Liput – 20 April 2026 | Masyarakat Indonesia kini dapat memantau status bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahun 2026 hanya dengan mengakses handphone. Inisiatif ini digulirkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memberikan layanan yang cepat, transparan, dan bebas dari keharusan mendatangi kantor desa atau dinas sosial. Seluruh prosedur berpusat pada satu data utama, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum pada KTP.
Berikut langkah demi langkah cara cek bansos PKH BPNT 2026 melalui dua kanal resmi: aplikasi seluler dan situs web. Penjelasan ini dirancang agar semua lapisan masyarakat, termasuk yang belum terbiasa dengan teknologi, dapat mengikuti dengan mudah.
1. Mengecek via Aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Unduh aplikasi Cek Bansos dari Google Play Store untuk Android atau App Store untuk iOS.
- Buka aplikasi, lalu pilih opsi registrasi dengan memasukkan nomor handphone yang aktif.
- Verifikasi akun menggunakan kode OTP yang dikirim melalui SMS.
- Masuk ke aplikasi menggunakan akun yang telah terverifikasi.
- Pilih menu Cek Bansos pada dashboard utama.
- Masukkan NIK atau nama lengkap sesuai KTP.
- Pilih wilayah domisili secara berjenjang (provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan).
- Tekan tombol Cek untuk menampilkan hasil pencarian.
Jika data terdaftar, aplikasi akan menampilkan nama, kelompok desil, serta status penerimaan bantuan. Selain itu, pengguna dapat mengajukan usulan calon penerima bila memenuhi kriteria yang ditetapkan.
2. Mengecek via Situs Web Resmi
- Buka peramban dan akses alamat
cekbansos.kemensos.go.id. - Masukkan rangkaian 16 digit NIK sesuai KTP pada kolom pencarian.
- Isi kode keamanan (captcha) yang tampil; bila tidak terbaca, klik ikon refresh untuk mengganti gambar.
- Klik tombol CARI DATA.
- Sistem akan menampilkan data terperinci meliputi nama, kelompok desil, dan status penetapan sebagai penerima bansos.
Fitur web ini cocok bagi mereka yang tidak memiliki smartphone atau lebih nyaman menggunakan komputer.
Jadwal Pencairan PKH dan BPNT Tahun 2026
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Keempat tahap tersebut berlaku untuk kedua program, namun besaran bantuan dan mekanisme pencairan berbeda.
Besaran Bantuan PKH 2026 per Kategori
| Kategori Penerima | Jumlah Total (Rp) | Per Tahap (Rp) |
|---|---|---|
| Ibu hamil | 3.000.000 | 750.000 |
| Anak usia dini (0‑6 th) | 3.000.000 | 750.000 |
| Siswa SD | 900.000 | 225.000 |
| Siswa SMP | 1.500.000 | 375.000 |
| Siswa SMA | 2.000.000 | 500.000 |
| Disabilitas berat | 2.400.000 | 600.000 |
| Lanjut usia 60+ tahun | 2.400.000 | 600.000 |
| Korban pelanggaran HAM berat | 10.800.000 | 2.700.000 |
Untuk program BPNT, bantuan berupa saldo Rp200.000 per bulan yang dapat dipakai membeli kebutuhan pangan melalui e‑warong atau agen resmi pemerintah.
Penting bagi warga untuk secara rutin memeriksa status bantuan mereka, memastikan data kependudukan selalu akurat, dan memperhatikan jadwal pencairan agar tidak terlewat. Jika ditemukan ketidaksesuaian, segera hubungi kantor desa atau Dinas Sosial setempat untuk klarifikasi.
Dengan memanfaatkan layanan digital ini, proses verifikasi menjadi lebih cepat, biaya operasional berkurang, dan transparansi penyaluran bantuan dapat terjaga. Harapannya, lebih banyak keluarga yang berhak menerima bantuan tepat waktu, meningkatkan kesejahteraan sosial secara menyeluruh.