Persik Kediri vs Persijap Jepara: Duel Menegangkan di BRI Super League 2025/2026

Liput – 13 April 2026 | Persik Kediri dan Persijap Jepara kembali menjadi sorotan utama pada pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026. Kedua klub berada di zona yang sangat sensitif, berjuang keras untuk menjauh dari ancaman zona merah sekaligus mengumpulkan poin penting menjelang akhir musim. Persik, yang baru saja mengalami kekalahan menyakitkan melawan Madura United, harus bangkit kembali, sementara Persijap memanfaatkan momentum kemenangan atas Bhayangkara Presisi untuk memperkuat posisi klasemen.

Dalam pertandingan yang digelar pada 12 April 2026 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura United menumbangkan Persik Kediri dengan skor 2-1. Pelatih asal Spanyol, Marcos Reina, mengaku merasa “sedih dan malu” setelah timnya kalah dari klub yang berada di posisi lebih rendah. Menurutnya, kegagalan utama terletak pada lini belakang yang rentan, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan. Dua gol Madura United, yang dicetak oleh Fransiskus Alesandro (menit ke-34) dan Riquelme Sousa (menit ke-73), datang dari situasi serangan cepat, sementara gol Persik yang dibuka oleh Rendy Sanjaya pada menit ke-62 tidak cukup untuk mengamankan tiga poin.

Sementara itu, Persijap Jepara mencatatkan kemenangan penting melawan Bhayangkara Presisi FC dengan skor 2-1 pada 6 April 2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Gol pembuka datang lewat gol cepat Borja Herrera pada menit pertama, memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan. Gol kedua dicetak oleh Sudi Abdallah pada menit ke-45 setelah memanfaatkan kesalahan Moises Wolschick. Bhayangkara sempat memotong selisih menjadi 2-1 pada menit ke-90 melalui gol Mousa Sidibe, namun tidak mampu mengubah hasil akhir.

Keberhasilan Persijap menambah poin penting menempatkannya di posisi ke-14 klasemen sementara dengan 25 poin, hanya tiga poin di atas zona merah. Di sisi lain, Persik berada di peringkat ke-12 dengan 30 poin, masih berada di atas zona terancam, namun jarak dengan zona merah semakin tipis. Berikut ini ringkasan klasemen sementara setelah pertandingan-pertandingan tersebut:

Posisi Tim Poin
12 Persik Kediri 30
13 PSM Makassar 28
14 Persijap Jepara 25
15 Madura United 23

Analisis taktis menunjukkan bahwa kedua tim masih memiliki ruang perbaikan. Persik, meski memiliki serangan yang produktif, harus menata kembali strategi pertahanan, terutama dalam menutup ruang penalti. Marcos Reina menekankan perlunya koordinasi antara bek dan gelandang defensif untuk menahan serangan balik lawan. Di sisi lain, Persijap menampilkan konsistensi dalam memanfaatkan peluang cepat, berkat peran vital pemain asing seperti Borja Herrera dan Carlos Franca. Pelatih Mario Lemos menilai bahwa disiplin defensif dan pengelolaan stamina akan menjadi kunci menghadapi sisa pertandingan.

Selain faktor taktik, aspek psikologis juga berperan penting. Kekalahan melawan Madura United menambah beban mental bagi Persik, terutama setelah dua pertemuan sebelumnya berakhir imbang. Sementara Persijap, yang sebelumnya mencatat empat hasil imbang beruntun, kini berhasil mematahkan kebuntuan tersebut, meningkatkan kepercayaan diri pemain. Kedua tim dijadwalkan kembali bertemu pada fase akhir musim, yang diprediksi menjadi salah satu laga paling menegangkan di liga.

Dengan sisa jadwal yang masih panjang, setiap poin menjadi sangat berharga. Persik harus segera memperbaiki pertahanan dan meningkatkan efisiensi akhir pertandingan, sementara Persijap harus menjaga konsistensi serangannya dan menghindari slip-up di lini belakang. Pertarungan di zona bawah klasemen ini tidak hanya berpengaruh pada posisi akhir, melainkan juga pada keuangan klub, mengingat pendapatan dari hak siar dan sponsor sangat dipengaruhi oleh peringkat akhir liga.

Kesimpulannya, duel antara Persik Kediri dan Persijap Jepara mencerminkan dinamika kompetitif BRI Super League musim ini. Kedua tim berada di ambang zona merah, namun masing-masing menunjukkan potensi untuk bangkit. Jika Persik dapat menstabilkan pertahanan dan memanfaatkan peluang secara lebih efektif, mereka berpeluang kembali ke zona aman. Sementara Persijap, dengan kemenangan baru melawan Bhayangkara, harus terus menajamkan serangan cepat dan menjaga konsistensi agar tidak terjebak kembali di zona degradasi. Pertandingan-pertandingan berikutnya akan menjadi penentu nasib kedua klub dalam perjuangan mereka menghindari relegasi.