, mengesahkan gol tersebut. Bobotoh menilai keputusan itu tidak adil karena bola jelas telah keluar, dan menuntut VAR untuk melakukan pemeriksaan ulang secara langsung.
Sementara itu, di Bandung, program Nobar Biru kembali digelar sebagai “kandang kedua” bagi suporter. Dua lokasi utama, CGV Paris Van Java dan Graha Persib, dipenuhi oleh ribuan pendukung yang menyanyikan lagu klub, mengibarkan bendera, dan menonton pertandingan dengan layar lebar. Tiket masuk hanya Rp85.000, dan peserta berkesempatan mendapatkan merchandise resmi, tiket pertandingan kandang, serta poin loyalitas bagi pemilik Passport Persib.
Bobotoh tak hanya menyalurkan dukungan melalui sorakan. Mereka juga aktif di platform digital, mengkritisi keputusan wasit, serta menyebarkan prediksi kemenangan Persib. Azkiyyah Nur Syifa, seorang suporter yang dikenal lewat kehadirannya di media sosial, memperkirakan Persib akan mengalahkan Dewa United dengan skor 3-1, mengingat rekor tak terkalahkan dalam 14 pertandingan terakhir.
Berikut adalah rangkuman statistik singkat laga Persib vs Dewa United:
| Aspek | Persib Bandung | Dewa United |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Shots on Target | 7 | 5 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
| Gol | 0 | 2 |
Walaupun Persib belum mampu mencetak gol, serangan mereka terus mengancam pertahanan Dewa United. Pelatih Bojan Hodak menilai bahwa intensitas pressing tinggi serta kedalaman skuad menjadi kunci untuk mematahkan gol lawan di babak kedua.
Suporter Bobotoh juga menyoroti pentingnya penggunaan teknologi VAR secara optimal. Mereka berpendapat, keputusan yang seharusnya dapat diidentifikasi dalam hitungan detik justru memakan waktu lama, menyebabkan ketegangan di antara kedua kubu. Keluhan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyelenggara Liga Super 2025-2026 untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan proses VAR.
Di luar lapangan, program Nobar Biru tidak hanya menjadi sarana menonton bersama, melainkan juga platform interaktif. Penggemar yang hadir dapat menukar stempel pada Passport Persib, menambah poin MemberSIB, dan berpartisipasi dalam kuis berhadiah. Hal ini menegaskan bahwa semangat Bobotoh melampaui batas geografis, tetap hidup walau stadion tak dapat diisi penonton.
Ke depan, Persib Bandung bertekad mempertahankan tren positifnya. Dengan catatan tak terkalahkan selama 14 pertemuan terakhir, tim asuhan Bojan Hodak berupaya mengamankan tiga poin penting di Banten International Stadium. Sementara Dewa United, yang berjulukan “Banten Warriors”, akan berusaha menghentikan dominasi biru.
Bobotoh menutup hari dengan harapan bahwa keputusan VAR selanjutnya akan lebih transparan, serta menantikan kemenangan yang dapat mengembalikan semangat juang di kandang sendiri. Dukungan melalui Nobar Biru, media sosial, dan kehadiran fisik di pertandingan berikutnya menjadi bukti nyata bahwa Bobotoh tetap menjadi tulang punggung Persib, tak kenal lelah, dan selalu siap menyuarakan kebanggaan biru.