PSS Sleman Menggila! Statistik, Rekor, dan Dampak Kekalahan Tipis di Banjarmasin

Liput – 12 April 2026 | PSS Sleman tetap menjadi tim teratas klasemen sementara Pegadaian Championship 2025/2026 meski harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Barito Putera pada laga pekan ke-24 yang berlangsung di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Sabtu 11 April 2026 malam WIB. Gol tunggal Renan Alves pada menit ke-77 menjadi penentu kemenangan tuan rumah, menggeser posisi Barito Putera ke peringkat kedua dengan 48 poin, sementara PSS Sleman menahan 49 poin dari 24 laga.

Berbagai statistik menunjukkan betapa kompetitifnya persaingan di puncak Grup Timur. Poin yang terkumpul oleh tiga tim teratas berada dalam jarak tipis satu poin, menandakan bahwa setiap laga selanjutnya memiliki potensi mengubah peta klasemen. Berikut rekapitulasi poin hingga pekan ke-24:

Tim Poin Main
PSS Sleman 49 24
Barito Putera 48 24
Persipura Jayapura 47 24

Berita buruk bagi PSS Sleman adalah terputusnya rekor tak terkalahkan selama sembilan pertandingan beruntun. Sebelumnya, tim asuhan Ansyari Lubis berhasil menumpuk enam kemenangan beruntun, termasuk kemenangan gemilang 7-0 melawan tim lain di fase awal musim yang menegaskan dominasi mereka di Grup Timur. Kekalahan 1-2 dari Kendal Tornado FC pada 5 Januari menjadi satu-satunya noda dalam catatan musim ini sebelum laga Banjarmasin.

Pelatih Ansyari Lubis menilai bahwa kekalahan ini terutama disebabkan oleh kurangnya konsentrasi pada menit-menit krusial. “Kami lengah di momen penting dan itu memberi peluang bagi Barito Putera untuk mencetak gol,” ujar Ansyari usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan fokus mental pemain dalam sisa pertandingan musim.

Gelandang muda PSS, Figo Dennis, yang dipinjam dari Persija Jakarta, juga memberikan pandangan optimis. “Meskipun hasil tidak sesuai harapan, kami mendapatkan banyak pelajaran. Kami akan bangkit dan kembali lebih kuat,” kata Dennis. Ia menegaskan bahwa target promosi ke Liga 1 masih sangat realistis mengingat selisih poin yang masih dapat diatasi dalam sisa lima hingga enam laga.

Dari segi statistik individual, Renan Alves menjadi pahlawan bagi Barito Putera dengan mencetak satu-satunya gol pada menit ke-77. Sementara itu, lini serang PSS Sleman tetap produktif meski belum berhasil memecahkan kebuntuan. Pemain seperti Gustavo Tocantins telah mencetak beberapa brace dalam beberapa laga sebelumnya, menambah dimensi serangan tim.

Secara taktis, kedua tim menampilkan intensitas tinggi sejak awal. Barito Putera berhasil menahan serangan balik PSS dan memanfaatkan satu peluang emas melalui Alves. PSS, di sisi lain, menampilkan penguasaan bola yang lebih besar namun belum mampu menembus pertahanan rapat lawan. Statistik kepemilikan bola menunjukkan PSS menguasai sekitar 58% selama 90 menit.

Dengan masih tersisa beberapa pekan penting, PSS Sleman harus menjaga konsistensi dan mengoptimalkan setiap poin. Pertandingan selanjutnya melawan Kendal Tornado FC di kandang akan menjadi ujian nyata bagi tim untuk mengembalikan momentum positif. Jika berhasil meraih tiga poin, selisih antara PSS dan Barito Putera dapat kembali menipiskan, membuka peluang bagi PSS untuk mengamankan tiket promosi lebih awal.

Kesimpulannya, meski terjatuh dalam satu laga, PSS Sleman masih berada di posisi terkuat klasemen Grup Timur. Rekor-rekor yang tercipta—seperti sembilan pertandingan tak terkalahkan dan kemenangan beruntun besar—menjadi bukti kualitas skuad. Evaluasi pasca kekalahan dan fokus pada pertandingan mendatang akan menentukan apakah PSS dapat menutup musim dengan tiket promosi atau harus berjuang hingga menit akhir.