Liput – 14 April 2026 | Pertandingan antara Real Sociedad dan Deportivo Alavés pada 12 April 2026 menjadi sorotan utama La Liga, tidak hanya karena hasil akhir 3-2 yang memukau, tetapi juga karena latar emosional yang mengelilinginya. Di Stadion Anoeta, Real Sociedad berhasil menorehkan kemenangan tipis berkat gol kepala Óskarsson pada menit ke-60, sementara dukungan fanatik dari pendukung Alavés menambah warna khusus menjelang final Copa del Rey.
Sejak peluit pertama, Alavés menunjukkan tekad untuk menguasai permainan. Mereka mencetak dua gol cepat dalam 24 menit pertama, berkat serangan balasan yang dipimpin oleh Turrientes. Gol pertama datang lewat tembakan jarak jauh yang tak terduga, sementara gol kedua merupakan hasil kerja sama antara Sucic yang menembakkan tendangan keras ke gawang. Namun, pertahanan Real Sociedad tampak rapuh pada fase awal, terutama setelah kesalahan Caleta‑Car yang menghasilkan own‑goal serta peluang hampir mencetak dua kali pada gawang lawan.
Real Sociedad berbalik pada menit ke‑30 ketika Óskarsson, yang sebelumnya kurang berpengaruh, menemukan ruang di kotak penalti dan menegaskan kepala kuatnya untuk membuka keunggulan 1-0. Gol tersebut memberi tim tuan rumah dorongan moral, meski Alavés tetap menekan dan menyamakan kedudukan lewat gol balasan di menit ke‑45. Skor berlanjut 1-1 hingga jeda babak pertama, dengan kedua pelatih menyesuaikan taktik masing‑masing.
Memasuki babak kedua, Real Sociedad menampilkan permainan yang lebih terorganisir. Kubo, yang kembali setelah cedera panjang, memberikan assist krusial untuk gol kedua Óskarsson pada menit ke‑60, mengubah skor menjadi 2-1. Sementara itu, pemain sayap Aritz, yang kembali memimpin sebagai kapten, memberikan kontribusi defensif solid hingga ia harus turun pada menit ke‑85 karena kram otot.
Alavés tidak tinggal diam; mereka menekan kembali dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke‑73 melalui serangan terorganisir yang dimotori oleh Sucic, yang menembakkan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Namun, kegembiraan Alavés terhenti ketika Sergio Gómez, yang telah terlibat dalam banyak peluang, menerima kartu merah pada waktu tambahan, menurunkan jumlah pemain mereka menjadi sepuluh.
Poin penting lainnya adalah gol penutup Lucas Boyé pada menit ke‑87 untuk Real Sociedad, yang mengamankan kemenangan 3-2. Gol tersebut datang tepat setelah sorakan panjang pendukung Alavés yang memamerkan spanduk “Aitor Zabaletagatik, ekarri kopa” sebagai penghormatan kepada mantan pemain klub yang meninggal, menambah nuansa emosional pada pertandingan.
Di luar lapangan, para suporter Alavés menyiapkan tribute “Ekarri Kopa” menjelang final Copa del Rey. Mereka menaruh bunga di memorial Aitor Zabaleta dan mengibarkan spanduk besar di tengah malam, mengundang tepuk tangan selama dua menit dari penonton di stadium. Gestur tersebut menunjukkan solidaritas yang kuat antara dua klub rival, sekaligus menegaskan harapan bersama untuk meraih trofi pertama bagi Alavés dalam era modern.
Berikut adalah penilaian singkat pemain Real Sociedad berdasarkan laporan AS:
- Óskarsson – 8/10 (Gol penentu, kontribusi defensif menurun sebelum menit 60)
- Álex Remiro – 5/10 (Tidak ada penyelamatan penting, tiga gol kebobolan)
- Aritz – 7/10 (Penampilan solid di sisi kanan, turun karena kram)
- Caleta‑Car – 4/10 (Own‑goal, kesalahan berulang)
- Sergio Gómez – 3/10 (Kartu merah pada menit tambahan)
- Turrientes – 6/10 (Kesalahan awal, namun mencetak gol penting)
- Sucic – 7/10 (Gol spektakuler, tendangan jarak jauh)
- Lucas Boyé – 7/10 (Gol penutup, menambah kepercayaan diri tim)
Statistik tim menunjukkan Real Sociedad menguasai penguasaan bola sekitar 58% dengan total tembakan 15, sementara Alavés mencatat 12 tembakan dengan 5 di antaranya tepat sasaran. Kartu kuning terbanyak dicatat pada pemain pertahanan Real Sociedad, menandakan intensitas fisik yang tinggi sepanjang laga.
Setelah kemenangan ini, Real Sociedad menatap final Copa del Rey di La Cartuja, Sevilla, pada tanggal 18 April. Klub telah mengumumkan sisa 87 tiket untuk anggota yang belum beruntung dalam undian, serta menjanjikan zona fanatik lengkap dengan musik DJ, band lokal, dan penampilan seni tradisional Basque. Sementara itu, Alavés tetap berjuang mempertahankan posisi mereka di papan tengah La Liga, dengan harapan dapat memanfaatkan momentum positif ini untuk meraih poin penting pada pertandingan berikutnya.
Keseluruhan, laga Real Sociedad vs Alavés tidak hanya menjadi pertarungan taktik di atas rumput, tetapi juga simbol persahabatan dan rasa hormat antar klub dalam dunia sepak bola Spanyol. Kemenangan tipis, penilaian pemain yang beragam, serta dukungan fanatik yang mengharukan menjadi elemen penting yang memperkaya narasi kompetisi ini.