Liput – 09 April 2026 | Ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, yang masuk sebagai unggulan ketujuh dan peraih medali perunggu pada edisi sebelumnya, harus menelan kepahitan pada Kamis, 9 April 2026. Pertandingan melawan pasangan Korea Selatan, Kim Jae‑hyeon dan Jang Ha‑jeong (peringkat dunia 147) berakhir dengan skor 21‑23, 22‑20, 10‑21 di Ningbo Olympic Sports Center, China. Kekalahan ini menandai keluar lebih awal mereka dari Badminton Asia Championships (BAC) 2026.
Pertandingan dimulai dengan Jafar/Felisha menunjukkan taktik cerdik dan serangan variatif. Pada gim pertama mereka berhasil memimpin 11‑7 dan menutup interval dengan keunggulan empat angka. Namun, setelah jeda, pasangan Korea mengubah ritme, menyamakan kedudukan menjadi 14‑14 dan kemudian memaksa deuce pada 20‑20. Kim/Jang mengamankan empat poin beruntun, menutup gim pertama dengan 23‑21.
Gim kedua memperlihatkan dinamika yang berbeda. Jafar/Felisha terpuruk 2‑7 pada awalnya, namun secara bertahap menekan skor menjadi 9‑9. Meskipun Kim/Jang sempat unggul 10‑15, duo Indonesia melakukan kejar‑kejaran hingga mencapai 20‑20 kembali. Pada momen krusial, Jafar/Felisha berhasil mengamankan game point dan menutup gim kedua dengan 22‑20, memperlihatkan ketangguhan mental setelah kegagalan di gim pertama.
Sayangnya, momentum positif tidak berlanjut ke gim penentuan. Korea Selatan memulai lebih agresif, menekan Jafar/Felisha sejak skor 2‑6 dan memperlebar keunggulan menjadi 7‑12. Kesalahan servis dan pertahanan yang kurang konsisten membuat duo Indonesia kehilangan kendali. Kim/Jang terus menambah poin tanpa henti, menutup pertandingan dengan 21‑10 di gim ketiga.
Kekalahan ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi performa Jafar/Hidayatullah di turnamen besar. Setelah menampilkan permainan solid di fase grup, tim Indonesia gagal mempertahankan momentum pada fase knockout. Analisis pelatih mengindikasikan bahwa kurangnya adaptasi taktik setelah jeda menjadi faktor utama, terutama dalam mengatasi perubahan pola serangan lawan.
Dengan hasil ini, Jafar Hidayatullah dan Felisha Pasaribu harus kembali ke tanah air untuk evaluasi teknik dan strategi. Mereka tetap menjadi harapan utama Pelatnas Cipayung dalam menyiapkan diri menghadapi ajang internasional berikutnya, termasuk Olimpiade 2028. Meski kini harus mengurung koper lebih awal, pengalaman di Ningbo diharapkan menjadi bahan bakar untuk bangkit kembali.