Celtic Semprot Dundee, Menjaga Jarak Tipis ke Puncak Klasemen Premiership Skotlandia

Liput – 06 April 2026 | Dalam laga menegangkan di Dens Park, Celtic berhasil mengamankan tiga poin penting melawan Dundee dengan skor akhir 2-1 pada Minggu (5 April 2026). Kemenangan ini menurunkan selisih poin mereka dengan dua tim teratas menjadi sangat tipis, menambah ketegangan dalam perebutan gelar Scottish Premiership. Kedua gol Celtic datang dari pemain muda yang mulai menegaskan peranannya, sementara Dundee sempat menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti di menit ke-57.

Pertandingan dimulai dengan dominasi serangan Celtic. Pada menit ke-8, gelandang kreatif Yang Hyun‑Jun membuka keunggulan lewat serangan balik cepat, didukung dengan umpan terobosan dari B. Nygren. Gol tersebut menandai momentum awal Celtic yang menguasai penguasaan bola dan menciptakan peluang berulang kali. Dundee berusaha bangkit, namun pertahanan Celtic tetap solid, menahan setiap percobaan serangan dari sisi kiri lapangan.

Keadaan berubah pada menit ke-57 ketika Dundee memperoleh tendangan penalti setelah pelanggaran di dalam kotak penalti. S. Murray mengeksekusi penalti dengan tenang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Momen ini memberi energi tambahan bagi Dundee, yang kemudian meningkatkan intensitas serangan. Namun, pada menit ke-84, Dundee kehilangan satu pemain setelah R. Astley menerima kartu merah karena dua peringatan, membuat timnya bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan.

  • 8′ – Gol pertama Celtic: Yang Hyun‑Jun (assist B. Nygren)
  • 57′ – Penalti Dundee: S. Murray
  • 82′ – Gol penentu Celtic: Kelechi Iheanacho (assist M. Saracchi)
  • 84′ – Kartu merah Dundee: R. Astley

Gol penentu datang pada menit ke-82 melalui aksi super‑sub Kelechi Iheanacho. Setelah masuk sebagai pengganti, ia menyalurkan tembakan keras yang tak dapat dihalau kiper Dundee, mengamankan tiga poin bagi Celtic. Setelah gol tersebut, suasana di Dens Park menjadi tegang, namun Dundee yang kini sudah 10 orang gagal menemukan respon yang signifikan.

Pelatih interim Celtic, Martin O’Neill, mengakui penampilan timnya masih jauh dari harapan meski berhasil meraih kemenangan. Dalam wawancara dengan BBC Sportsound, O’Neill menilai tim bermain “brilian di babak pertama” namun menyesal kehilangan peluang yang seharusnya menambah keunggulan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam mengkonversi peluang, terutama menjelang fase akhir liga. Di sisi lain, manajer Dundee, Steven Pressley, memuji semangat timnya yang tidak mau menyerah meski berada di bawah tekanan, menyebut hasil ini sebagai tanda progres yang positif.

Secara taktis, Celtic menunjukkan pola permainan menyerang yang mengandalkan kecepatan sayap serta transisi cepat. Kehadiran Iheanacho sebagai penyerang tambahan memberikan dimensi baru pada lini depan, menambah ancaman di area penalti. Sementara Dundee, meski kehilangan satu pemain, tetap menampilkan keberanian dengan memanfaatkan bola mati dan serangan balik, namun ketidakseimbangan di lini tengah menjadi faktor utama yang membuat mereka kesulitan menahan tekanan Celtic.

Kemenangan ini menempatkan Celtic dalam persaingan ketat di papan atas, hanya terpisah tiga poin dari pemuncak klasemen setelah Matchday 32. Dengan sisa pertandingan yang tersisa, Celtic dijadwalkan menjamu St Mirren di rumah, sementara rival terdekat mereka, Rangers, akan menghadapi Falkirk. Pertandingan-pertandingan krusial tersebut akan menentukan apakah Celtic dapat kembali memimpin klasemen atau harus puas berada di posisi kedua.

Kesimpulannya, kemenangan dramatis atas Dundee menegaskan kembali mentalitas juara yang dimiliki Celtic. Meskipun masih harus memperbaiki efisiensi penyerangan, terutama pada babak pertama, tim kini berada dalam posisi yang memungkinkan mereka bersaing hingga akhir musim. Dukungan penonton sebanyak 9.007 orang di Dens Park juga menjadi pendorong moral yang tak kalah penting bagi kedua tim dalam perjuangan mereka di Scottish Premiership.