Liput – 18 April 2026 | Denpasar, 17 April 2026 – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan persaudaraan kepada seluruh umat Hindu Indonesia dalam acara Dharma Santi Nasional 2026 yang digelar secara virtual dari Panggung Terbuka Ardha Chandra, Denpasar. Walaupun tidak dapat hadir secara langsung, sang pemimpin negara menegaskan pentingnya momentum tersebut sebagai ajang memperkuat nilai persatuan dan kedamaian setelah perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan permohonan maaf atas ketidakhadirannya secara fisik di tengah masyarakat Bali. Ia menekankan bahwa kehadiran virtual tidak mengurangi kedalaman komitmen pemerintah terhadap keberagaman budaya dan agama di Tanah Air. “Dharma Santi Nasional 2026 menjadi titik tolak untuk saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan nilai dharma dalam kehidupan berbangsa,” ujar Prabowo.
Presiden menyoroti filosofi klasik Hindu “Tat Twam Asi” yang berarti “aku adalah engkau”. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi landasan utama dalam menciptakan sikap saling menghormati dan empati antar sesama warga negara. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan ajaran Tri Hita Karana, yaitu tiga prinsip keseimbangan dalam hubungan manusia dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam lingkungan (Palemahan). “Ketiga unsur ini harus terus dijaga agar Indonesia tetap adil, makmur, dan harmonis,” tambahnya.
Prabowo menegaskan bahwa umat Hindu Indonesia telah berperan signifikan dalam menjaga kerukunan sosial. Ia berharap komunitas Hindu terus berkontribusi dalam pembangunan nasional, baik melalui kegiatan kebudayaan, pendidikan, maupun pelestarian lingkungan. “Saya yakin bahwa peran umat Hindu tidak hanya terbatas pada ritual keagamaan, melainkan juga pada upaya nyata memperkuat jaringan gotong royong di seluruh nusantara,” katanya.
Ketua Panitia Dharma Santi Nasional 2026, I Made Susila Adnyana, menjelaskan tema tahun ini, “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju”. Tema tersebut dipilih untuk menegaskan nilai universal tentang keterhubungan semua manusia sebagai satu keluarga besar, sekaligus menekankan pentingnya persatuan dalam keragaman. “Tujuan utama Dharma Santi adalah mempererat tali persaudaraan antarumat, menguatkan semangat memaafkan, serta meningkatkan kerukunan beragama di seluruh Indonesia,” ujar Made Susila.
- Parahyangan – Hubungan spiritual dengan Tuhan, yang diwujudkan melalui ritual keagamaan dan nilai moral.
- Pawongan – Hubungan sosial antar manusia, yang dipupuk melalui gotong royong, dialog lintas agama, dan kerja sama komunitas.
- Palemahan – Hubungan manusia dengan alam, yang dijaga melalui upaya pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
Acara Dharma Santi Nasional 2026 berlangsung di kompleks Art Center Denpasar dan menjadi puncak rangkaian kegiatan Nyepi Saka 1948. Berbagai tokoh lintas agama, pejabat daerah, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan hadir secara virtual, menandakan komitmen bersama dalam memperkokoh toleransi dan solidaritas bangsa. Upacara dimulai dengan pembacaan doa bersama, diikuti oleh pertunjukan seni tradisional Bali yang menampilkan tari Barong, Kecak, serta gamelan yang mengiringi renungan nilai-nilai dharma.
Presiden Prabowo juga mengajak umat Hindu untuk terus mengimplementasikan nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa semangat saling mengasihi harus melampaui batas-batas agama dan suku, menjadi landasan bagi pembangunan Indonesia yang inklusif. “Kita semua adalah bagian dari satu keluarga besar Indonesia. Dengan saling menghargai, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih damai dan sejahtera,” tegasnya.
Kesimpulannya, Dharma Santi Nasional 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya semata, melainkan juga platform strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat persaudaraan nasional. Melalui pesan-pesan yang disampaikan Presiden Prabowo dan Ketua Panitia, diharapkan umat Hindu semakin aktif dalam memelihara nilai-nilai kebersamaan, sekaligus berperan penting dalam menegakkan keadilan sosial, kemakmuran ekonomi, serta kelestarian lingkungan di Indonesia. Dengan semangat “Vasudhaiva Kutumbakam”, bangsa ini bergerak maju menuju Indonesia yang lebih harmonis dan berkeadilan.