Podhub Episode Terakhir: Sahabat Vidi Aldiano Berterima Kasih pada Deddy Corbuzier Usai Kepergian Sang Penyanyi

Liput – 08 April 2026 | Jakarta, 7 April 2026 – Episode penutup podcast Podhub yang dipandu oleh Vidi Aldiano dan Deddy Corbuzier menandai berakhirnya satu fase penting dalam industri podcast Indonesia. Pada episode yang ditayangkan pada 4 April 2026, suasana haru terasa kental, tidak hanya karena perpisahan dua sahabat, tetapi juga karena kepergian Vidi Aldiano yang meninggal pada 7 Maret 2026 setelah berjuang melawan kanker.

Sejumlah sahabat terdekat Vidi hadir dalam episode tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Deddy Corbuzier. Nino Kayam, seorang teman lama Vidi, menekankan bahwa Podhub bukan sekadar program, melainkan ruang yang memberi warna baru dalam kehidupan pribadi dan profesional Vidi. “Vidi memiliki banyak persona, mulai dari penyanyi, host, juri, hingga kini menjadi ikon lewat Podhub. Keberhasilan Podhub adalah kebanggaan kami semua, dan saya ucapkan terima kasih yang sebesar‑besarannya kepada Om Ded,” ungkap Nino.

Adhyramsyah Choesin, yang juga hadir, menambahkan bahwa kolaborasi Vidi dan Deddy tidak terjadi secara kebetulan. Ia menilai bahwa pertemuan dua sosok tersebut menghasilkan dampak positif bagi jutaan pendengar. “Setelah Vidi meninggal, semua orang tetap mengingatnya sebagai sosok yang selalu menyebarkan energi positif. Itu semua berkat peran Om Ded yang selalu mendukung,” kata Adhi.

Berikut beberapa ucapan terima kasih yang disampaikan oleh sahabat Vidi:

  • “Terima kasih atas dukungan dan bimbingan yang tak ternilai selama ini,” – Nino Kayam.
  • “Kolaborasi kami menjadi contoh persahabatan yang kuat dan produktif,” – Adhyramsyah Choesin.
  • “Kehadiran Om Ded membantu Vidi menampilkan sisi terbaiknya di depan publik,” – sahabat tidak disebutkan.

Sementara itu, Deddy Corbuzier sendiri mengungkapkan perasaan yang campur aduk. Dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, ia mengisahkan reaksi tak terduga ketika pertama kali menerima kabar duka Vidi. Pada saat itu, Deddy sedang berada di Singapura bersama keluarganya. Ia sempat merasa lega setelah mendengar bahwa Vidi telah pulang dari rumah sakit, namun kebahagiaan itu berubah menjadi duka mendalam ketika telepon dari ibu Vidi menyampaikan bahwa sang penyanyi telah meninggal dunia.

Deddy mengaku kehilangan fokus hingga menabrak tiang di area pertunjukan sirkus yang sedang ia saksikan bersama anaknya, Azka, dan anggota keluarga lainnya. “Saya tidak menyangka berita bahagia yang saya dengar akan berbalik menjadi tragedi dalam hitungan menit,” ujar Deddy dengan nada suara yang masih terdengar bergetar.

Keputusan untuk mengakhiri Podhub diambil bersama Deddy setelah menimbang kondisi Vidi yang tidak memungkinkan melanjutkan kolaborasi. Deddy menyatakan bahwa tanpa Vidi, “tidak ada yang dapat menggantikan chemistry kami,” sehingga ia memilih untuk “mengubur” podcast tersebut. Keputusan ini disambut dengan pemahaman dari para pendengar setia, yang menganggap episode terakhir sebagai penghormatan terakhir kepada Vidi.

Selama dua tahun tayang, Podhub berhasil mengukir posisi sebagai salah satu podcast paling berpengaruh di Indonesia. Gaya obrolan yang santai, jujur, dan kadang emosional menjadi daya tarik utama, menjadikan program ini sarana bagi Vidi untuk mengekspresikan diri secara lebih personal. Kini, meski podcaster tersebut telah usai, kenangan dan pelajaran yang ditinggalkan akan terus dikenang oleh para pendengar.

Kesimpulannya, episode terakhir Podhub bukan sekadar penutup sebuah program, melainkan sebuah perayaan atas persahabatan, kolaborasi kreatif, dan warisan positif yang ditinggalkan Vidi Aldiano. Penghargaan yang diberikan sahabat‑sahabatnya kepada Deddy Corbuzier menegaskan peran penting yang dimainkan sang host dalam membentuk citra publik Vidi. Meskipun Podhub berhenti, jejaknya tetap hidup dalam ingatan publik dan industri podcast Indonesia.